menu.jpg
 
Solikin ‘Balita Semen’ Idap Gangguan Jiwa Berat

SURABAYA (Surabaya Pagi) - Solikin tersangka kasus pembunuhan bocah 3,5 tahun yang disemen di kawasan Semampir Surabaya ternyata memang mengalami gangguan jiwa berat atau skizofrenia tipe residual.

Ini disampaikan dr. Roni Subagyo , Sp.KJ Dokter Poli Psikiatri RS Bhayangkara Polda Jawa Timur yang melakukan tes kejiwaan lanjutan pada Solikin, Senin (4/3) kemarin.

"Skizofrenia tipe residual ini artinya sudah tidak ada gejala kejiwaan yang aktif. Misalnya halusinasinya sudah tidak ada, perilaku dan aktivitas dalam batas normal," kata dr Roni

dr. Roni menjelaskan, sekarang yang ada dalam diri Solikin hanya sisa dari gejala negatif misalnya lebih banyak tersenyum sendiri, lebih banyak menyendiri atau dia merasa ada yang mengawasi dia.

"Gejalan negatif sisa yang masih ada inilah yang membuat Solikin kadang menjadi kurang kooperatif saat dilakukan pemeriksaan. Namun selama menjalani tes lanjutan ini, data-data yang dihasilkan itu valid sehingga kita evaluasi," ungkap dia.

Selain menjalani tes melalui cara wawancara dan tes tulis, kata dr. Roni, Solikin juga menjalani observasi selama 5 hari dengan menjalani beberapa pemeriksaan tambahan seperti pengamatan perilaku, emosi dan aktivitas sehari-hari.

Diberitakan sebelumnya, warga Jl. Endrosono Gang VII Semampir, digegerkan dengan penemuan mayat Fahri, bocah 3,5 tahun yang tewas dilumuri semen. Mayat Fahri sendiri ditemukan di lorong sempit perbatasan di antara dua rumah tepatnya di samping rumah kosong nomor 19 F Jl. Endrosono Gang VII Semampir, Surabaya, Selasa (19/2). sen

Berita lainnya
Rekan Dipukuli Satpam, Ratusan PP ...
Pengacara Nyambi Jualan Sabu
Buron Pembobol Bank Danamon Dibekuk
Palak Pengemudi, 3 Polisi Dibui
Polda Gelar Perkara Kematian Mahas...
Gelapkan Uang Kantor Buat Main Val...
Jaksa Usut Dana Humas Pemkab Ponor...
Jual ABG, Hanya Dituntut 8 Bulan
Tangkap Jaringan Sabu Asal Lapas
Bapak Hamili Anak Angkat
Kejaksaan Kembali Didemo
Kantor Pelayaran Perak Dirampok
Semalam, 3 Kebakaran, 3 Korban Luka
Dimarahi Ortu, Gadis SMP Gantung D...
Menipu, Bos Prima Advertising Diad...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  134