menu.jpg
 
Gadaikan Mobil Bodong Rp 30 Juta

PERISTIWA ini menjadi peringatan bagi para pemilik dealer supaya lebih berhati-hati lagi dalam mengeluarkan mobil yang masih proses kredit. Pasalnya saat ini marak terjadi modus penggelapan mobil dengan cara menggadaikan mobil yang masih penyelesaian kredit.

Hal ini terungkap setelah petugas Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menyita sembilan mobil yang diduga bodong atau tidak dilengkapi surat-surat resmi. Sembilan mobil tersebut berplat nomor dari berbagai kota dikawasan Jawa Timur.

Mobil yang berhasil disita polisi yakni Toyota Rush warna silver nopol W 496 PH, Daihatsu Luxio warna hijau metalik nopol B 1681 VEA, Toyota Avansa warna hitam metalik nopol AG 1185 AG, Suzuki Swift warna merah metalik nopol K 8989 JH, Toyota Avansa warna silver metalik nopol AG 1193 VG, Toyota Avansa warna silver metalik nopol P 1941 TM, Daihatsu Xenia warna merah metalik nopol AG 550 VE, Toyota Soluna warna biru metalik nopol N 742 CS, serta Suzuki Swift warna hitam metalik nopol AG 888 PL. "Mobil-mobil ini ditangkap di berbagai tempat di wilayah Pelabuhan Tanjung Perak," kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Anom Wibowo, Selasa (8/5).

Menurutnya, anak buahnya langsung bergerak setelah mendapatkan informasi mengenai praktik menggadaikan mobil tanpa dilengkapi dokumen BPKB. "Mobil-mobil ini hanya dilengkapi STNK saja," jelasnya.

Sebagaian besar mobil dikatakan masih dalam masa kredit. Diperoleh keterangan, mobil-mobil bodong ini digadaikan dengan harga mulai dari Rp 20 juta hingga 30 juta. ”Harga gadainya bervariasi dan sekarang kasus ini masih dikembangkan karena modus seperti ini semakin marak,” kata mantan Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya ini.

Dari pemeriksaan sejumlah saksi-saksi, hingga kemarin polisi menetapkan 9 orang sebagai tersangka penadah mobil-mobil bodong ini. Mereka adalah Nur Rahmat (44) asal Blitar, M Hidayat (32/ Sukodono), M Agung (26/ Sukodono), Antok (34/ Tanggulangin), M Iswadi (35/ Tanggulangin), Mulyono (44/ Pati), Supani (53/ Madiun), Rofik (30/ Trenggalek), dan Tofa (50/ Jombang). Mereka dijerat Pasal 372 KUHP jo Pasal 480 KUHP.

Sementara itu menurut Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak, AKP Hendri Umar, jumlah tersangkanya masih bisa bertambah. "Kami masih memeriksa sejumlah saksi yang tidak menutup kemungkinan bisa berkembang menjadi tersangka," katanya.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan pengejaran para pelaku. Diduga masih ada sekitar 30 mobil yang sekarang dicari keberadaannya. Pasalnya, para pelaku sudah beraksi cukup lama. Mobil ini pun diperoleh dari para tersangka dengan mengajukan kredit kepada delear. Jika mendapatkan persetujuan dari pihak delear selang beberapa hari mereka menggadaikan mobil yang sudah dikreditnya. ”Setelah mobil dikeluarkan dari pihak delear, mereka menghubungi para pegadai mobil yang kemudian digadaikan dengan waktu yang tidak ditentukan oleh pihak pelaku,” pungkasnya. bi

Berita lainnya
Empat Pencuri Plat Baja Diringkus
Nikah Lagi, Istri Polisikan Suami
Pelajar SD Dicabuli Guru SMK
Boss SPBU Kalianak Akan Dipanggil ...
Keroyok PRT, Majikan Cuma Dituntut...
Bayi Baru Lahir Dibuang
Palsukan Ijazah, Kades Jaten Diadi...
Perangkat Desa Edarkan Uang Palsu
Selingkuh, Warga Pecat Kepala Dusun
Niru Film Porno, Arek Demak Cabuli...
Korban Investasi Bodong Seret Pela...
Bawa Narkoba, Dua Polisi Indonesia...
Mayat Orok Bayi Dibuang di Warkop
Belasan Motor Modifikasi Dirazia
Anak Kandung Gorok Ibu Hingga Tewas
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  149