menu.jpg
 
Kisruh, Sidang Pembunuhan Pesilat
Terdakwa pembunuhan saat disidang di PN Surabaya, kemarin.

SURABAYA (Surabaya Pagi) - Persidangan tiga pendekar kera sakti yang menjadi terdakwa pembunuhan berencana terhadap pendekar Persaudaraan Setia Hati Teratai, kisruh. Puluhan teman korban menyerang terdakwa usai siding, kemarin.
Dari awal persidangan situasi terlihat sudah memanas. Puluhan orang memadati ruang sidang Tirta. Kericuhan terjadi usai sidang pengeroyokan dengan terdakwa Tarmidi, Agus Hermanto dan Supriyanto yang menewaskan anggota PSHT Mochammad Yusuf.

Rekan korban yang hadir di persidangan menuding dan memukul Tarmidi, salah seorang terdakwa yang baru ke luar dari ruang sidang Tirta.Mendapat pukulan itu, Tarmidi langsung menangkisnya. Mengetahui hal itu, pendekar PSHT lainnya langsung datang dan menyerang Tarmidi dan dua terdakwa lain, Agus dan Purwanto.

Beruntung petugas keamanan PN Surabaya bersama anggota polisi berseragam maupun preman langsung melarikan ketiga terdakwa ke ruang tahanan PN. Mengetahui sasarannya lari, puluhan anggota lainnya terus mengejar hingga di depan ruang tahanan. Melihat lawannya sudah diamankan puluhan ini berteriak-teriak menghardik para terdakwa.

Karena sasarannya sudah diamankan di dalam sel, mereka akhirnya berbalik dan meninggalkan PN Surabaya. Dalam perkara ini, terdakwa dijerat dengan pasal berlapis yakni pasal 340, pembunuhan berencana. Pasal 338 KUHP, mengenai pembunuhan dan pasal 351 mengenai penganiayaan. ”Ancaman hukuman maksimal hukuman mati,” kata jaksa Karimuddin.
Perbuatan tersebut dilakukan pada 1 Maret 2012 lalu. Perkara ini bermula dari cerita Tamidi yang menceritakan bahwa Moch. Yusuf (meninggal dunia) dan Moch. Agung Sedayu (luka berat) adalah pelaku pengeroyokan anggota pencak silat Kera Sakti di desanya. Bahkan kepada Zaimul Mustofa dan Supriyanto, Tamidi mengatakan bahwa kedua korban itu juga pelaku pembakaran rumah anggota persilatan di Bojonegoro. n bd

Berita lainnya
Ibu dan 2 Anaknya Dibunuh Mantan K...
Semalam, Maling Nyaris Mati
Dukun Cabul Diringkus
Tak Dibayar, Pekerja Kontraktor Ng...
Musnahkan 800 Ton BB Pakan Ternak
Pelaku Kerusuhan Dolly, Dituntut 1...
Selundupkan Narkoba, WNA China Dit...
Bawa Kunci T, Residivis Dibekuk
Buron 2 Tahun, Mantan Bupati Nganj...
Wanita Penggendam Spesialis Rumah ...
Ginjal Kronis Harus Dicangkok
Dukun Gandakan Uang Dibekuk
Mau Jual HP, Malah Terbunuh
Sebelum Kabur ke Madura, Kirim Uan...
Makan Kerang, Satu Keluarga Tewas
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  142