menu.jpg
 
Siapkan Kader Anti Narkoba di PNS

SURABAYA - Jaringan Narkoba yang sudah merambah kemana-mana sepatutnya harus diketahui oleh semua kalangan termasuk Pegawai Negeri Sipil. Pasalnya, jika tidak tahu bentuk narkoba mulai dari ganja hingga sabu-sabu, maka PNS bisa dimanfaatkan oleh pengedar narkoba.

Untuk menekan jaringan narkoba masuk ke lingkungan instansi pemerintahan inilah, Badan Narkotika Nasional Propinsi Jawa Timur melakukan advokasi tentang implementasi Inpres No 12 tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran gelap Narkoba (P4GN) di lingkup Kantor Dinas Perikanan dan kelautan Propinsi Jawa Timur di jalan Injoko, Surabaya, Senin (11/6)

Kabid Pencegahan BNNP Propinsi Jatim Ir. Nanik Yuniarti mengatakan bahwa Inpres tersebut dibuat untuk memfokuskan pencapaian Indonesia negeri yang bebas dari Narkoba. Karena itu, dalam rangka Jakstranas P4GN 2011 – 2015 ada beberapa tindakan yang harus dilakukan yaitu meliputi Bidang Pencegahan, Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Bidang Rehabilitasi dan Bidang Pemberantasan. ”Dimana salah satu program bidang pencegahan adalah menyiapkan kader anti Narkoba,” paparnya di depan kader anti narkoba di Dinas Perikanan dan Kelautan Jatim.

Dia menambahkan bahwa kader tersebut akan diberikan materi dan pelatihan terkait dengan Narkoba. Harapannya, mereka dapat memberikan kontribusi kepada instansi tempat kader bekerja untuk menyebarkan sikap peduli terhadap pemberantasan narkoba. ”Kita harus tahu narkoba namun setelah tahu jangan terjerumus,”tegasnya.

Apalagi saat ini, lanjutnya, Indonesia bukan tempat transit narkoba lagi melainkan sebagai pasar narkoba dunia. Hal tersebut dikarenakan tiga hal yaitu Jumlah rakyat Indonesia sangat besar, Indonesia merupakan negara Korup dengan angka yang cukup tinggi dan Kemiskinan di Indonesia masih tinggi pula angkanya. “Tiga hal itu yang menjadikan Indonesia adalah pasar yang empuk bagi peredaran narkoba,” katanya. nt

Berita lainnya
Dibuka Sore Ini, Kampoeng Sholawat...
Pocong, Genderuwo , Wewe Gombel Un...
Pemerintah Siap Hadapi Gugatan New...
TUTUP! Hotel Milik Setiaji Yudho
Pemerintah Ramadan, 29 Juni 2014
Dolly Bukan Tempat Prostitusi Lagi
Muhammadiyah Puasa 28 Juni, NU Tun...
Warga Dolly Ngotot Beroperasi Lagi...
YKS Dihentikan Selamanya
Komnas HAM Dukung Tutup Lokalisasi...
Baru 6 Merk Rokok Pasang Gambar Me...
Kemasan “Gambar Seram” Tak Efe...
Alumni Dolly Lari ke Sidoarjo
Biasanya Dapat 11-15 Tamu, Sekaran...
Wiranto: Penculikan Inisiatif Prab...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  102