menu.jpg
 
4 Bank di Surabaya Dibobol dengan KTP Palsu

SURABAYA – Bank yang disebut-sebut memiliki keamanan berlapis, ternyata masih gampang dibobol. Buktinya, empat bank besar di Surabaya dengan mudah dibobol hanya dengan menggunakan identitas palsu. Untung saja, komplotan ini baru berhasil membobol Rp 500 juta sudah tertangkap polisi. Pelakunya pun tergolong muda, yakni Gamon Tirta Sukma (25), warga Simo Simomulyo I Surabaya dan Rahardiyah Septi Arumdati (30), warga Perumahan Puri Surya Jaya A2, Gedangan, Sidoarjo. Sedang empat bank yang menjadi sasaran pembobolan adalah Bank Mega Cabang Yos Sudarso, Bank Jatim Cabang Rungkut, Bank Pundi Cabang Pasar Turi dan Bank Danamon Cabang Menganti.

Modus pembobolan ini sebenarnya modus lama dan sangat sederhana. Pelaku hanya memalsu identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), dan data lain yang diperlukan dalam pengajuan kredit ke bank. Di hadapan penyidik, kedua tersangka mengaku punya peran beda-beda dalam menjalankan aksinya. Gamon bertugas memalsukan identitas, sedangkan Septi bertugas mengajukan kredit.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Hilman Thayib menyatakan penangkapan dua tersangka ini berdasarkan hasil penyeldikan kepolisian. Ada kemungkinan pihak bank belum mengetahui ada kasus pemalsuan identitas yang bisa mengakibatkan kredit macet."Kami masih mengembankan kasus ini," kata Hilman di Mapolda Jatim, Senin (7/5).

Hilman menambahkan dalam penangkapan tersebut polisi juga menyita dua Kartu Tanda Penduduk (KTP) Palsu, dua Kartu Keluarga (KK) palsu, dua buku nikah palsu, laptop, serta scanner dan printer. Akibat perbuatan ini keduanya dijerat dengan pasal 263 KUHP tentang pemalsuan identitas. Mereka juga diancam hukuman penjara sedikitnya lima tahun.

Kasubdit IV Resmob Polda Jatim AKBP Heru Purnomo menambahkan identitas yang dipalsu ke dua tersangka ini dari berbagai macam daerah. Mulai Sidoarjo hingga Surabaya. "Sampai kini sudah ada empat bank yang pernah dibohongi oleh mereka. Kerugian kami baru sekitar Rp 500 juta," jelasnya

Kata Heru, cara kerja kedua tersangka baru dilakukan seandainya ada seseorang yang meminta. Misalnya, ada seseorang yang ingin mengajukan kredit namun namanya diblacklist oleh pihak bank. Setelah itu Gamon lantas diminta untuk memalsukan identitas, kemudian Septi bertugas mengajukan kredit. Apabila diamati identitas palsu ini memang mirip dengan asli. Karenanya saat identitas itu diajukan pihak bank tak mempersoalkannya. Rata-rata kredit yang diajukan sebesar Rp 50 juta. "Keduanya kemudian diberi imbalan 10 persen dari pengajuan kredit tersebut," tutur Heru.

Nyaris Sempurna

Bagaimana bisa hanya dengan KTP palsu, bank-bank tersebut kecolongan? Ternyata, identitas palsu bikinan Gamon ini nyaris sempurna. Anggota Resmob Polda Jatim yang menangani kasus ini mengaku untuk memastikan KTP buatan Gamon palsu atau tidak harus berkonsultasi dengan dinas kependudukan dan catatan sipil. Sebab jika KTP buatan Gamon dibandingkan dengan yang asli, warna, ukuran serta bentuk bisa dibilang serupa. Tambah lagi, KTP buatan Gamon juga di laminating.

"Kami baru menemukan dua KTP yang palsu, sedang enam lainnya masih belum bisa kami ketahui asli atau tidaknya," terang anggota tersebut. KTP palsu ini diketahui atas nama Septy M Puspita, warga Lemahasin Sidoarjo dan Resty Septiana, warga Puri Surya Jaya. KTP ini diyakini milik Septi.

Dari penyelidikan sementara, KTP ini dibuat dengan menscan KTP asli lalu identitas palsu ini dicetak dengan komputer. Lalu bagaimana penggunaan KTP ini, pengakuan Septi, KTP ini dipakai untuk lampiran di aplikasi pengajuan kredit. Saat itu dirinya juga menambahkan kartu keluarga yang sudah dipalsu, serta identitas palsu lain untuk mengajukan kredit. "Yang mengajukan kredit adalah orang lain, namun atas nama saya. Yang bayar juga orang lain," aku tersangka Septi.

Anehnya ketika bank menyelidiki identitas ini tak ditemukan satu kejanggalan apapun. Karena itu muncul dugaan jika Septi kongkalikong dengan petugas bank. Apalagi saat ini belum ada laporan dari pihak bank terkait pemalsuan identitas ini. “Masih kita kembangkan pasalnya para pelaku ini diduga mempunyai jaringan yang luas,” cetus Kombes Hilman. n bi

Berita lainnya
Arek Mabuk Rampok Alfa Expres Suko...
Puluhan Warga Tambak Sawah Ngluruk...
Gara-gara Facebook, Konsultan Trow...
Tahanan Surabaya Telat Sidang
Kasus UNAS, Polisi Periksa Kasek S...
Nenek Pikun Tewas Tenggelam
Permainan Pejabat BNI dan Bos Bela...
Wartawan Dirampok di Jl Kartini
Di Kelas, Korban Kedua Sebut Pelak...
Curi Kabel Telkom, Babak Belur Dim...
Dua Pelajar SMP Curi Motor
Gagal Umroh, Jemaah Polisikan KH M...
Mabuk, Bobol ATM BRI
Pekerja Transportasi Terbanyak Gun...
Rampok Gasak Puluhan Komputer SMAN...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | RSS Feed  | User Online :  104