menu.jpg
 
Sehari, 3 Kebakaran di Surabaya

SURABAYA- Dua hari ini terjadi kebakaran hebat di kota Surabaya. Setelah perusahaan kayu CV Mahameru dan 5 rumah di Jl Kutisari ludes terbakar, kejadian sama juga terjadi lagi pada Senin (22/8). Yakni, di bundaran satelit Margomulyo dan pemukiman pemulung di Keputih pada siang hari. Sedang tadi malam, Pasar Loak di jalan Dupak Rukun juga terbakar.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, Kebakaran terjadi sekitar pukul 19.30 Wib. Sejumlah kios terbakar mulai Blok A hingga H yang terdiri kios pedagang orderdil motor dan peralatan bor. Delapan unit PMK dari Pemkot Surabaya dikerahkan ke lokasi.

Hingga pukul 22.00, petugas PMK masih melakukan pembahasan. Sementara sejumlah warga menyaksikan kebakaran tersebut. Polrestabes Surabaya juga mengerahkan petugas Sabhara untuk mengamankan lokasi kebakaran. Bahkan ada satu kios yang penuh dengan elpiji masih dijaga oleh pemiliknya. Pemilik elpiji tersebut tidak mau meninggalkan lokasi karena khawatir dengan sejumlah barang berharga yang ada di dalam kios.

Menurut saksi mata kejadian begitu cepat dan diduga api berasal dari tengah kios. Karena angin kencang membuat api semakin membesar dan mengancam kios lainnya. "Saya akan menuju kios ternyata api sudah membesar," kata Gianto di lokasi kejadian. Informasinya, lebakaran terjadi akibat ledakan elpiji.

Kebakaran di TPA

Sementara kebakaran yang terjadi di Keputih yang juga menjadi lokasi pembuangan sampah, juga cukup parah. Sedikitnya, 50 rumah petak hangus dilalap si jago merah. Bahkan, api membakar tumpukan sampah hampir seluas 5 hektare.

Kini korban kebakaran hanya meratapi nasib mereka. Rencana berlebaran pun gagal, karena mereka tak sempat menyelamatkan barang-barang berharga. Termasuk barang loakan yang rencananya akan dijual untuk bekal lebaran nanti.

Menurut Wakil Ketua RW II, Keputih Tegal, Zahuri (50), kebakaran di TPA Keputih ini untuk kedua kalinya. Sebelumnya, kebakaran terjadi pada pertengahan bulan Juli lalu, namun hanya menghanguskan 2 rumah petak dan bisa dipadamkan warga. “Tapi sekarang jauh lebih besar,” ujar Zahuri di lokasi kejadian, kemarin.

Jumlah rumah petak yang terbakar 50 rumah, yang dihuni oleh 50 KK. "Sebenarnya yang terdata hanya 7 KK warga asli, sedangkan sisanya warga pendatang," cetus Zahuri.

Kata Zahuri, penyebab kebakaran persis dengan kejadian Juli lalu. Api dipicu dari aktivitas warga penghuni TPA yang tengah memasak dengan menggunakan kompor kayu. Dirinya sempat mendengar letupan dan ledakan kecil dalam kebakaran ini.

Informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran sempat kewalahan menjinakkan kobaran api, lantaran api membakar tumpukan sampah hampir seluas 5 hektar. Bahkan, asap hitam terlihat membubung tinggi dan terlihat dari radius 3 km. Selain itu, banyaknya warga sekitar berusaha mendekati lokasi untuk melihat kebakaran, juga menyulitkan petugas kebakaran.

Petugas baru berhasil memadamkan api dalam waktu 4 jam, setelah mengerahkan 10 mobil pemadam kebakaran. "Kita kerangkan 10 mobil pemadam kebakaran," kata Ari Bekti, Kasie Pencegahan dan Pengendalian Operasional PMK Surabaya.

Korban Keleleran

Sementara itu, para penghuni rumah petak terlihat berkumpul tidak jauh dari lokasi kebakaran. Mereka hanya bisa memandangi rumah tempat tinggal mereka yang ludes dilalap api, sambil duduk-duduk di bawah pohon di lapangan. Mereka terlihat keleleran tanpa tahu harus berbuat apa. “Rumah ku terbakar, udah habis semua,” teriak salah satu korban.

Astuti, salah seorang pemulung mengaku tak sempat menyelamatkan harta benda miliknya, kecuali baju yang melekat di badannya. Padahal, ibu dua anak ini keesokan harinya bakal menjual barang loakannya untuk bekal pulang kampung di Probolinggo. Kata dia, setidaknya barang loakannya itu bisa laku Rp 600 ribu-700 ribu. “Sekarang bisa apa, semua sudah habis,” ucapnya lirih.

Hal sama juga dialami H Nur (38). Bahkan, kerugian yang dialami pria asal Madura ini jauh lebih besar. Sebab, gudang loakannya rata dengan tanah. Jika dinilai, akibat kebakaran ini ia merugi hingga Rp 600 juta. Termasuk tiga rumah petaknya yang kini tinggal puing-puing. “Jika di total seluruhnya kerugian bisa miliaran," ujar H. Nur. n bi

Berita lainnya
Rebut Kembali TPI, Tutut Hadapi Ha...
Ajak 40 Sanak Famili dari Belitung...
Purabaya Normal, Pelabuhan Perak L...
Baru 1.500 Pedagang Teken Surat Pe...
Soal UMK, Pemprov Tunggu Pusat
Warga Surabaya Terancam Keleleran
Polisi Siaga Satu Hadapi Demo BBM
Organda DKI: Tarif Angkot Naik 30...
Waduh, NU Halalkan Aborsi
FPI Tolak, MUI Dukung Ahok Gubernu...
Wapres JK Tunda Naikkan BBM
Buruh dan Pengusaha Tolak UMK Usul...
Rakyat Terjerat Harga
Semalam, Ruko Stasiun Semut Disegel
Kapolda Pelototi Penyidik Nakal
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  80