Golkar Jatim Undang Tiga Calon
|
| Senin, 27 Juli 2009 | 03:31 WIB |
|
|
|
SURABAYA – DPD Golkar Jawa Timur tidak mau gegabah soal perebutan kursi Ketua Umum DPP Partai Golkar pengganti Jusuf Kalla saat Musyawarah Nasional mendatang. Sebelum memutuskan dukungan DPD Golkar akan mengundang terlebih dulu seluruh kandidat calon.
Golkar Jatim mengaku saat ini sedang mematangkan rencana mengundang siapapun calon orang nomer satu di Golkar. “Agar tidak salah pilih, kita akan undang dulu mereka satu-persatu,” kata Heroe Sukotjo, wakil sekretaris bidang Humas DPD PG Jatim, saat dihubungi kemarin.
Sampai saat ini sudah ada tiga calon kandidat ketum DPP PG yang sudah menyatakan kesiapannya. Yakni Surya Paloh (Ketua dewan Penasehat DPP), Aburizal Bakrie (anggota wanhat DPP), dan Yuddy Chrisnandi (Fungsionaris DPP). Namun, siapa dan apa saja program-program mereka untuk Golkar hingga kini masih belum jelas. Sehingga Golkar Jatim merasa perlu menghadirkan mereka didepan seluruh pengurus DPD dan ketua-ketua DPD kabupaten/kota sebelum Munas berlangsung. “Kita akan undang ke Jatim untuk presentasi program ketua umum Golkar. Agar kader, pengurus dan masyarakat umum bisa memberi penilaian,” ujarnya.
Menurut Heroe, selama ini yang diketahui dari sepak terjang tiga kandidat itu hanya secara umum saja. Masing-masing mewakili generasi di Golkar. Seperti Yuddy Chrisnandi yang mewakili kader pemuda berumur 40-an, lalu Aburizal mewakili kader umur 60-an keatas sedangkan Surya Paloh mewakili kader Golkar usia 50-an. ”Golkar kalau mau besar memang harus melibatkan pemuda. Tapi tak cukup itu, harus ada pengalaman yang matang, karena Golkar ini partai besar dan tidak bisa asal pilih ketua,” cetusnya.
Mantan caleg DPRD Jatim Dapil II ini menambahkan, saat ini Golkar butuh orang yang bisa mengembalikan citra agar tidak selalu kalah dalam pemilu. Untuk itu perlu bicara kualitas agar bisa dicintai masyarakat. Ia lantas menyebut kritera calon ketua Golkar adalah tidak memiliki masalah dengan hukum dan masyarakat. Kemudian mampu dan mapan secara ekonomi sehingga tidak mengharapkan penghasilan dari partai. “Kualitas figur sangat penting, bukan pertimbangan banyak duit saja,” sahut Heroe.
Sementara itu, kader muda Partai Golkar di Jatim mulai melakukan aksi penggalangan untuk mendukung Yuddy Chrisnandy sebagai ketua umum Golkar mendatang. Mereka melihat Chrisnandy sebagai sosok pembaharu dan mampu melakukan perubahan di tubuh partai berlambang pohon beringin lebat ini. “Teman-teman di daerah berkomitmen perlunya ada perubahan di Golkar. Sehingga, Golkar akan kembali menjadi partai gerakan. Dan, ini ada di figur Chrisnandy,” ujar Aan Ainurrafiq, Wakil Humas DPD Partai Golkar Jatim.
Aan mengatakan, banyak kader muda Golkar di daerah yang menjadi pengurus harian, tetapi mereka tidak bisa bergerak banyak, karena harus berhadapan dengan kaum tua yang cenderung konvensional. Karena itu, para kader muda ini, mulai merapatkan barisan untuk mengusung Chrisnandy. “Kami ingin adanya perubahan di Golkar,” ujar aktivis 98 ini. rko