menu.jpg
 
Sejak Awal Jimmy, Diancam Pasal Meringankan

SURABAYA- Hukuman rehabiltasi terhadap residivis narkoba empat kali Jimmy Soetarso alias Sukoco, sebenarnya bukan hal mengejutkan. Sebab, sejak awal sudah ada indikasi pria 62 tahun ini dijerat pasal yang meringankan. Saat penyidikan, Polrestabes Surabaya hanya menjerat pria yang dulunya dikenal dengan nama Jimmy Mekabox itu
dengan pasal pengguna narkotika.

Sejak ditangkap pada 3 Oktober 2011, penyidik hanya menjerat Jimmy dengan satu pasal, yakni pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal 127 ini merupakan pasal yang paling dicari oleh para pemakai, pengguna, bahkan para pengedar narkotika untuk mengelabui aparat penegak hukum. Bahkan tidak jarang orang mengaku terus terang sebagai pemakai agar mendapat hukuman rehabilitasi. Sebab, jika tersangka mengaku membawa atau memiliki akan dikenakan pasal 112 yang ancaman hukumannya minimal empat tahun.

Dengan begitu, Jimmy sejak di tangan penyidik sudah yakin dirinya tidak akan mendekam lama di balik jeruji besi. Bahkan pihak jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya juga sepakat, sehingga berkas itu sempurna dan siap untuk disidangkan.

Namun, pihak Kejaksaan berubah pikiran. Dakwaan terhadap Jimmy ditambahi satu pasal ketika berkas perkara dilimpahkan ke pengadilan. Dalam dakwaannya jaksa menambahkan pasal 112 ayat 1 UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal empat tahun. Bahkan jaksa menuntunya dengan penjara lima tahun penjara, karena Jimmy dianggap terbukti memiliki sabu-sabu. Sedangkan pasal 127 tidak dipertimbangkan.

Penambahan pasal ini sempat diprotes oleh Budi Sampurno, kuasa hukum Jimmy. ”Berkas dari polisi memang satu pasal. Kalau saya mau eksepsi saya yakin pasti dikabulkan,” cetus Budi saat dikonfirmasi.

Bahkan JPU Ratna Fitria Hapsari, juga membenarkan soal penjeratan pasal single. Menurut dia, dari sampul berkas perkara yang dilimpahkan ke Kejaksaan, penyidik memang hanya menjerat Jimmy dengan satu pasal. Namun dia langsung menolak berkomentar saat ditanya alasan jaksa menambahi pasal 112 ayat 1 sendiri dalam surat dakwaan. ”Setahu saya di sampulnya hanya satu pasal. Tapi di resume perkara, ada dua pasal,” ucap Ratna Fitria Hapsari dikonfirmasi secara terpisah, kemarin.

Ratna mengaku hanya menjadi jaksa kedua dari tiga jaksa yang ditunjuk untuk menyidangkan. Sehingga tidak mau berkomentar. Sementara Kasipidum Kejari Surabaya Setyo Pranoto menyatakan jaksa akan melakukan upaya hukum banding atas putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Surabaya yang menghukum Jimmy dengan rehabilitasi. Alasannya, putusan hakim itu belum sebanding dengan rasa keadilan masyarakat.

”Kami akan segera melakukan upaya hukum. ini terlalu ringan apalagi terdakwa residivis,” tegasnya, kemarin.

Sementara itu penasihat hukum terdakwa, Budi Sampurno mengaku kecewa dengan sikap Kejaksaan yang sampai kemarin malam belum mengeluarkan kliennya dari penjara. ”Apa alasan kejaksaan tidak segera mengeluarkannya. Jaksa sebagai eksekutor seharusnya segera melaksanakan perintah hakim,” tandas Budi.


Sebelumnya diberitakan, Majelis hakim PN Surabaya yang diketuai Mugiono menyatakan terdakwa Jimmy Sutarso dihukum selama satu tahun untuk menjalani rehabilitasi sosial di RSU dr Soetomo Surabaya. Menurut hakim, terdakwa terbukti menyalahkan sebagai narkotika golongan I untuk diri sendiri (pengguna). Karenanya, melanggar pasal 127 ayat (1) UU 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sedangkan dakwaan primer pasal 112 ayat (1) UU Narkotika tentang kepemilikan narkoba yang ancaman hukuman minimal empat tahun penjara tidak terbukti.

Vonis ini jelas sangat ringan. Sebab, Jimmy sudah empat kalinya menjadi residivis narkoba.. Jimmy pernah ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polwiltabes Surabaya (sekarang Polrestabes) di Trawas, Mojokerto, 1 Oktober 2006. Atas perkara ini, Jimmy hanya dihukum empat bulan saja. Tahun 2000, Jimmy juga ditangkap Polda Jatim dalam kasus narkoba juga. Persidangan Jimmy kala itu sulit dikuti karena sering digelar sembunyi-sembunyi alias sidang tikus.

Sedang penangkapan ketiga, ditangkap anggota Polrestabes Surabaya saat berpesta sabu-sabu, Sabtu (29/9), di sebuah rumah kos di kawasan Dukuh Kupang Timur IX/48 bersama tiga purel CC Club, yakni Agnes, Ella dan Selvi (masing-masing divonis enam bulan). Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan dan menyita seperangkat alat isap sabu, beberapa botol minuman keras, satu poket sabu 0,5 gram dan 2,5 butir ekstasi warna hijau. Jimmy akhirnya divonis 18 bulan oleh Pengadilan Negeri Surabaya dari tuntutan jaksa yang hanya 12 bulan.

Terakhir, saat penangkapan Senin (3/10/2011). Awalnya ditangkap karena judi bola. Namun saat digeledah, polisi juga menemukan alumunium foil, sedotan plastik, gulungan tisue. Ternyata dalam alumunium foil tersebut terdakwa kerak sabu-sabu 0,12 gram. n bd

Berita lainnya
Empat Pencuri Plat Baja Diringkus
Nikah Lagi, Istri Polisikan Suami
Pelajar SD Dicabuli Guru SMK
Boss SPBU Kalianak Akan Dipanggil ...
Keroyok PRT, Majikan Cuma Dituntut...
Bayi Baru Lahir Dibuang
Palsukan Ijazah, Kades Jaten Diadi...
Perangkat Desa Edarkan Uang Palsu
Selingkuh, Warga Pecat Kepala Dusun
Niru Film Porno, Arek Demak Cabuli...
Korban Investasi Bodong Seret Pela...
Bawa Narkoba, Dua Polisi Indonesia...
Mayat Orok Bayi Dibuang di Warkop
Belasan Motor Modifikasi Dirazia
Anak Kandung Gorok Ibu Hingga Tewas
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  147