tumblr visitor
menu.jpg
 
Gaga 'Dicekal' FPI, tapi Artis Porno Lolos

Pro kontra konser Lady Gaga ke Indonesia kian memanas. Meski Polri menyatakan tak akan memberikan izin konser, tapi promotor penyanyi berjuluk “Mother Monster” itu belum menyerah. Akankah Lady Gaga tetap akan tampil di Jakarta, 3 Juni mendatang? Seperti halnya sejumlah bintang porno yang ‘dicekal’ Front Pembela Islam (FPI) kala itu, tapi mereka akhirnya masih bisa main film di Indonesia. Berikut ini laporannya.

FPI selama ini menjadi ormas paling getol menolak artis-artis yang dianggap tak pantas datang ke Indonesia. Masih teringat bagaimana FPI menentang kedatangan Maria Ozawa ke Indonesia. Saat itu, dengan sejumlah alasan, FPI menolak kedatangan bintang porno asal Jepang itu. Bahkan, sempat mewarning akan melakukan berbagai hal agar Miyabi tak menginjakkan kaki di Indonesia.

Sikap sama ditunjukkan ketika produser film Indonesia hendak mendatangkan bintang porno asal Amerika, Tera Patrick. Namun apa faktanya, mereka masih bisa main film nasional. Miyabi, misalnya. Dia memang tak tak datang, namun film yang dibintanginya “Menculik Miyabi” lolos sensor dan tayang di bioskop. Miyabi baru bisa datang ke Indonesia setelah film keduanya berjudul “Hantu Tanah Kusir”.

Setelah itu, tren pengikut mulai muncul. Banyak production house yang berlomba-lomba mendatangkan bintang panas untuk main film di Indonesia. Baik sebagai pemeran utama atau pemeran pembantu. Sebut saja Rin Sakuragi dalam Suster Keramas, Sora Aoi lewat Suster Keramas 2, Leah Yuzuki dengan film Rayuan Arwah Penasaran, Tera Patrick lewat Rintihan Kuntilanak, hingga Sasha Grey dalam Pocong Mandi Goyang Pinggul.

Dalam satu-dua judul film, kehadiran mereka terlihat hanya digunakan sebagai materi promosi. Namun di judul-judul lain, secara verbal sang produser membuat bintang-bintang seksi itu memamerkan lekuk tubuh secara berlebihan. Jika film-film seperti itu bisa lolos, akankah Lady Gaga tetap bisa memuaskan dahaga Little Monsters –sebutan fans Lady Gaga—di Indonesia?

Kabar terbaru beredar mengenai rencana konser Lady Gaga. Kemungkinan, konser Lady Gaga dipindah dan akan digelar di Bali. Hal itu diperkuat dengan sikap Big Daddy selaku promotor. Sebagai promotor, Big Daddy belum menyakatan sikap apa pun kepada media. Dari sebuah sumber, Big Daddy kabarnya tengah berusaha semampunya untuk tetap menggelar konser Lady Gaga.

Namun ketika hendak dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Big Daddy mendadak susah dihubungi. Sementara ormas FPI, melalui Habib Salim Alatas alias Habib Selon tetap menyatakan menentang dan menolak konser Gaga dimanapun konser itu digelar di Indonesia. "Kami tetap menolak keras," tegasnya saat dihubungi wartawan melalui telepon selular, Jumat (18/5).

FPI juga membantah pihaknya telah dilobi atau melakukan negosiasi dengan pihak promotor Lady Gaga. "Tidak ada itu. Sampai saat ini tidak ada lobi ataupun negosiasi dari promotor," tandas Habib Selon.

Meski menyatakan demikian, pihak FPI tetap akan menerima undangan dari pihak promotor jika ada keinginan untuk bertemu dari pihak promotor. "Kalau diundang kita pasti datang dong," cetus Habib.

Sikap FPI ini didukung mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama KH Hasyim Muzadi. Ia menilai langkah Polri yang tidak memberi izin bagi konser Lady Gaga adalah tindakan tepat. "Apa yang dilakukan Polri untuk tidak mengeluarkan izin konser Lady Gaga sudah tepat," kata Hasyim di Jakarta, Jumat (18/5).

Menurut dia, penyelenggaraan konser Lady Gaga tidak seimbang antara manfaat yang akan diperoleh dan kerugian yang harus ditanggung. Pengasuh Pondok Pesantrean Al Hikam di Malang dan Depok itu menjelaskan, kalau konser tersebut dipaksakan digelar tentu menguntungkan pihak yang berbisnis, namun ujung-ujungnya akan menambah beban stabilitas. "Dampaknya bukan terbatas masalah keimanan, tetapi juga masalah keamanan bahkan memperparah kerawanan perang budaya yang sedang berkecamuk di Indonesia," papar dia.

Hasyim menolak keras jika pelarangan konser Lady Gaga bertajuk "The Born This Way Ball" tersebut dianggap sebagai tindakan yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM). "HAM tidak bisa digunakan untuk hal-hal yang merusak serta menciptakan kerawanan," tandas kiai asal Malang itu.

Diramal Ricuh

Kekhawatiran Polri terjadi kericuhan konser Lady Gaga, rupanya ditanggapi positif paranormal Ki Kusumo. Kata dia, jika konser tetap akan berlangsung, bisa dipastikan Jakarta akan ricuh. Karena itu, menurut Ki Kusumo yang juga Ketua Umum Komando Pejuang Merah Putih (KPMP), semua pihak tidak bisa menyikapi secara pihak. "Kita harus bijak menyikapi, ngga bisa bicara sepihak. Sebagai ormas, KPMP tak ada keterpihakan, namun masalah ini melibatkan dua kubu besar, yang menginginkan dan menolak. Kalau bertemu pasti akan ribut dan berakhir ricuh. Toh polisi kan jelas-jelas tidak merekomendasikan konser tersebut," ujar Ki Kusumo saat dihubungi terpisah.

Ki Kusumo menilai, polisi punya alasan mendasar tentang larangan konser ini. Bukan cuma karena desakan FPI dan ormas-ormas lain yang mendesak untuk menolak, namun juga banyak elemen yang tak mau ada konser Lady Gaga. "Saya yakin Polisi bukan takut karena ada tekanan dari ormas saja, tapi banyak elemen masyarakat yang memang menolaknya. Nah, kita harus menghormati itu," sambung Ki Kusumo.

Sementara itu, Juru Bicara Istana Presiden Julian A Pasha mengakui adanya surat penolakan terhadap pelaksaan konser Lady Gaga. Meski begitu, Julian menyebut surat itu kemudian diserahkan kepada Kementerian Sekretariat Negara untuk selanjutnya diserahkan ke Polda Metro Jaya. "Memang ada surat penolakan dari beberapa ormas untuk pelaksanaan konser Lady Gaga yang ditujukan kepada Presiden, tapi kemudian diserahkan kepada Pak Sudi Silalahi selaku Menteri Sekretaris Negara," sebut Julian dalam perbincangan telepon, kemarin.

Diceritakan Julian, surat tersebut berisikan kekhawatiran jika konser bintang pop kontroversial asal Amerika Serikat itu tetap dilaksanakan maka potensi terjadinya kekacauan akan meningkat. "Mereka (ormas) khawatir akan meresahkan keamanan dan berpotensi ganggu keamanan."

Namun, Julian tidak menjelaskan ormas apa saja yang mengirimkan surat dan menolak kehadiran Lady Gaga itu. Julian juga tidak merinci kapan surat itu dikirimkan ke Presiden dan diserahkan kepada Mensesneg. "Setahu saya sekarang sudah diputuskan oleh Polda Metro Jaya yang tidak rekomendasikan pelaksanaan konser itu dilaksanakan," ujar Julian. n en

Berita lainnya
Tabrakan, Dua Motor Ludes Terbakar
Hakim Kalbar Selingkuhi 4 Wanita
Surabaya Masih Langganan Hujan
Ke Rumah Darin, Luthfi Minta Pijat
Masyarakat Bisa Langsung Pantau Pr...
Kartu BLT Tak Bisa Dijual
Pakde Sidak Pasar, Harga Naik-Turun
PDDI Jatim Gelar Donor Darah Mass...
Kembali Masuk Nominasi Adipura Ken...
AKBP Anom Wibowo Cangkrukan dengan...
Mertua Ancam Penggal Kepala Eyang...
Warga Korban Lumpur Hentikan Aktif...
Petani Tewas Tersengat Jebakan Tik...
Suasana Setia Terbakar Di Pelabuhan
Pemerintah Resmikan Pembangunan Em...
Potensi Jawa Timur :
  • Kab. Bangkalan
  • Kab. Banyuwangi
  • Kab. Blitar
  • Kab. Bojonegoro
  • Kab. Bondowoso
  • Kab. Gresik
  • Kab. Jember
  • Kab Jombang
  • Kab. Kediri
  • Kab. Lamongan
  • Kab. Lumajang
  • Kab. Madiun
  • Kab. Magetan
  • Kab. Malang
  • Kab. Mojokerto
  • Kab. Nganjuk
  • Kab. Ngawi
  • Kab. Pamekasan
  • Kab. Pasuruan
  • Kab. Pacitan
  • Kab. Ponorogo
  • Kab. Probolinggo
  • Kab. Sampang
  • Kab. Sidoarjo
  • Kab. Situbondo
  • Kab. Sumenep
  • Kab. Tuban
  • Kab. Tulungagung
  • Kab. Trenggalek
  • Kota Batu
  • Kota Blitar
  • Kota Kediri
  • Kota Madiun
  • Kota Malang
  • Kota Mojokerto
  • Kota Pasuruan
  • Kota Probolinggo
  • Kota Surabaya
  • Copyright © 2012 surabayapagi.com