menu.jpg
 
Ketua PSSI Sudutkan Wisnu Wardhana

SURABAYA – Kasus dugaan penyelewengan dana APBD 2010 Kota Surabaya ke klub Persebaya Divisi Utama (DU) Rp 1,5 miliar, yang terungkap dalam hearing Komisi A DPRD Surabaya, masih menjadi misteri. Pasalnya, hingga kini Ketua Umum Persebaya DU Wishnu Wardana tetap puasa bicara, meski sejumlah pihak memojokkan pria yang juga Ketua DPRD Surabaya ini.

Selasa (6/7) kemarin, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini ikut angkat bicara terkait persoalan itu. Risma mengaku tidak mengetahuinya secara pasti aliran dana tersebut. Yang jelas, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya sudah mengalokasikan anggaran sesuai dengan edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri).Salah satu aturannya, anggaran tidak boleh dipergunakan untuk mendanai tim atau organisasi profesional.

“Berikan semuanya ke KONI (Komite Olahraga Nasional Indonesia) Surabaya, tidak tahu,” ungkap Risma ketika ditanya apakah anggarannya ada yang digunakan Persebaya DU.

Menurutnya, sekarang pembuatan Surat Pertanggung jawaban (SPj) berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya SPj dibuat Pemkot Surabaya, sekarang SPj dibuat di masing-maasing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), termasuk di KONI Surabaya. “Anggarannya paling sekitar Rp 35 miliar di KONI. Saya lupa pastinya,” kata Risma.

Dalam membuat laporan, lanjutnya, masing-masing SKPD atau penerima dana hibah wajib menggunakan jasa audit independen. Laporan yang disusun akuntan independen itulah yang nantinya diserahkan ke Pemkot Surabaya. Adapun bentuk laporannya secara global. Misalnya, laporan anggaran yang diperuntukkan cabang olahraga (cabor) renang berapa, anggaran PSSI berapa dan sebagainya. Sedangkan mengenai detail penggunaan dana di masing-masing cabor tidak dimasukkan dalam laporan.

“Yang untuk profesional tidak tahu. Tidak nampak dalam audit. Koni kan wajib buat laporan yang diaudit akuntan independen, itu yang dilaporkan,” tandasnya.

Ketua Persatuan Sepakbola (PSSI) Surabaya Cholid Guromah membenarkan adanya pencairan dana Rp 1, 5 milyar untuk Persebaya DU. Dana itu diambil dari dana Pencab PSSI yang dipimpin Wisnu Wardhana. “Pada waktu itu ketua PSSI-nya khan WW (Wisnu Wardhana, red) sendiri, jadi dana dari KONI ke PSSI trus ke Persebaya,” ungkap Cholid yang dikonfirmasi terpisah.

Cholid menjelaskan pihaknya tidak mengetahui sama sekali alur pencairan anggaran tersebut. Sebab, semua pencairan dilakukan ketika dirinya belum menjabat sebagai ketua Pengcab PSSI Surabaya. “Yang mengesahkan kepengurusan PSSI Wisnu Wardhana khan PSSI Jatim pada waktu itu, sehingga KONI berani mencairkan anggaran,” terangnya.

Ketika disinggung nanti laporan pertanggungjawabannya kemana, mantan manajer Persebaya ini mengatakan, laporan pertaanggungjawabannya langsung ke KONI Surabaya. Sebab, pihaknya tidak ingin terlibat dalam polemik ini. “Laporannya langsung ke KONI Surabaya,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Surabaya Wishnu Wardana saat ditemui usai sidang paripurna di gedung DPRD Surabaya masih saja tak mau berkomentar. “Saya puasa (bicara), saya puasa,” jelasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, jajaran pengurus dan pemain Persebaya DU yang belum mendapatkna gaji 9 bulan kian resah dengan beredarnya kabar ada dana Rp 1,5 miliar dari APBD tahun 2010 Kota Surabaya untuk klub ini. Namun kemana dana tersebut dan untuk apa penggunaannya, pengurus Persebaya DU tidak ada yang mengetahuinya secara pasti. Dikhawatirkan dana itu benar-benar sudah cair dan diselewengkan WW.

“Semua kwitansi pengeluaran sudah diserahkan ke Wishnu. Dikhawatirkan untuk pertanggung jawaban Rp 1,5 miliar itu,” ujar Sekretaris Persebaya DU Wastomi.

Wastomi mengatakan semua pengurus Persebaya tidak mengetahui sama sekali soal pencairan dana Rp 1, 5 miliar dari KONI ke Persebaya yang melakoni kompetisi di divisi utama. “Bahkan kami tahunya dari media masa, ” tuturnya.

Masih menurut Wastomi, pihaknya pernah memberikan semua kuitansi pengeluaran Persebaya senilai hampir Rp 600 juta. Namun uangnya tidak pernah diberikan oleh Wisnu Wardhana. “Nanti kalau ada dalam laporan KONI kuitansi yang saya berikan, maka akan saya laporkan, karena itu sudah penggelapan,” pungkasnya.

Sementara persoalan ini kian misterius, lantaran Ketua KONI Surabaya Heroe Poernomohadi sudah meninggal dunia pada 18 Mei lalu, beberapa saat selepas bermain bulu tangkis. Padahal, Heroe yang tahu pasti aliran dana tersebut. n ton

Berita lainnya
Bongkar, Korupsi Dinasti di Jatim
KPK Periksa 2 Saksi Suap Bangkalan
Kejati Kantongi Calon Tersangka Hi...
Foke dan Nur Alam Masuk Rekening G...
BPJS Rawan Dikorupsi
Kasus Bonaran Situmeang, KPK Peri...
Korupsi Bawaslu, Penyidik Terapkan...
Usut Jembatan Brawijaya , Polda Li...
Disidik tak Kooperatif, KPK Akan M...
Desak KPK Jerat Fuad Amin Pasal TP...
Wajah Para Koruptor Hiasi Museum N...
Menteri Era Mega Dibidik Skandal B...
Bupati Lobar Jadi Tersangka, Golka...
KPK Bidik Rekening Gendut Dua Gube...
KPK Larang PNS Terima Hadiah
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  79