menu.jpg
 
“Kami Tukang Gigi Profesional”

SURABAYA - Perkumpulan Tukang Gigi Indonesia (PTGI) Jatim berunjuk rasa di depan kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Jatim. Mereka menuntut agar Permenkes No 1871 tahun 2011 dicabut, Selasa (26/6/2012). Peraturan tersebut dianggap telah mematikan profesi mereka. Padahal kata mereka, setiap ada keluhan ataupun penyakit mulut yang muncul pasca pemasangan gigi palsu selalu ditanggapi profesional. "Ada yang menyebarkan isu pemasangan gigi palsu mengakibatkan penyakit mulut. Penyakit apa? Kalaupun ada keluhan misalnya rasa ganjel, pasti kami tanggapi secara profesional sampai pelanggan puas," kata tukang gigi asal Pasuruan, Thomas Suroso (40) saat ikut unjuk rasa di depan kantor Dinkes Jatim Jalan Ahmad Yani kemarin.

Thomas sendiri menjelaskan, keahliannya membuat dan memasang gigi palsu telah turun temurun dari ayah dan kakeknya. Dia mengunakan bahan Falplas dan Acrilic yang bisa dilepas dan aman. Tidak menyebabkan penyakit mulut. Kalaupun memang terbukti benar ada penyakit mulut pasca pemasangan gigi palsu, lanjut dia, para tukang gigi ini berani dibina oleh Dinkes Jatim. Hal yang sama juga dikatyakan oleh Sindu (40) tukang gigi yang beroperasi di Surabaya. "Jangan tiba-tiba kami tidak boleh membuka usaha gigi palsu. Lalu kami harus makan apa, keluarga kami juga butuh uang untuk hidup," lanjut dia.

Harga yang terjangkau seringkali membuat para pemesan gigi palsu lebih memilih pesan kepada tukang gigi dibanding dokter gigi. Per biji, gigi palsu dihargai Rp 50 ribu. Sementara bila pesan ke dokter gigi, per biji dihargai minimal Rp 400 ribu. Sindu mengungkapkan, tidak jarang dia mendapat klien yang berasal dari pegawai negeri maupun pensiunan TNI. "Profesi ini sudah turun temurun, tidak pernah ada komplain yang tidak bisa kami atasi," tambah Dadri (42), tukang gigi di Waru, Sidoarjo. (Dk)

Berita lainnya
Urusan Polri, Istana Terusik
SDA Acak-Acak PPP Jawa Timur
SDA Acak-Acak PPP Jawa Timur
Jokowi Buka Kartu
Bawaslu Sepakat Pilkada Serentak D...
Jokowi Terancam Impeachment
Tak Takut dengan Komjen Budi Maupu...
4 Komisioner KPK Bermasalah
Presiden Isyaratkan Polri Usut BW
PPP Usung Kader Sendiri di Pilkada
Save KPK, PPM Galang Tandatangan
Bambang Ditangkap, Mantan Wakapolr...
Pilkada Sistem Satu Paket Lebih Be...
Samad, Digoyang Sekjen PDIP
Samad dan Widjoyanto, Dilaporkan k...
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  224