menu.jpg
 
Tarif Rp 27.500,00 Short-time, Sudah Dapat Kondom

Kasus terbunuhnya Fitria Sari (29), warga Jojoran I /93c Surabaya, di sebuah hotel di Pantai Ria Kenjeran, Sabtu 24/10) lalu, seakan membongkar praktik mesum di hotel milik Setijadi Yudho, yang dikenal memiliki beberapa hotel short-time di Surabaya. Seperti apa praktiknya?

Tim Surabaya Pagi, SURABAYA

Siapa yang tak kenal dengan Pantai Ria Kenjeran? Siapa juga yang tak tahu kalau di lokasi wisata di Surabaya timur ini juga disediakan hotel yang khusus diperuntukkan pasangan muda hingga tua untuk bermesum ria dengan tarip murah. Jika syahwat tak tertahan lagi dan dana cekak, hotel milik Setijadi Yudho, pengusaha yang sering ke Pengadilan Negeri Surabaya, adalah pilihannya.

Di Kenjeran yang juga dekat tempat ibadah, ada dua komplek hotel di lokasi yang selama ini dipromosikan tempat wisataKenjeran Baru . Satu di sebelah selatan dan satu lagi di sebelah utara. Hebatnya, kedua komplek hotel ini tak pernah sepi penyewa kamar. Terutama Sabtu, Minggu dan hari libur. Meski terpisah, namun fasilitas dan harga dua kompleks hotel mini ini relatif sama.

Hotel mini alias motel di Kenjeran itu, tarif sewanya mulai Rp 27.500 hingga Rp 75.000 per delapan jam. Lantaran hanya menyediakan waktu menginap antara enam-delapan jam, makanya hotel ini kerap disebut hotel short time. Sementara untuk tarif masuk ke kompleks wisata Kenjeran sendiri, juga sangat murah. Yakni untuk pejalan kaki Rp 2.500, sepeda motor dengan dua penumpang Rp 5.000 dan mobil dengan dua penumpang Rp 7.500.

Hanya berbekal KTP, SIM atau identitas lainnya, Anda dapat membayar langsung ke resepsionis. Tanpa pengecekan lain, Anda langsung dapat masuk ke kamar hotel dengan dibekali kunci. Artinya Anda tidak perlu ditanya surat nikah. Disana, Anda boleh semaunya, making love atau vuma tidur-tiduran.

Memasuki gerbang hotel ini, jangan kaget jika harus antre dengan banyak pasangan lainnya. Apalagi jika di hari libur seperti Sabtu dan Minggu. Bahkan seringkali full booked. Alhasil, mereka yang sudah telanjur ke sana, harus menunggu pasangan lainnya check out dulu atau menunggu di bilik-bilik dekat pantai yang nuansanya temaram.

“Biasa, ya begini ini kalau liburan, terlambat sedikit, gak kebagian kamar,” gerutu Andi yang mengaku sebagai mahasiswa asal Semolowaru yang datang bersama kekasihnya bernama Ninik yang juga mahasiswa.

Cara untuk menginap di hotel ini sangat sederhana. Tak heran, dari pelajar, mahasiswa hingga buruh pabrik menjadi pelanggan tetap hotel mini ini. “Pilih kamar apa, tinggal Mawar sama Edelweis,” tanya seorang receptionist dengan wajah ketus pada Surabaya Pagi, Sabtu malam (24/10) Ya, di hotel ini, klasifikasi kamar dibedakan dengan memakai nama bunga. Ada Melati, Mawar dan Edelweis.

Melati adalah yang paling murah. Dengan tarif Rp 27.500, penyewa dapat mendekam di hotel dengan pasangannya selama 8 jam. Fasilitas di dalamanya, satu spring bed yang sudah kumal, kamar mandi tanpa bak mandi. Hanya ada timba dan gayung.

Sementara Edelweis, tarifnya Rp 75.000 per delapan jam. Ruangannya lebih luas, ada bathtub dalam kamar mandi dan ber-AC.

Setelah melakukan transaksi di resepsionis, pelanggan akan diberi kunci dengan gantungan bertuliskan jenis dan nomor kamar serta sabun kecil sebagai pelengkap. Asal tahu saja, resepsionis juga menyediakan makanan minuman serta kondom. Jadi, jelas kalau hotel tersebut memang diperuntukkan untuk esek-esek.

“Sekalian Sutra (sebuah merek kondom,red)-nya yang sachet, satu bungkus,” tegas seorang pria paruh baya di sebelah Surabaya Pagi pada resepsionis, yang tampak menggandeng gadis lebih mudah darinya.

Untuk kamar Melati, tidak disediakan garasi. Sehingga pasangan yang memakai motor, langsung sekaligus memasukkan motor mereka dalam kamar. Bagi yang memakai mobil terpaksa harus diparkir di luar, sehingga mobilnya bisa dilihat banyak orang. Disana juga tidak disiapkan kemul mobil. Jadi jika Anda sering ke hotel mesum ini memakai mobil, hati-hati jika mobil dan plat nomor Anda dikenali relasi atau kawan yang kebetulan juga bermesum di sana.

Namun, pilihan lebih aman bagi pengguna mobil adalah kamar Edelweis. Sebab dengan harga lebih mahal, kamar juga dilengkapi dengan garasi yang juga ada penutupnya. Jadi, dari luar, mobil tak akan bisa terlihat orang lain. Anda mau coba?. n

Berita lainnya
Guru Bahasa Inggris Cabuli 12 Bocah
Pemutihan Denda PKB Mulai 1 Desemb...
Surabaya Menyengat
Suhu Guntur : Louis Bukan Suhu Ben...
Setelah Risma, Ahok dan Ganjar Diu...
Rebut Kembali TPI, Tutut Hadapi Ha...
Ajak 40 Sanak Famili dari Belitung...
Purabaya Normal, Pelabuhan Perak L...
Baru 1.500 Pedagang Teken Surat Pe...
Soal UMK, Pemprov Tunggu Pusat
Warga Surabaya Terancam Keleleran
Polisi Siaga Satu Hadapi Demo BBM
Organda DKI: Tarif Angkot Naik 30...
Waduh, NU Halalkan Aborsi
FPI Tolak, MUI Dukung Ahok Gubernu...
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  72