menu.jpg
 
Belajar di Google, Bobol 25 ATM BCA

Laporan : Alqomar

SURABAYA (Surabaya Pagi)- Rudi Herman (34) kaget bukan kepalang saat disergap anggota Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, di sebuah mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank Central Asia (BCA) di Indomart Jl. Brebek Sidoarjo. Arek Tanggulangin Sidoarjo ini beberapa kali berhasil mengecoh polisi dan pihak bank. Selama ini pun aksinya aman-aman saja di berbagai kota, seperti Surabaya, Sidoarjo, Malang, Solo, Semarang, dan Jogjakarta.

Rudi Herman tak sendiri. Ia diringkus bersama dua rekannya asal Lampung Tengah (Sumatera), yakni Irfan Yusa (23) dan Vivit Candra (30). Rudi dan Vivit ini ternyata kakak beradik. Sedikitnya, sudah 25 mesin ATM yang dibobol. Terakhir, aksi mereka sebuah mesin ATM BCA yang ada di Indomart Jl. Brebek, Sidoarjo, Selasa (2/7) lalu. Saat itu pula, mereka ditangkap polisi yang memburunya dalam setahun ini.

Dari pengakuan tersangka, mesin ATM BCA di Indomart Jl. Brebek, Sidoarjo ini dibobol 15 kali. Kemudian, enam kali mesin ATM BCA Malang, dua kali mesin ATM BCA Solo, sekali mesin ATM Jogjakarta, dan mesin ATM BCA Pandaan. Dalam setiap aksinya, Rudy bertindak eksekutor. Sedangkan dua pelaku lainnya menjaga agar tidak ketahuan.

Yang membuat polisi tercengang, Rudy ternyata hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Bahkan, tersangka mengaku melakukan aksinya itu belajar secara otodidak (belajar sendiri) dari internet dengan cara searching dari mesin pencari Google.

"Saya cari di Google, lalu saya pelajari," cetus Rudi Herman disela-sela pemeriksaan di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (7/7). "Pernah nggak berhasil dan kartunya (ATM) tertelan," lanjutnya.

Ia juga mengakui menggunakan nama identitas orang lain di kartu ATM-nya. Caranya, orang tersebut disuruh mendaftar membuka rekening baru di bank hingga mendapatkan kartu debet. Kemudian, kartu debet dan buku rekening orang itu diminta kembali. "Saya berikan uang Rp 1.250.000 untuk membuka rekening. Kemudian, orang yang saya tawari, saya beri uang Rp 600 ribu," jelasnya.

Dari hasil kejahatannya, uangnya digunakan untuk kebutuhan anak dan istrinya serta ditransfer ke keluarganya yang berada di Lampung Selatan. "Saya kirimkan juga ke keluarga. Saya ini kakak dan menghidupi adik-adik saya (di Lampung Selatan)," terang Rudi yang berasal dari Lampung Selatan tapi tinggal di Tanggulangin, Sidoarjo.

Dari ketiga tersangka ini, polisi mengamankan barang bukti sebuah mobil rental Toyota Avanza warna putih. Sepeda motor Honda Spacy warna putih. Uang tunai Rp 12,5 juta. 1 unit laptop, dan puluhan kartu ATM dari berbagai bank seperti BCA, Permata, Danamon, CIMB Niaga dan berbagai bank lainnya.

Namun, pihak bank BCA yang melaporkan kerugian akibat aksi tersangka ini mencapai Rp 265 juta. Sedangkan bank lainnya masih belum diketahui kerugiannya, karena belum ada yang melapor. "Awalnya pihak Bank BCA mencurigai adanya transaksi yang tidak wajar. Kemudian melaporkan ke kita. Tim dari resmob dan BCA bekerjasama selama 2 bulan untuk menyelidikinya," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Setija Junianta.

Modus operandi yang dilakukan tersangka ini cukup sederhana. Tersangka memasukkan kartu debit ATM ke dalam mesin ATM. Tersangka lantas melakukan penarikan debit maksimal nominal Rp 1.250.000. Kadang menarik sampai Rp 2.500.000.

Ketika proses loading, kartu debit ATM tersebut keluar dari mesin ATM yang disusul dengan uang tunai yang ditarik sesuia dengan permintaannya. Ketika uang keluar dari mulut lubang mesin ATM, tersangka langsung mencabut stop kontak listrik mesin ATM itu. Saat posisi mesin ATM off, tersangka menarik paksa uang tersebut. Setelah berhasil, tersangka menghidupkan kembali mesin ATM dan mengecek kembali saldonya yang tidak berkurang.

"Kadang sehari bisa transaksi 1 sampai 2 kartu ATM," cetus Kombes Setija. Saat proses penyelidikan, aku Setijam polisi sempat mengalami kesulitan. Pasalnya, tersangka menggunakan nama lain di rekeningnya. "Kartu ATMnya asli. Cuma tersangka menggunakan nama orang lain," lanjutnya.

Menurut Setija, aksi yang dikalankan Rudy Cs termasuk modus baru mencuri uang dari ATM, dengan cara mematikan power listrik ATM dengan mencabut sakelar. "Ini tergolong modus baru, karena sejauh ini belum ada tersangka yang membobol dengan mangakali mesin ATM," kata Setija Junianta.

Kata Setija, tersangka melakukan aksinya sejak setahun lalu. Tersangka ini berhasil ditangkap setelah memancing tersangka. Pihak bank memancingnya dengan mempermudah atau meletakkan stop kontak listrik mesin ATM yang mudah dijangkau, di ATM BCA di Indomaret Brebek.

Kenali Modusnya Agar tak Jadi Korban

Tak perlu pintar-pintar amat untuk membobol ATM dan bank. Lulusan SMP pun bisa, seperti dilakukan jaringan Rudi Hermawan, pria 34 tahun asal Lampung yang tinggal di Sidoarjo. Tak hanya mengandalkan teknologi, tapi juga kecerdikan. Agar anda tak menjadi korban, kenali modus-modusnya.

Rudi Hermawan Cs mampu membobol ATM BCA setelah belajar melalui kemajuan teknologi, yakni hanya dengan “Mbah Google” (google.com). Dengan memakai cara memutus stop kontak ATM ketika uang keluar, mereka mampu menyikat ratusan juta rupiah.

Lain padang lain belalang, lain orang lain pula modusnya. Seperti dilakukan Fendi dan Ali, tersangka pembobol ATM asal Jakarta Selatan yang tertangkap Polsek Metro Cilandak, 7 Mei 2013. Fendi dan Ali memiliki cara yang berbeda. Kedua orang itu memanfaatkan minyak rambut dan tusuk gigi untuk menjebak mangsanya di mesin ATM.

Dengan membuat jebakan dengan mengoleskan minyak rambut di mulut lubang mesin ATM, kemudian memasukkan tusuk gigi ke dalamnya sebagai ganjalan. Dengan begitu, kartu ATM orang yang hendak melakukan transaksi tersangkut. Setelah itu mereka bermaksud menolong korban dengan menanyakan PIN korban.

Saat pura-pura menolong itu, mereka mengatakan kepada korbannya bahwa kartu ATM telah tertelan mesin dan meminta korbannya untuk pergi ke bank terdekat untuk meminta bantuan. Dan habislah sudah saldo korban dilahap mereka berdua.

Selain cara-cara itu ada juga modus pembobolan ATM hanya dengan alat sederhana berupa kertas plastik ( kertas yang permukaannya berlapiskan plastik ) seperti kertas bukti transaksi ATM. Para pembobol ATM ini bisa dengan mudah melakukan kejahatannya. Para nasabah yang ingin mengambil uangnya melalui ATM terpaksa gigit jari melihat kartu ATM-nya seakan tertelan pada mesin ATM. Pada saat mereka melakukan pelaporan ke pihak Bank, ternyata uang mereka telah berkurang dalam jumlah yang besar.

Pelaku kejahatan dengan modus ini cara kerjanya adalah menyiapkan kertas plastik dan dibentuk sebesar kartu atm atau lebih kecil. Kemudian, mengikat ujung kertas tadi dengan benang yang sangat halus dan nyaris tak terlihat. Pelaku cukup menunggu di luar sampai adanya korban yang terjebak.

Ketika kartu ATM korban dimasukkan dan setelah si korban menekan nomor PIN, maka kertas plastik tersebut menghalangi pendataan mesin ATM sehingga seolah-olah mesin atm menelan kartu si korban. Jika korban pergi meninggalkan mesin ATM, saat itulah si pembobol masuk dan menarik benang yang telah terikat pada kertas plastik tadi. Lalu, mesin ATM kembali bisa membaca kartu yang telah dimasukkan dengan nomor PIN yang telah diketikkan si korban. Penjahat pun dengan leluasa meguras isi saldo tanpa perlu tahu nomor PIN target pembobolan.

Modus lainnya dengan menggunakan alat tambahan yang disebut ATM Skimmer atau alat untuk mengkopi data secara magnetik. Modus ini pernah menggegerkan Jakarta, Bali dan sejumlah kota lain di Indonesia. Dalam ATM skimmer itu terdapat empat perangkat alat yang bisa dibongkar pasang, ditambah dua gulungan kabel. Ada pula beberapa kartu seukuran ATM berwarna putih. Diduga kartu-kartu itu siap menjadi kartu jiplakan ATM yang akan digandakan.

Dari empat perangkat itu terlihat satu perangkat berbentuk persegi panjang putih, satu slot tempat memasukkan kartu, satu kotak seperti adaptor, dan satu lempeng seperti alas mesin.

Menurut ahli forensik IT Ruby Alamsyah, satu set perangkat itu bisa dipasang di beberapa mesin ATM dan berpindah-pindah. Setelah itu datanya dikumpulkan dan digunakan untuk penggandaan kartu ATM. Dengan kartu ATM hasil penggandaan ini, pelaku bebas menguras menguras ATM nasabah sesuka hati. Selain alat skimmer untuk mencuri data magnetic, ada juga pelaku yang menggunakan kamera pengintai (spycamera).

Alat skimmer ditempel di mulut ATM tempat memasukkan kartu. Alat ini biasanya dibuat dari gipsum dan didesain cocok dengan bentuk ATM. Warnanya pun disesuaikan dengan warna ATM. Sementara untuk mengenali kamera, biasanya pelaku memasang di badan ATM atau di sekitarnya. Kamera spycam ukurannya tipis dan memanjang sehingga bisa ditempel di atas atau samping tombol untuk mengetik PIN. Tempat lain yang perlu diwaspadai adalah kotak di samping ATM yang biasa dipakai untuk menaruh leaflet.

Kata Ruby, pokoknya semua yang mengarah ke tombol untuk mengetik PIN harus diwaspadai. Namun, untuk meyakinkan ATM aman, menurut Ruby, pilih ATM yang dijaga petugas satpam atau keamanan. Sebisa mungkin hindari ATM yang terbuka dan ATM lama.

Tips lain agar terhindar korban pembobolan ATM modus ini, maka perlu cek terlebih dahulu mesin ATM yang akan kita gunakan. Segera kenali benda-benda yang dirasa mencurigakan dengan cara melaporkan pada security yang bertugas. Jangan memilih mesin ATM yang sedang sepi, karena biasanya di sanalah modus bobol ATM ini dilakukan. Sementara itu Bank Indonesia juga mengimbau BI nasabah untuk mengganti PIN secara berkala. (dari berbagai sumber)

Berita lainnya
Blokade Suramadu, Polri Tangkap Pe...
Jual Cewek Rp 10 Juta, Mucikari Pa...
Peningkatan Prestasi Melalui CPDL
Musnahkan 343 Gram Sabu
Spesialis Jambret Dimassa
66 Terpidana Mati Narkoba Tunggu E...
Tahanan Pengedar Narkoba Dihukum B...
Terdakwa Umroh Abal-abal Meradang
Dua Rampok Indomart Tewas Ditembak
Kasus Videotron, Anak Menkop Jadi ...
PRT Curi Travo
WNA Hongkong Selundupkan Sabu Rp...
Batu Menir Siap Kirim Dicuri
Rekan Dipukuli Satpam, Ratusan PP ...
Pengacara Nyambi Jualan Sabu
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  105