menu.jpg
 
Hak Asuh Anak dalam Perceraian

Pertanyaan :
Saya dalam proses perceraian dengan istri saat ini. Kami memiliki seorang putra berusia 3,5 tahun. Kami berdua benar-benar tidak cocok satu sama lain, selalu bertengkar karena istri saya orangnya terlalu egois dan tidak pernah menghargai suami. Dan sekarang istri bersikukuh ingin mengasuh anak. Apakah yang bisa saya lakukan agar bisa mendapat hak asuh atas anak? Karena saya khawatir apabila anak diasuh istri. Terimakasih.

Suherman
Surabaya

Bapak Suherman, yth
Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak yang telah bergabung dalam Rublik Klinik Hukum Harian Surabaya Pagi. Mengenai persoalan yang bapak alami, dengan data terbatas yang Bapak berikan ijinkan saya menjawab sebagai berikut:
a. Menurut pasal 38 Undang-undang No. 1 tahun 1974 tentang Perkawinan, perceraian adalah salah satu sebab putusnya perkawinan. Perceraian hanya dapat dilakukan di depan sidang pengadilan setelah pengadilan berusaha dan tidak berhasil mendamaikan kedua belah pihak (pasal 39 ayat 1). Selanjutnya dalam pasal 39 (2), untuk melakukan perceraian harus ada cukup alasan bahwa antara suami dan isteri itu tidak akan dapat hidup rukun sebagai suami isteri. Di dalam penjelasan pasal 39 Undang-undang no 1 tahun 1974 jo pasal 19 peraturan Pemerintah no 9 tahun 1975 butir f salah satu alasan perceraian adalah antara suami dan isteri terus menerus terjadi perselisihan dan pertengkaran dan tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangga. Nampaknya alasan inilah yang dapat Bapak pakai sebagai alasan untuk mengajukan perceraian.

b. Salah satu akibat putusnya perkawinan karena perceraian adalah tentang pengasuhan anak. Memang dalam pasal 41 Undang-undang no 1 tahun 1974 baik Bapak /Ibu sama-sama mempunyai hak, memelihara dan mendidik anak-anak semata-mata berdasarkan kepentingan anak. Bilamana ada perselisihan mengenai penguasaan anak maka pengadilan dapat memberi keputusan kepada siapa hak penguasaan anak itu akan diberikan. Selanjutnya dalam pasal 24 PP no 9 tahun 1975 selama berlangsungnya gugatan perceraian atas tergugat, pengadilan dapat menentukan hal-hal yang perlu untuk menjamin pemeliharaan dan pendidikan anak.

c. Mengingat putera Bapak masih berumur 3,5 tahun maka biasanya hak pengasuhan akan diberikan kepada ibu,kecuali dapat dibuktikan bahwa ibu tidak dapat mengasuh puteranya dengan baik karena petimbangan tertentu. Ada baiknya Bapak bermusyawarah dengan ibu untuk hak pengasuhan anak ini, agar putera Bapak tetap dapat tumbuh kembang dengan baik.
Demikian jawaban saya, semoga Bapak diberi jalan keluar yang terbaik untuk mengatasi persoalan keluarga Bapak. Terima kasih

Berita lainnya
Mafia Tanah Berwajah “Seribu”
Bupati Berharap PPIP Berjalan Sesu...
Mengecek Keaslian Sertifikat Tanah
Bos PT Golden Shines (Edward Ho) p...
2012 PAD Kota Probolinggo Naik Men...
Belum Ada Perjanjian, UM Tak Bisa ...
Keabsahan Perkawinan di USA
Kekuatan Pembuktian, Perjanjian Ha...
Gugat Cerai Karena Suami Pindah Ag...
Suami Ingin Beristri Lagi
Sertifikat Hak Milik Atas Nama Org...
Namanya Digunakan dalam Akta Anak ...
Pengembang Real Estate Wanprestasi...
Tak Bisa Menuntut Dinikahi Pria Be...
Hak Kepemilikan Tanah oleh Warga N...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  86