menu.jpg
 
Kombes Coki Bungkam

SURABAYA- Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Coki Manurung memilih bungkam, menyusul kabar dirinya yang bakal dimutasi ke Mabes Polri. Namun, pakar hukum administrasi dan hukum kepolisian Universitas Bhayangkara Prof Dr Sadjijono SH, Mhum menyatakan, jika pemutasian Kapolrestabes itu benar, maka bisa dinilai apakah hal itu sebagai prestasi atau karena kesalahan.

Kombes Pol Coki Manurung yang dihubungi berkali-kali melalui ponselnya 081330752xxx, Senin (5/9), tidak diangkat. Begitu juga ketika dikonfirmasi via SMS juga tidak ada jawaban. SMS itu berbunyi, “Selamat malam, Ndan..Saya wartawan Surabaya Pagi mau konfirmasi kabar yg menyebut Bapak mau dimutasi ke Mabes, bgmn tanggapan Bapak? Trims.” Sayangnya, hingga berita ini diturunkan, belum juga ada balasan dari mantan Direskoba Polda Jatim ini.

Meski begitu, Wakapolrestabes AKBP M. Iqbal menyatakan bahwa kabar mutasi Kombes Coki Manurung itu tidak benar. Apalagi, hanya dikaitkan dengan kaburnya 3 tahanan Polsek Wonokromo. “Bohong itu. Tidak benar. Kata siapa mau dimutasi? Lha ketiga tahanan yang kabur itu sudah ditangkap semuanya kok. Jadi tidak ada namanya proses mutasi,” tandas Iqbal yang dikonfirmasi terpisah.

Bahkan, lanjut Iqbal, kasus tiga tahanan yang kabur justru mendapat perhatian khusus dari Kapolrestabes. Sehingga, tiga tahanan tertangkap dalam waktu cepat. “Berita itu hanya isu,” tegas mantan Kapolres Sidoarjo dan Gresik ini.

Meski begitu, Prof Dr Sadjijono tetap menanggapi soal kabar pemutasian Kombes Coki Manurung ke Mabes Polri. Menurutnya, pemutasian itu ada dua sebab, yakni mutasi karena suatu prestasi (promosi), yang diiringi peningkatan jabatan atau pangkat yang lebih tinggi. Kedua, mutasi yang dikarenakan suatu kesalahan. “Yang terjadi pada Kapolrestabes seperti apa?” cetus Sadjijono.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kombes Pol Coki Manurung bakal dimutasi ke Mabes Polri. Hanya saja, di Mabes Coki tak mendapatkan jabatan strategis. Bahkan, pangkatnya pun tidak serta merta menjadi Brigjen, tapi tetap dengan pangkat Kombes.
Ini berbeda dengan pendahulunya, seperti Ike Edwin atau Ronny F Sompie yang langsung menempuh Sespati, seiring dengan tugas barunya di Mabes Polri.

Dalam catatan Surabaya Pagi, ada beberapa persoalan di Polrestabes Surabaya selama dipimpin Kombes Coki Manurung. Awal April 2011 lalu, Coki Manurung dilaporkan ke Propam Polda oleh civitas akemika ITATS kubu Ir Ari Saptono. Kapolrestabes Surabaya dituduh melakukan intervensi, karena membubarkan rapat senat ITATS.

Persoalan lain, terungkapkan dugaan praktik pungli di tahanan Polrestabes. Lalu, belum jelasnya kasus dugaan korupsi bimbingan teknis yang diduga melibatkan pimpinan DPRD dan sejumlah anggota dewan lainnya. Meski sudah memeriksa saksi-saksi, tapi hingga kini belum juga menetapkan tersangka.

Paling gres, kaburnya 3 tahanan Polsek Wonokromo pada Sabtu (3/9) lalu. Peristiwa tahanan kabur di jajaran Polrestabes Surabaya, kejadian ini adalah yang kedua kalinya. Sebelumnya, 3 tahanan Polsek Rungkut juga sempat melarikan diri, meski akhirnya bisa diringkus kembali.

“Meski mutasi yang dikarenakan suatu kesalahan, itu pun harus melalui beberapa proses. Misalnya, terkait disiplin dan kode etik Kepolisian. Mutasi tidak bisa dilakukan semena-mena. Jika tanpa melalui procedural, tentu mengandung muatan politik, atau dengan kata lain mencari kesalahan orang lain,” papar Sadjijono.

Dia menjelaskan, kelalaian seorang pimpinan Kepolisian tidak harus selalu dijadikan kesalahan pokok. Tapi harus dilihat dulu prestasi yang dia peroleh sebelumnya. “Ironis jika seorang dihukum karena suatu kesalahan tanpa memandang prestasi sebelumnya,” terang dia.

Dalam peraturan pemberian hukuman sekarang ini, terutama di instansi Kepolisian sudah tidak seperti dahulu lagi. Kata Sadjijono, jika dulu ada kesalahan maka komandannya yang disalahkan. Tetapi peraturan baru, tidak hanya pemimpin yang salah, tetapi pemimpin dan anak buah yang saat itu bertugas juga harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. n tim

Berita lainnya
400 Ribu Buruh di Jatim di-PHK
Fuad: Mafia tak Hanya di Tanjung P...
Orang Gila Capai Ribuan
Pangdam: TNI Terus Kawal Swasembad...
1.600 Hektare Padi di Jatim Puso
Kasus Dwelling Time Ditarget Seles...
Kodam Brawijaya Bantu Wujudkan Swa...
Ratusan Calhaj Belum Pegang Visa
Garansi Ketersediaan Sapi Potong u...
Website Habiskan Rp 140 M, Puan Ja...
Langsung Dibajak Hacker
Diberi Rp 10 Juta, 61 PSK Bingung
Kebakaran Gunung Lawu Ulah Pencari...
Status Gunung Raung Waspada
Permainan Pelindo, Dibongkar Mente...
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  124