menu.jpg
 
Bonek-Suporter Deltras Bentrok

MOJOKERTO – Tewasnya tiga supporter usai laga Persib Bandung dan Persija Jakarta, ternyata tak membuah pendukung tim sepakbola lainnya sadar diri. Buktinya, sejumlah supporter Deltras Sidoarjo diserang ratusan pemuda berkaus Bonekmania (pendukung Persebaya) di Desa Kemantren Kecamatan Gedeg, Mojokerto, dinihari kemarin. Akibatnya, tiga orang Deltamania (pendukung Deltras) terluka parah dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Kejadian itu setelah Deltamania nonton pertandingan langsung Deltras melawan Persela Lamongan. Para fans fanatik Persebaya ini dengan berseragam kaus hijau menghadang laju kepulangan supporter Deltras dengan menggenggam pedang dan batu. Tak pelak, tawuran pun tak terhindarkan. Lantaran kalah jumlah, suppoter Deltras banyak yang terkapar. Sedikitnya ada tiga supporter Deltras yang harus dilarikan dan menjalani perawatan intensif di RS Mutiara Hati, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Ketiganya harus dirawat lantaran mendapat luka yang cukup parah, di antaranya Ahmad Yakaria (16), warga Kecamatan Wonoayu, Kabupaten Sidoarjo dengan jari tangan putus. Rendra (16), warga Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo mengalami robek bagian mulutnya serta Rino Yulianto (20), warga Jalan Hang Tuah, Kabupaten Sidoarjo mengalami luka robek di bagian punggung. Ketiganya diduga mendapatkan luka akibat sabetan benda tajam.

"Pas kami hendak pulang ke Sidoarjo, di tengah perjalanan tiba-tiba ada ratusan Bonek yang menghadang kami. Kami sempat memberi perlawanan, tapi karena kami kalah jumlah dan tak bawa senjata seperti mereka, jadi kami harus menyerah dan akhirnya melarikan diri," ujar Rokim, salah satu supporter Deltras, Jumat (1/6).

Rokim juga mengatakan, meski ia beserta rombongannya sudah melarikan diri, tapi para Bonekmania tetap mengejar mereka sampai akhirnya diserang. ’’Tiga teman saya terluka, saya sendiri juga mengalami luka robek di lutut saya. Usai menyerang kami, mereka langsung pergi," jelasnya.

Kapolsek Gedeg AKP Andik Siswiyono mengatakan, usai aksi penghadangan dan aksi serang antar supporter di Desa Kemantren, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto, polisi masih menyelidiki. "Kita masih melakukan penyelidiki kasus tawuran antar supporter tersebut," ujarnya.

Pihaknya saat ini masih mencari bukti-bukti di lokasi kejadian, pasalnya lokasi kejadian tidak berada di satu lokasi saja melainkan sepanjang jalan Desa Kemantren. Selain itu, pihaknya juga tenggah mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. ’’Di lokasi, anggota tidak menemukan barang bukti yang diduga digunakan saat aksi namun kita sudah minta keterangan sejumlah saksi dari supporter Deltras Sidoarjo yang diserang supporter lain. Untuk tiga supporter yang luka masih dirawat di RS Mutiara Hati," jelasnya.

Disesalkan

Sementara itu, Yayasan Suporter Surabaya (YSS) menyesalkan insiden pengeroyokan tersebut. "Kami akan berkoordinasi dengan korwil Mojokerto," janji Wastomi Suheri saat dikonfirmasi terpisah, kemarin.

Pembina YSS itu mengatakan, belum tentu juga yang melakukan itu bonek, karena kepastian tersebut belum didapat. Jika benar yang melakukan bonek, Wastomi berjanji tak akan menghalangi polisi mengusut yang sudah masuk ranah pidana tersebut. Menurut Wastomi, insiden itu tak lepas dari hubungan mesra antara Deltras dan Arema.

Seperti diketahui, Arema dan Persebaya merupakan rival atau seteru yang bisa dikatakan abadi. Konflik antara Arema dan Persebaya di lapangan bisa terus berlanjut hingga ke luar lapangan. "Siapapun teman Arema adalah musuh bonek," tandas Wastomi.

Manajemen Persebaya juga menyesalkan insiden penyerangan terhadap suporter Deltras. "Tidak akan pernah selesai jika dendam dibalas dendam. Sampai kapan ini terjadi," ujar Media Relation Persebaya, Ram Surahman.

Atas nama manajemen, Ram juga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini. Namun ia meminta polisi bertindak adil. Sebab, tak semua orang yang berkaus hijau adalah Bonek. Meski Bonek selalu mendapat stigma negatif dari masyarakat. "Bonek sudah sungguh berubah. Mereka ingin melepas stigma jelek. Tapi kadang media tidak melihat itu. Ironisnya, sampai kerusuhan di luar negeri, ada media di Yogyakarta yang memakai istilah Bonek, padahal Bonek tak ada hubungannya dengan peristiwa itu," ungkap Ram.

Dugaannya, penyerangan terhadap Deltamania adalah imbas penyerangan yang dilakukan suporter Deltras ini pada salah satu Bonek asal Mojokerto. Kejadiannya, selepas nonton pertandingan Persebaya lawan Negeri Sembilan, ada Bonek yang dihajar oknum Deltamania. "Kebetulan dia kerja di Pandaan, saat melintas di Sidoarjo itulah kejadian terjadi. Dia mengalami gegar otak dan patah kaki. Teman-teman sampai melakukan penggalangan dana," papar Ram. n dw/ega

Berita lainnya
Buron 11 Tahun, Gembong Narkoba Di...
Kejati Sita Dua Kapal Tersangka Ba...
Berkas Lisa Tak Kunjung Sempurna
Curi Motor Buat Pesta Miras
Dua Pencuri Kayu Hutan Dibekuk
Bawa Putaw, Pengidap HIV Diringkus
Perampok Bagi Hasil di Madura
Tingkatkan Hasil Belajar Melalui M...
Pelajar Tewas Dilindas Truk
Susun Rencana Aksi Pangan dan Gizi
Truck Muat 8 Ton Tepung Dirampok
Blokade Suramadu, Polri Tangkap Pe...
Jual Cewek Rp 10 Juta, Mucikari Pa...
Peningkatan Prestasi Melalui CPDL
Musnahkan 343 Gram Sabu
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  89