Di Banyuwangi, PDIP juga Beraksi
|
| Rabu, 28 Maret 2012 | 02:20 WIB |
|
|
|
Banyuwangi - Protes masyarakat atas rencana pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) semakin meluas. Sekitar 700-an massa PDI Perjuangan Banyuwangi yang didukung oleh puluhan aktivis Mahasiswa dari Perhimpunan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan kelompok Buruh dari Muncar, Selasa (27/3) kemarin menggelar aksi damai di Gedung DPRD dan depan kantor Pemkab Banyuwangi.
Aksi massa yang digelar mulai pukul 10.00 wib dan mendapat penjagaan ketat dari ratusan anggota Polres Banyuwangi itu sempat tertahan sekitar 2 jam di gedung DPRD untuk menunggu beberapa orang perwakilan mereka yang tengah berdialog dengan beberapa anggota dan pimpinan DPRD. Kepada DPRD massa menuntut agar para wakil rakyat itu mau menandatangani pernyataan dukungan terhadap penolakan kenaikan harga BBM. Hasilnya, Fraksi PDI Perjuangan, Fraksi Gerindra, Fraksi Partai Golkar dan Hanura sepakat mendukunga aspirasi massa. Sedangkan Fraksi Partai Demokrat dengan tegas menyatakan menolak untuk mendukung.
Dihadapan massa yang mengepung kantornya, Ketua DPRD Banyuwangi, Hermanto, SE., mengatakan, sebagian besar anggota DPRD menyatakan setuju untuk menolak kenaikan harga BBM dan mendukung aksi mereka. Sementara itu, dalam orasinya perwakilan massa mengingatkan agar masyarakat sadar bahwa pemberian bantuan langsung tunai (BLT) dari pemerintah yang sifatnya hanya sementara itu tetap tidak akan dapat menyelesaikan berbagai masalah dan dampak dari kenaikan harga BBM.
Dari gedung DPRD, massa kemudian merangsek ke Kantor Pemkab Banyuwangi untuk menemui Bupati Abdullah Azwar Anas. Karena tidak ada ditempat, perwakilan massa kemudian diterima oleh beberapa orang pejabat yang ditunjuk Bupati untuk menemui mereka. Usai ditemui pejabat Pemkab, dengan pengawalan ketat aparat keamanan massa kemudian berangsur membubarkan diri dengan tertib. di