Oknum Polri Masih Saksi
|
| Rabu, 27 Mei 2009 | 05:34 WIB |
|
|
|
POLDA JATIM - Kapolda Jatim Irjen Pol Anton Bachrul Alam menjelaskan soal keterlibatan anggotanya berinisial Kombes IGS hingga saat ini Polda masih melakukan kordinasi dengan pihak Bea Cukai. “Kita masih melakukan penyelidikan dengan cara berkordinasi dengan Bea Cukai, saat ini tinggal tunggu hasilnya,”ujarnya usai menjalankan sholat magrib di Mapolda Jatim kemarin (26/5).
Pati bintang dua ini berjanji jika sudah ada hasilnya akan diberitahukan kepada media massa. Dia tak ingin jika yang memberitahukan salah satu pihak, makanya biarlah anggota saya yang saat ini bekerja bersama Bea Cukai untuk mengungkap apa keterlibatan dia dalam kasus ini.
Sementara itu, soal plat nomer mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini mengaku nomer itu dulu pernah ditarik sekitar tahun 2007, tapi kenyataannya nomer tersebut oleh pemakai masih dipergunakan tanpa pemberitahukan kepada kita.” Makanya kita akan kros cek soal plat nomer tersebut,”imbuhnya.
Sedangkan mobilnya itu milik Bambang Sugianto tersangka cukai palsu dan bukan milik polisi. “ Jika plat nomer polisi yang dipergunakan pada mobil tersangka masih kita dalami,”paparnya. Dan dalam waktu dekat, kita akan melakukan konfrontir terhadap mereka. Soal status Kombes IGS, lanjut Kapolda masih saksi tapi jika dalam penyelidikan terbukti tak menutup kemungkinan akan ditingkatkan menjadi tersangka.
Seperti diketahui Bea Cukai bersama Polwiltabes Surabaya menggrebek penyimpanan pita cukai palsu di Jemur Andayani. Dari penggrebekan ini ada dugaan keterlibatan seorang perwira berpangkat kombes (setingkat kolonel). Dimana menurut sumber, polisi menelusuri mobil Kia Sedona yang ber-STNK atas nama Kombespol IGS itu adalah pengangkut lima dus cukai palsu berisi 15 rim. nto