Limbong : Silahkan Pemain ISL dan IPL Mogok
|
| Rabu, 30 Mei 2012 | 02:30 WIB |
|
|
|
JAKARTA - Penanggung Jawab Timnas Bernhard Limbong menyatakan sepakat dengan para pemain yang tergabung dalam Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) yang menuntut gaji mereka segera dibayarkan.
Limbong mengaku apa yang dikeluhkan Ponaryo Astaman, Bambang Pamungkas, dkk itu sudah dia bayangkan sebelumnya. Karena klub-klub yang bernaung di Liga Super Indonesia (ISL) maupun Liga Primer Indonesia (IPL), secara finansial semuanya hanya bergantung kepada donatur. "Inilah keluh kesah saya yang jadi kenyataan. Semua klub yang masih hidup juga cuma mengandalkan donatur," katanya kepada wartawan di kantor PSSI, Selasa (29/5).
Menurut Jenderal Bintang Satu itu, pangkal persoalan yang dikeluhkan para pemain itu adalah akibat dualisme kompetisi. Dengan adanya dualisme, katanya, kompetisi hanya jadi kompetisi semu dan akibat buruknya bisa dirasakan semua pelaku sepak bola. "Sesungguhnya kompetisi kita itu kompetisi yang semu. Semuanya biar nyaho (merasakan), semuanya omong kosong, kalau haknya pemain tidak diberi," ketusnya.
Dalam kesempatan itu juga Limbong melancarkan kritik ke dua belah pihak pengelola liga, yaitu PT Liga Indonesia (ISL) dan PT Liga Prima Indonesia Sportindo (IPL) yang hanya berkutat mengurus diri mereka sendiri.
"Kita ini hanya pintar mengurus pengurus, bukan mengurus pemain. (Pemain) ISL maupun IPL silahkan mogok. Semuanya sama nggak ada bedanya, cuma omong kosong. Silakan mogok, agar orang-orang itu tahu diri," tegasnya.
Limbong juga membuka tangan selebar-lebaranya bila ada pemain yang berminat bergabung dengan timnas, baik dari IPL maupun ISL. "Soal timnas senior saya berharap tidak ada lagi dikotomi. Karena PSSI telah mengakui ISL sebagai salah satu penyelenggara liga di Indonesia," ujarnya.
Menurutnya, persatuan pemain ISL dan IPL dalam Timnas adalah jalan untuk rekonsiliasi penyatuan dualisme kompetisi. "Untuk itu, dalam rangka rekonsiliasi, kita lupakan yang lalu-lalu. Kita tidak akan memihak siapapun. Perkara ada yang tidak setuju, untuk itu kita menghimbau agar tidak memprovokasi. Timnas ini adalah Timnas Indonesia." katanya. jak