tumblr visitor
menu.jpg
 
Jelang Lebaran, Jatim Rawan Kejahatan

JAKARTA – Meskipun Lebaran masih tujuh hari lagi, namun Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Suroyo Alimoeso memperkirakan puncak mudik jatuh pada tiga hari sebelum Lebaran, yakni Kamis, 16 Agustus 2012. Ia memprediksi puncak mudik bakal berlanjut hingga peringatan ulang tahun kemerdekaan RI pada Jumat pekan ini. "Ada dua hari puncaknya, diperkirakan pada Kamis dan Jumat," kata Suroyo di kantor Presiden, Senin (13/8).

Pada dua hari itu, dia memperkirakan, pemudik akan lebih banyak menggunakan moda transportasi darat, juga melalui kereta api dan udara. "Yang menggunakan jalur laut sudah menurun karena H-15 sudah mulai," ucapnya.

Kementerian Perhubungan memprediksi total jumlah pemudik tahun ini mencapai 16 juta jiwa. Dan diprediksi ada peningkatan pemudik menggunakan sepeda motor sebesar 6,6 persen dan pemudik menggunakan mobil pribadi sebesar 5,4 persen dari tahun lalu. "Kami mengimbau sepeda motornya dinaikkan ke truk, sedang orangnya naik bus," kata dia.
Kemarin, Kementerian Perhubungan melepas sekitar 400 bus pemudik yang menggunakan sepeda motor, dengan 1.500 sepeda motor yang dinaikkan ke atas truk, disponsori beberapa perusahaan swasta maupun BUMN. "Kami sudah mengimbau agar sepeda motor dinaikkan saja, sedang orangnya naik bus. Ini bisa mengurangi banyak sekali," kata dia.

Sebelumnya, juru bicara PT Pertamina (Persero), Ali Mundakir, memperkirakan konsumsi bahan bakar minyak (BBM), khususnya Premium, menjelang hari raya Lebaran bakal melonjak hingga 30 persen dari konsumsi hari biasa. “Terutama di H-4 dan H-3 (15 dan 16 Agustus), konsumsi mencapai puncaknya,” ujarnya pekan lalu.

Jatim, Rawan Kejahatan
Sementara itu, di Markas Besar Kepolisian RI mencatat Provinsi Jawa Timur menjadi daerah paling rawan kejahatan menjelang Lebaran tiba. Ini menurut hasil pencatatan selama Operasi Ketupat yang dimulai sejak Jumat lalu. "Kejahatan tertinggi di Polda Jawa Timur sebanyak 37 kejahatan," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Brigadir Jenderal Boy Rafli, kemarin.

Boy memaparkan, polda lain yang cukup tinggi jumlah kejahatannya adalah Polda Jawa Barat sebanyak 32 kasus; Polda Jawa Tengah sebanyak 15 kasus; dan Polda Jambi, Polda Kalimantan Barat, serta Polda Kalimantan Timur masing-masing 10 kasus. "Kita melakukan evaluasi selama dua hari, trennya menurun," kata dia.

Boy menyatakan kasus pencurian kendaraan bermotor selama dua hari sebanyak 95 kasus. Sementara untuk kasus penganiayaan berat, kepolisian mencatat ada dua kasus terjadi. jk

Berita lainnya
Patung Batu Mesum Mirip Manusia
Pemilik Lahan Dorong Warga Selesai...
Suami Dibui, Malah Kebanjiran Job
Evakuasi Freeport Lemot
Khofifah Hadir, Kental Nuansa Kamp...
Ide Kreatif , Ubah Eceng Gondok Ja...
Polwan Melok Ngremo, Cak Kartolo N...
Ayam Megal-megol Bak Model, Wal...
Briptu Rani Merangkul Anggota TNI
Pemerintah Siapkan Sanksi untuk Fr...
BDH-Said Melas
Menteri UKM Syarif Masih Mesra
Ratusan Karyawan Peti Kemas Mendad...
Kibarkan Bendera Aceh, Pawai Dibub...
Pansus Tinjau Tanggul Lumpur
Potensi Jawa Timur :
  • Kab. Bangkalan
  • Kab. Banyuwangi
  • Kab. Blitar
  • Kab. Bojonegoro
  • Kab. Bondowoso
  • Kab. Gresik
  • Kab. Jember
  • Kab Jombang
  • Kab. Kediri
  • Kab. Lamongan
  • Kab. Lumajang
  • Kab. Madiun
  • Kab. Magetan
  • Kab. Malang
  • Kab. Mojokerto
  • Kab. Nganjuk
  • Kab. Ngawi
  • Kab. Pamekasan
  • Kab. Pasuruan
  • Kab. Pacitan
  • Kab. Ponorogo
  • Kab. Probolinggo
  • Kab. Sampang
  • Kab. Sidoarjo
  • Kab. Situbondo
  • Kab. Sumenep
  • Kab. Tuban
  • Kab. Tulungagung
  • Kab. Trenggalek
  • Kota Batu
  • Kota Blitar
  • Kota Kediri
  • Kota Madiun
  • Kota Malang
  • Kota Mojokerto
  • Kota Pasuruan
  • Kota Probolinggo
  • Kota Surabaya
  • Copyright © 2012 surabayapagi.com