Gatot dan Haeny Gencar Dekati DPD
|
| Rabu, 22 Juli 2009 | 02:44 WIB |
|
|
|
SURABAYA – Sinyal musyawarah Nasional Partai Golkar dipercepat bulan Oktober berpengaruh dengan Musyawarah Daerah di Jawa Timur. Akibatnya kandidat ketua DPD PG Jatim seperti Gatot Sudjito dan Haeny Relawati semakin gencar menggalang dukungan DPD II.
Ketua Bidang OKK DPD PG Jatim Mahmud Surdjujono mengatakan, hasil Silatnas DPP PG belum lama ini memutuskan Rapat Pimpinan Nasional dengan Agenda membahas Munas dipercepat Oktober tepat dengan hari kelahiran Golkar. Jika ditarik ke DPD Jatim maka jadwal Musda Desember terpaksa ikut maju November. ”Setelah rapimnas lalu Munas dan segera diikuti Musda di Jatim, itu sudah alurnya,” kata Mahmud, kemarin.
Ia juga mengakui saat ini nama kandidat seperti Gatot Sudjito (wakil ketua DPD) dan Haeny Relawati (Ketua Golkar Tuban) semakin gencar melakukan penggalangan di sejumlah pengurus ketua DPD Tingkat II. “Penggalangan itu Saya kira hak politik masing-masing, dan tidak ada yang melarang,” sahut politisi Jember ini.
Menurutnya, jika Gatot dan Haeny ataupun kader Golkar lain sudah melakukan penggalangan jauh-jauh hari itu cukup wajar dalam berpolitik. “Sebab penggalangan itu tidak bisa dilakukan satu-dua hari, wajar kalau sekarang mereka sudah turun ke DPD-DPD II,” paparnya.
Namun jadi tidaknya Musda itu masih tergantung dengan hasil Munas DPP. Sebab yang mengawasi musda itu DPP dalam arti ketua umum DPP yang baru. Hal itu dilakukan agar ketua dan pengurus DPD Jatim kompak dan loyalitas bisa diajak kerjasama membesarkan Golkar. ”Supaya nanti tidak nyrimpeti dan mengganggu kinerja Golkar. Dengan kata lain menggunakan model top down,” jelasnya.
Hanya saja, model top down ini masih belum final. “Intinya siapapun pemimpin Golkar di Jatim nanti di harus memperbaiki kinerja partai, supaya tidak kalah lagi,” tandasnya. Sementara itu, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar Yorrys Raweyai mengakui, bisa membatasi gerakan mempercepat musyawarah luar biasa partai yang mulai menguat. Seperti diketahui, penyebaran isu itu melalui spanduk yang dipasang di beberapa wilayah Jakarta. ”Sejak Sabtu (18/7), Saya melihat spanduk munas luar biasa di Cawang dan di depan Gereja Imanuel. Tapi itu bukan kami," kata Yorrys kemarin.
Sejumlah spanduk berisi imbauan musyawarah nasional luar biasa yang mengatasnamakan kader muda Partai Golkar. Spanduk terpasang di jalan utama di Jakarta dan Tangerang. Spanduk itu disertai moto pasangan Jusuf Kalla-Wiranto dalam kampanye pemilihan presiden: lebih cepat lebih baik.
Yorrys mengatakan dirinya justru mencari tahu pelaku pemasangan spanduk itu. Namun, tak ada satu pun pihak yang mengaku. Wacana percepatan jadwal musyawarah nasional menguat usai pemilu presiden 8 Juli, yang dalam penghitungan cepat pasangan Jusuf Kalla-Wiranto hanya menempati urutan ketiga. rko/one