menu.jpg
 
Polda Nyatakan Penyidikan Konflik Pendeta Bethany Masih Berlanjut

SURABAYA (Surabaya Pagi) - Perkembangan kasus saling lapor antara pendeta Abraham Alex Tanuseputra dengan pendeta Leonard Limanto serta pengacara George Hadiwiyanto yang semuanya ditangani di Subdit II Hardabangta Ditreskrimum Polda Jatim, sampai Kamis (4/4) kemarin masih berjalan.

Surabaya Pagi mencoba menggali hasil pemeriksaan laporan mereka, menurut sumber di Polda Jatim, masih terus berlanjut. “ Pemeriksaan terhadap mereka semua masih berjalan mas,”terang seorang perwira saat ditemui di Polda Jatim, Kamis siang kemarin.

Penegasan pejabat di Polda Jatim ini bertolak belakang dengan pernyataan kuasa hukum Pendeta Abraham Alex, yaitu advokat Sumarso, Sh,MH. Kepada Surabaya Pagi, Sumarso menyatakan, laporan antar pendeta yang bermasalah sudah diakhiri, karena dicabut.

Pendeta Abraham Alex, dilaporkan oleh Pendeta Leonard Limanto, dengan sangkaan penggelapan dalam jabatan. Kemudian Pendeta David Aswin, anak kandung Pendeta Abraham Alex, dilaporkan pemalsuan dan atau penggunaan surat palsu. Sedangkan Pendeta Leonard Limanto bersama kuasa hukumnya yang lama, advokat George, dilaporkan melakukan pencemaran nama baik, fitnah dan perbuatan tidak menyenangkan. Sedangkan Pendeta Yusak, menantu Pendeta Abraham Alex, dilaporkan sejumlah jemaatnya melakukan penggelapan asset gereja.

Pasalnya, ada beberapa laporan polisi yang disampaikan masing-masing pendeta. Harus diperiksa secara bergiliran. Pemeriksaan bergiliran itu dilakukan terhadap pelapor dan terlapor tersebut. “ Makanya jalannya pemeriksaan saat ini agak lambat, soalnya saksi ataupun pelapor dan terlapor usai diperiksa di unit satu pindah ke unit satu lainnya,” tambah sumber.

Tak hanya itu, sumber ini menambahkan, saat ini ada lima laporan polisi yang dibuat mereka. Pengamatan Surabaya Pagi sehari kemarin tak melihat ada agenda pemeriksaan di unit-unit Subdit II Hardabangta. Namun, informasinya, pekan depan ada agenda pemeriksaan di Subdit Hartabangta. Soal siapa yang diperiksa, Surabaya Pagi diminta untuk melakukan pengecekan sendiri. “ Cek sendiri aja mas, siapa yang diperiksa pekan depan,”tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Pendeta Abraham Alex Tanuseputra, selaku Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode Periode 2003-2007, dilaporkan Pendeta Leonard Limanto, disangka melakukan penggelapan dalam jabatan. Pdt Abraham Alex, juga dituntut segera mempertanggungjawabkan kegiatan gereja, keuangan, inventaris dan asset. Tuntutan ini pernah diminta oleh kuasa hukum Pdt Leonard, melalui surat somasi tanggal 16 Januari 2013 dengan nomor : 1508/Somasi/A/I/2013, selain somasi dari kuasa hukum Pdt Leonard yang baru, Yanuar Eko dan Zamroni.

Masalah belum ada laporan keuangan masa pelayanan 2003-2007 yang dipersoalkan Pendeta Leonard, dan menyeruak di kalangan sejumlah anggota jemaat Bethany, telah terjadi sejak 2007. Bahkan ketika itu, salah satu anak Pendeta Abraham Alex, mengeluarkan tembakan ke udara di dalam kompleks gereja Bethany.

Persoalan tuntutan laporan keuangan ini juga sempat di mediasi oleh Kementrian Agama. Namun karena tidak ada itikad baik dari Pendeta Abraham Alex, maka dalam mencari kebenaran dan keadilan yang dituntut oleh Pdt Leonard, belum tercapai sampai kini. Dalam mediasi itu, Pendeta Abraham Alex, tidak datang, termasuk tidak mengutus kuasa hukumnya.

Sejak dipilih dan dilantik sebagai Ketua Umum Majelis Pekerja Sinode Gereja Bethany Indonesia, 2003-2007. Muncul dugaan bahwa Abraham Alex mengambil keuntungan dari persepuluhan dan sumbangan jemaat. Dugaan tersebut semakin menguat saat Pendeta Abraham Alex, belum memberikan laporan pertanggungjawaban atas penggunaan dana sumbangan tersebut kepada pendiri dan pengurus Badan Hukum Gereja Bethany. Pendeta Abraham Alex, malah memiliki akal mengubah Akte pendirian dan Tata Tertib Gereja serta mengangkat dirinya Dewan Rasul. Hal ini makin memicu perselisihan diantara pendiri Badan Hukum Gereja Bethany dengan pencetus pembangunan Gereja Bethany. tim

Berita lainnya
Alim Markus ‘Sogok’ MK
Sukses Jadi Motivator Dunia
Suhu Madinah Capai 45 Derajat Celc...
Tak Beri BPJS, Perusahaan ‘Nakal...
Ditahan Polisi, Malah Kebanjiran S...
28.800 Calhaj Diberangkatkan dari ...
Puskopkar Sebut Henry Terlibat
Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila
Kapolda Dimutasi, Kapolda Jatim Be...
Semalam, Orang Dekat Prabowo Menin...
Arek Jombang Ciptakan Premium Alte...
Ngenes, Subsidi BBM Bocor 400 Tril...
Polda Jaga 42 SPBU di Jatim
Sudah Saatnya Dibentuk Kementrian ...
Bajaj Dibeli Rp 280 Juta dan Dikon...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  57