menu.jpg
 
Caleg Incumbent Terancam Tidak Lolos

SURABAYA – Persaingan ketak antar calon legislatif mulai terasa mendekati pelaksanaan Pileg 2014 pada 9 April. Tak sedikit perang antar caleg, rebutan pemilih dan upaya saling menjatuhkan mulai terjadi. Dengan kondisi ini, pengamat memprediksi peluang caleg dari kalangan incumbent terancam.

Pengamat politik dari Unair Surabaya, Suko Widodo mengatakan, dalam Pileg 2014 persaingan ketat antar internal partai sangat ketat. Tak heran banyak dari para caleg menggunakan jurus 'maut' untuk menjalankan lawanya. Namun terlepas dari itu, bahwa peluang caleg incumbent khususnya di dapil 1 (Surabaya - Sidoarjo) sangatlah tipis untuk bisa kembali meraih kursi di DPR RI. Ini lantaran, kinerja mereka selama menjadi anggota DPR RI tidak dirasakan secara puas oleh masyarakat Surabaya dan Sidoarjo. “Berdasar pada kinerja mereka, kita memprediksi caleg incumbent akan banyak berguguran alias tidak lolos di pemilu April mendatang ini," kata Suko Widodo, Minggu (23/2).

Ia menjelaskan para pendatang baru yang merebut kursi ke DPR RI lebih berpotensi menang dibandingkan dengan caleg incumbent. Di Demokrat misalnya Fandi Utomo Caleg No 6 untuk DPR RI lebih berpeluang untuk menang dibandingkan dengan caleg Incumbent seperti Lucy Kurniasari (anggota DPR RI) maupun Imam Sunardhi (Ketua DPRD Jatim). “Masyarakat lebih respek kepada caleg yang baru, apalagi dia turun langsung ke masyarakat. Bukan hanya yang pasang baliho saja tapi tidak pernah berbuat untuk masyarakat,” tuturnya.

Sedangkan di Partai Golkar, nama Adies Kadier menurutnya juga lebih berpotensi untuk menang di bandingkan caleg incumbent seperti Priyo Budi Santoso yang semenjak terpilih cenderung lupa pada konstituennya. Sedangkan, di PDI Perjuangan nama Saleh Mukadar bersaing ketat dengan Indah Kurnia. “Dari sekian incumbent yang terlihat turun sebelum pileg hanya Indah Kurnia dari PDIP dan Imam Nahrawi dari PKB. Lainnya, hanya datang 5 tahun sekali ketika pileg akan digelar," tegasnya.

Disinggung bagaimana dengan para caleg baik incumbent maupun pendatang baru yang pernah disebut terlibat dalam kasus korupsi? Suko menjawab bahwa masyarakat tidak terlalu memandang hal itu. Menurutnya, yang menjadi pertimbangan utama masyarakat adalah seberapa masif dan intensif para caleg tersebut berinteraksi dengan masyarakat. "Kalau mengenai kasus - kasus masyarakat tidak terlalu memperhatikan. Masyarakat lebih melihat mereka yang langsung menyapa terlepas dari caleg itu pernah terlibat kasus korupsi atau tidak," tuturnya

Sebagaimana diketahui, dapil 1 Surabaya - Sidoarjo untuk DPR RI dikenal sebagai dapil neraka. Ini lantaran banyak tokoh utama partai yang bertarung untuk memikat dukungan masyarakat Surabaya - Sidoarjo. Sebut saja di Partai Demokrat ada Fandi Utomo (Mantan Calon Walikota Surabaya), Lucy Kurniasari (Anggota DPR RI), Imam Sunardhi (Ketua DPRD Jawa Timur). Di Partai Golkar ada Priyo Budi Santoso (Wakil Ketua DPR RI), Gesang Budiarso (Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim) dan Adies Kadier (Ketua DPD Partai Golkar Surabaya). Di PDI Perjuangan ada Guruh Soekarno Putra (Anak kandung Soekarno), Indah Kurnia (Anggota DPR RI) dan Saleh Mukadar (Anggota DPRD Jawa Timur). Belum lagi di Partai Gerindra ada Rindoko Dahono Wingit (DPR RI) dan M Sholeh (pengacara). Lalu di PKB ada Nama Imam Nahrawi (DPR RI), dan di PAN ada nama Sunartoyo yang tak pernah kelihatan sejak menjabat di DPR RI tapi kini rajin pasang baliho untuk memuluskan pencalonannya kembali.

Terpisah, sesuai hasil survey di internal Partai Demokrat Jatim untuk DPR RI daerah pemilihan Jatimsatu, hasil elektabilitas tertinggi ada di Fandi Utomo, kemudian disusul M Rizal. Mush Ludfy selanjutnya Lucy Kurniasari. “Memang untuk hasil survey di internal partai posisi pertama ditempati Fandi Utomo. Survey itu tertanggal 25 Desember 2013. Sedang untuk Januari baru keluar hari ini,” ungkap salah satu pengurus DPD PD Jatim yang menolak disebut namanya mengingat hasil survey itu sebenarnya bukan untuk konsumsi publik. rko

Berita lainnya
KPU Segera Bahas Pilkada Serentak
Pendukung Prabowo Demo KPU
30 Kotak Suara Hilang
Buka Kotak Suara, KPU Jombang Dipr...
Lagi, KPU Gresik Buka Kotak Suara
KPUD Kediri Buka 89 Kotak Suara
KPUD Jombang Buka 135 Kotak Suara
Komisioner KPU Lumajang Juga Digug...
Mantan Bupati : Pilpres Sudah Usai
Dua Kubu Capres Rekonsiliasi Damai
Dzikir Akbar Dukung Rekap KPU
Coblosan Ulang di Desa Jagoan
Bangkalan dan Sampang Diseret ke D...
Buka Kotak Suara, Panwaslu Dipolis...
Bawaslu: TPS di Juanda adalah DPT ...
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  77