Aksesori Kulit Lokal Tetap Bertahan di Mal
|
| Jumat, 1 Juni 2012 | 02:52 WIB |
|
|
|
Makin banyak aksesoris yang beredar dipasaran dengan berbagai bahan semakin diminati. Aksesori seperti dompet dan tas dari bahan kulit impor mulai membanjiri pasaran, Seperti diungkapkan Rifa`i. Pengelola Distro Classic di Surabaya Mall mengungkapkan tetap bertahan di akasesori kulit lokal. Di counter miliknya terdapat beragam aksesori, mulai gantungan kunci, dompet, tas, sabuk, sepatu hingga jaket.
Meski tak secepat produk impor, soal model, counter Distro Classic juga tak kalah. Dompet kulit misalnya, jika produk impor update hampir tiap bulan, maka dicounter ini harus menghabiskan barang lebih dulu.
"Kami tidak bisa tiap bulan mengganti model, harus habis (terjual) dulu barang yang ada. Untuk menampilkan desain baru itu pun terkadang membutuhkan waktu hingga dua bulan atau lebih. Yang kami utamakan kualitas, meski demikian modelnya juga tak kalah," ujarnya.
Rifa`i memiliki alasan kuat untuk tetap berjualan di aksesoris kulit lokal, sebab dia menggaet segment biker moge alias motor gede dan pemilik sepeda angin kuno (sepeda kebo). Itu terlihat dari desain yang ditonjolkan.Dengan berbahan kulit tebal dan pemanis pernak-pernik logam putih dibawah jahitan tempat uang itupun juga terdapat cap timbul nama-nama moge, mulai Harley Davidson, BSA, Triumph dan lainnya. Konsumen juga bisa melakukan pesanan," ucapnya.
Harga aksesori kulit lokal yang ada di Distro Classic ini bervariatif. Dompet, diabndrol Rp 40 ribu - Rp 200 ribuan, tas kulit Rp 150 ribu hingga diatas Rp 1 jutaan, sedangkan jaket mulai Rp 800 ribu hingga di atas Rp 3 jutaan tergantung dari model dan bahannya.(atk)