menu.jpg
 
3 Mantan Direksi PD Pasar Surya Tersangka Korupsi

SURABAYA – Teka teki siapa yang menjadi tersangka dugaan korupsi tunjangan direksi PD Pasar Surya Rp 200 juta, akhirnya terkuak. Ternyata Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya telah menetapkan tiga mantan direksi BUMD milik Pemkot Surabaya itu sebagai tersangka, yakni Drs Ec Ahmad Ganis Purnomo, Ir Rahmad Kunia Ruswadinata dan Fatma Irawati Malaka.

Meski penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari belum pernah membeberkan ke publik, namun data yang diperoleh Surabaya Pagi, bahwa tersangkanya 3 orang tersebut. Ini berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Nomor : 01/O.5.10/Fd.1/03/2011 Perihal Penyidikan Terjadinya Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pemberian Kelebihan Tunjangan kepada Direksi PD Pasar Surya Kota Surabaya Tahun 2007 s/d 2009. Surat tersebut diteken langsung Kepala Kejaksaan Negeri Surabaya pada 11 Maret 2011.

Kasi Pidsus Kejari Surabaya Nur Cahyo yang dikonfirmasi tidak menampik informasi ini. Menurutnya, sampai saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dari pihak PD Pasar. Saksi-saksi tersebut untuk memperkuat sangkaan terhadap tiga tersangka yang telah ditetapkan. Sedang mengenai pemeriksaan terhadap tiga tersangka, pihaknya baru menjadwalkan untuk melakukan pemanggilan. “Nanti pasti kita periksa,” ujar Nur Cahyo, pekan kemarin.

Namun ia memastikan tidak akan melakukan penahanan terhadap para tersangka. Sebab selain para tersangka kooperatif, juga sudah mengembalikan uang tunjangan yang bermasalah tersebut.

Hingga kini, penyidik telah memeriksa sekitar 12 saksi dalam kasus ini. Sementara kerugian negara dalam kasus ini, penyidik menemukan sekitar Rp 200 juta. Di mana kasus dugaan korupsi ini berawal dari temuan laporan hasil pemeriksaan (LHP) BPK tahun 2010 untuk anggaran tahun 2009 yang menyebutkan ada kelebihan tunjangan direksi yang belum dikembalikan.

Data yang diperoleh Surabaya Pagi, perhitungan tunjangan direksi PD Pasar Surya oleh BPK RI itu disebutkan Drs. Ec. Achmad Ganis Purnomo (Direktur Utama) menerima tunjangan perusahaan dari Januari 2009 sampai dengan Mei 2009 sebesar Rp. 37.637.700.

Rachmad Kurnia Ruswadinata menerima tunjangan perusahaan dari Januari 2009 sampai dengan Nopember 2009 sebesar Rp. 71.262.737. Rachmad Kurnia tercatat sebagai direktur teknik dan usaha semasa direktur utama dipegang Ganis dan Agus Dwisasono. Namun, pada periode 11 Mei 2009 hingga November 2009, Rachmad Kurnia merangkap sebagai Direktur Utama.

Sementara Fatma Irawati Malaka menerima tunjangan perusahaan dari Januari 2009 sampai Nopember 2009 sebesar Rp. 63.043.150. Fatma menjadi direktur pembinaan pedagang sejak Mei 2007 hingga November 2009.

Sekarang tiga tersangka ini tidak lagi menjabat di jajaran direksi PD Pasar Surya. Sekarang jabatan Dirut dipegang Ir Sucipto. Sedang Direktur Teknik dan Usaha dijabat Dwi Hary Soerjadi, Direktur Pembinaan Pedagang Mrabawani Sony Bhinudi dan Direktur Administrasi dan Keuangan Soesantyo, MBA.

Sementara itu, Ganis Purnomo yang dikonfirmasi tadi malam melalui ponselnya, tidak diangkat, meski terdengar nada sambung. Namun, sebelumnya dia sempat menanggapi kasus yang menyeret namanya. Kata Ganis, selama dirinya menjabat dirut, tidak ada persoalan terkait pemberian tunjangan yang diterima direksi PD Pasar Surya. Disebutkan, tunjangan yang diberikan tersebut tidak ada perubahan sejak tahun 2003 silam. Selain itu tunjangan itu juga sudah mendapat persetujuan dari badan pengawas (bawas) dan wali kota.

Urut-urutannya, anggaran tunjangan itu sudah dipaparkan di depan bawas. “Kemudian disahkannya dalam persetujuan anggaran. Bahkan ada SK khusus tentang tunjangan direksi,” terangnya.

Menurut dia, hal tersebut sudah berlangsung sejak 2003. Kemudian tahun 2006 juga sudah disahkan BPK. “Sejak zaman saya, tidak ada perubahan tunjangan. Sehingga kalau perlu surat keputusan wali kota lagi, ya lucu,” kilah Ganis. n ci/ov

Inilah Gaji Direksi PD Pasar Surya


Direktur Utama :
Gaji Pokok : Rp 2.877.500,00
Tunjangan Jabatan : Rp 4.316.250,00
Tunjangan Perumahan : Rp 2.935.050,00
Tunjangan Kesehatan : Rp 2.302.000,00
Tunjangan Asuransi Jiwa : Rp 1.388,000
Tunjangan Perusahaan : Rp 9.409.425,00
Pembulatan : Rp 87,00
Tunjangan PPh : Rp 3.414.653,00
Jumlah kotor : Rp 21.841.700,00
Potongan PPh : (Rp 3.414.653,00)
Tunjangan Bahan bakar : Rp1.080.000,00 (15 lt/hr x 30 hr xRp2.400,00)
Jumlah dibayarkan setiap bln: Rp 22.921.700,00

2 Direksi:
Gaji Pokok : Rp 2.589.750,00
Tunjangan Jabatan : Rp 2.891.888,00
Tunjangan Perumahan : Rp 1.966.484,00
Tunjangan Kesehatan : Rp 1.542.340,00
Tunjangan Asuransi Jiwa : Rp 1.388,00
Tunjangan Perusahaan : Rp 6.304.315,00
Pembulatan : Rp 35,00
Tunjangan PPh : Rp 1.778.291,00
Jumlah kotor : Rp 17.074.491,00
Potongan PPh : (Rp 1.778.291,00)
Tunjangan Bahan bakar : Rp 720.000,00 (10 lt/hr x 30 hr xRp2.400,00)
Jumlah dibayarkan setiap bln: Rp 16.016.200 x 2 = Rp 32.032.400,00

Berita lainnya
Tak Ada Tambahan Bukti,, Kasus Jap...
Korupsi Dana Taktis, Direktur RS N...
Korupsi Dana BOS, Periksa 15 Saksi...
Penyidik Segera Tetapkan Tersangka...
APTRI Laporkan Korupsi PT Perkebu...
Korupsi Disnaker Segera Disidang
Korupsi Kafetaria, Direktur RSUD D...
Pemerintah Gandeng KPK Cegah Korup...
Kasus Suap Lahan, KPK Periksa Anak...
Kejaksaan Periksa Saksi Korupsi Da...
Usai Sambari, Bupati Saiful Ilah
Dewan Dukung Penahanan Noer Tjahja
KPK Periksa Anak Ratu Atut
KPK Senang MA Perberat Hukuman Kor...
Bonaran Laporkan Bambang Widjojant...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  93