menu.jpg
 
Mahasiswa pun Berani Murel di Karaoke

Tempat hiburan malam di sekitar Bratang dan Jemursari tak hanya bertaburan cewek-cewek malam (purel). Para pengunjung di sana juga disuguhi aneka minuman keras (miras), mulai bir hingga impor. Justru purel-purel itulah yang menjadi umpan agar mereka yang datang ke sana membeli minuman dalam jumlah besar.

Pantauan di sejumlah tempat hiburan di kawasan ini, yang cukup banyak peminatnya adalah Karaoke DMaster di jalan Nginden Semolo dan Terminal Karaoke di Raya Rungkut. Di dua tempat ini juga menyediakan untuk biliar. Kemudian, kafe dangdut Real-X di Jalan Jemursari dan Rasa Sayang di Ruko RMI Bratang.

Semua tempat itu, pengelolanya menyediakan purel. Kecuali NAV karaoke. Sedang tempat-tempat biliar terlihat banyak score girl di sana. Meski begitu, pengelola tempat hiburan itu juga ada yang nakal. Ini terlihat di karaoke Terminal dan DMaster. Dilihat dari ijinnya, dua tempat ini karaoke keluarga. Tapi pengelolanya nekat menyediakan wanita-wanita pendamping atau purel.

Padahal, karaoke keluarga tidak boleh menyediakan purel. Untuk menyiasati, purel-purel di sana diberi kostum waitress. Tak heran, jika DMaster dan Terminal banyak pengunjung. Ironisnya, mereka yang datang untuk berkaraoke di sini juga terdapat mahasiswa. Seperti dilakoni Gultom, mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta (PTS) yang tinggal di Rungkut.

Di sini enak mas, kelas kita lah. Murah meriah, cetus dia. Untuk room yang kecil, lanjutnya, hanya Rp 30 ribu per jam. Jika pakai booking purel tambah Rp 40 ribu per jam. Jadi per jam sekitar Rp 70 ribu lah, cuma kalau pakai cewek minimal 2 jam. Pinter-pinternya ngatur uang kiriman dari orang tua, mas. Masak kuliah terus, banyak tugas, stress, beber pria asal Medan ini.

Agar bisa tetap happy-happy di tempat hiburan itu, Gultom juga bekerja sambilan di sebuah perusahaan otomotif di kawasan Jl Mayjen Sungkono. Kalau nggak cari uang tambahan, mana mungkin bisa gini, mas, ujarnya.

Untuk diketahui, kawasan ini memang terdapat beberapa kampus. Lokasi DMaster sendiri satu kawasan dengan kampus cukup ternama, yakni Unitomo, Untag, dan STIE Perbanas. Tak jauh dari sini terdapat Universitas Surabaya (Ubaya) di Tenggilis dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Rungkut.

Lain halnya dengan kafe dangdut Rasa Sayang dan Real-X. Dua tempat ini mayoritas pengunjungnya adalah pria dewasa atau om-om yang suka dangdutan dan peminum bir. Bahkan, mereka menghabiskan bir hingga 2-3 botol krat.

Melihat karakter pengunjung seperti itu, pengelola kafe memanfaatkan purel-purel untuk menggenjot penjualan minuman keras. Sebab, hampir semua tamu di sana selalu membooking purel. Apalagi, tarifnya tak begitu mahal, sekitar Rp 50 ribu per jam. Kalau tamunya beli bir banyak, kita juga dikasih insentif sama bos. Belum lagi tips dari tamu yang kita temani, aku seorang purel yang mengaku bernama Vivi.

Sementara bagi pengunjung kafe dangdut, jika tak ada purel, tidak bisa happy. Ngapaian ke tempat ginian gak pake purel, hambar rasanya. Istilah Suroboyoane sepo, cetus Roy sambil tertawa.

Pekerja swasta yang tinggal di Surabaya Selatan ini menambahkan purel-purel itu juga bisa diajak kencan. Hanya saja, tidak seketika bisa. Butuh pendekatan, sehingga dia benar-benar mau. Kalau sudah percaya, pasti kita boleh mampir ke kos-kosannya, akunya. n

Berita lainnya
"Saya Hanya Bisa Puaskan Tamu…”
“Kita tak Pernah Layani Plus-plu...
Stadium Masih Nekat Buka
Ada Tarian Erotis, Heaven Akan Dis...
Dugem Stadium Ditutup, Heaven Dibi...
PSK Online Berstatus Mahasiswi dan...
Prostitusi Untuk Pejabat
Model Rp 25 Juta
"Enak Kerja Sendiri, Semuanya Masu...
MUI Minta NAV-Hotel ‘Maumu’ Di...
Ditangkap, Purel NAV dan Hotel “...
Karaoke NAV dan Hotel ‘’Maumu...
Ada Karaoke Plus Hotel Short-Time
Bos Karaoke ‘Kibuli’ Pemkot
Surabaya Kota Maksiat
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  86