menu.jpg
 
Yamaha Yes Kangkangi UU Ketenagakerjaan

SIDOARJO – Sebagai sebuah perusahaan dealer (pusat penjualan) sepeda motor terbesar di Sidoarjo, jerohan Yamaha Yes ternyata bobrok. Diduga kuat, perusahaan ini tak menerapkan Undang-undang Ketenagakerjaan secara benar terhadap puluhan karyawannya. Atas kesalahannya, dealer Yamaha Yes kini tengah dibidik Komisi D DPRD Sidoarjo. ”Manajemen dealer Yamaha Yes akan kita panggil pekan depan,” kata sebuah sumber di DPRD Sidoarjo, Kamis (14/7).

Disampaikan sumber, pihaknya mendapat temuan bahwa dealer Yamaha Yes telah melakukan sejumlah pelanggaran Undang-undang Ketenagakerjaan. Ditengarai kuat, perusahaan ini tak menggaji karyawannya dengan ketentuan UMK (Upah Minimum Kabupaten) Sidoarjo, sebesar Rp 1,132 juta Per bulan. Tragisnya, para karyawan itu juga tak mendapat tambahan gaji atau bonus ketika bekerja hingga diluar jam kerja atau lembur.

”Banyak karyawan Yamaha Yes yang bekerja mulai jam 08.00 WIB sampai jam 19.00-20.00 WIB. Padahal jam kerja idealnya hanya delapan jam. Biasanya mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. Tapi mereka bekerja sampai jam 20.00 WIB. Kelebihan jamnya tak pernah dihitung sebagai lembur,” tukasnya.

Tentu hal itu sangat ironis. Pasalnya di antara sejumlah perusahaan dealer di Sidoarjo, dealer Yamaha Yes adalah perusahaan yang perkembangannya sangat bagus. Bahkan di sekitar Sidoarjo saja, perusahaan ini sudah memiliki tiga cabang. Yaitu, dealer Yamaha Yes di Gedangan (sebelah Utara SPBU Gedangan), Buduran (sebelah Utara Masjid Buduran), dan di Jalan Raya Jenggala Sidoarjo. ”Tapi dengan keberhasilan itu, Yamaha Yes ternyata sangat pelit menggaji karyawannya. Padahal tindakannya itu melanggar Undang-undang Ketenagakerjaan,” sebut sumber.

Bukan itu saja, dalam temuan tersebut juga terungkap bahwa dealer Yamaha Yes ternyata mengabaikan norma kemanusiaan. Sumber mengatakan, perusahaan ini tega memotong gaji karyawannya yang absen kerja lantaran sakit. Potongannya sebesar Rp 150 per bulan. Bahkan gaji itu tetap saja dipotong, meski absennya karyawan tersebut sudah diperkuat
surat keterangan sakit dari dokter. ”Selain itu, gaji mereka masih
dipotong lagi sebesar Rp 30 ribu per hari, selama mereka tidak masuk
kerja,” ungkap sumber lagi.

Masih kata sumber, dealer Yamaha Yes juga diketahui tidak mengikutsertakan sekitar 90 karyawannya dalam program Jamsostek (Jaminan Sosial Tenaga Kerja). Padahal sesuai ketentuan, perusahaan yang mempekerjakan minimal 10 orang tenaga kerja wajib diikutkan program pelayanan kesehatan bagi pekerja swasta tersebut.

Terkait temuan tersebut, tiga orang anggota Komisi D DPRD Sidoarjo akhirnya turun ke lapangan, Kamis (14/7) siang sekitar pukul 13.00 WIB. Inspeksi mendadak (sidak) itu dilakukan Ahmad Habibul Muiz LC, H Didik Budi Santoso ST, dan dr H Wijono ke kantor pusat dealer Yamaha Yes di Jalan Raya Gedangan. Namun saat itu ketiga anggota dewan hanya ditemui Satpam yang mengatakan manajer Yamaha Yes sedang keluar. Menurut rencana, manajemen dealer Yamaha Yes akan dipanggil Komisi D pada pekan depan. ded

Berita lainnya
Ibu dan 2 Anaknya Dibunuh Mantan K...
Semalam, Maling Nyaris Mati
Dukun Cabul Diringkus
Tak Dibayar, Pekerja Kontraktor Ng...
Musnahkan 800 Ton BB Pakan Ternak
Pelaku Kerusuhan Dolly, Dituntut 1...
Selundupkan Narkoba, WNA China Dit...
Bawa Kunci T, Residivis Dibekuk
Buron 2 Tahun, Mantan Bupati Nganj...
Wanita Penggendam Spesialis Rumah ...
Ginjal Kronis Harus Dicangkok
Dukun Gandakan Uang Dibekuk
Mau Jual HP, Malah Terbunuh
Sebelum Kabur ke Madura, Kirim Uan...
Makan Kerang, Satu Keluarga Tewas
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  126