menu.jpg
 
KPU Perlu Siapkan Aturan Main

Partai Nasional Demokrat (Nasdem) mengklaim berhasil merekrut 37 anggota DPR dari berbagi parpol untuk bergabung menjelang pemilu 2014. Fenomena kutu loncat pun kembali mencuat. Padahal hal seperti ini bukanlah hal baru. Tidak ada larangan anggota legislatif berpindah ke parpol lain untuk keperluan jadi menjadi caleg lagi. Lantas tak perlukan dibuat aturan main?

Agar ada kejelasan hukum dan etika berpolitik, KPU perlu membuat aturan main khusus bagi politisi kutu loncat itu. Demikian jawab komisioner KPU, Juri Ardiantoro, ditanya tentang aturan main bagi bakal caleg yang berpindah parpol. Ini terkait dengan ada 37 anggota DPR-RI telah berkomitmen "berjuang bersama" Partai Nardem dalam Pemilu 2014.
"Secara pribadi saya pikir KPU sebaiknya membuat semacam terobosan hukum, jadi ada aturan main yang jelas," ujar Juri.
Sebelumnya dia memaparkan, di dalam paket UU Pemilu saat ini tidak ada aturan mengenai politisi kutu loncat. Apakah politisi yang saat ini menjadi legislator DPR, DPRD I atau DPRD II dari partai politik yang satu dapat menjadi bakal caleg untuk partai politik lainnya.

Secara etika, seharusnya legislator yang hendak berpindah parpol itu mengundurkan diri terlebih dahulu secara resmi sebagai kader dari partainya saat ini. Otomatis itu berarti mundur dari anggotaannya di DPR-RI, DPRD I atau DPRD II dan melepas segala hak-hak yang menyertainya.

Setelah jadi kader dari parpol yang baru, mulai tahap di internalnya untuk menjadi calo anggota legislatif untuk Pemilu 2014. Sehingga pada saat pendaftaran bakal caleg dari parpol ke KPU pada pertengahan 2013, sudah ada kepastian politisi bersangkutan kader dari parpol yang mana.

"Di UU syaratnya bakal caleg menunjukkan KTA parpol yang calonkannya. Bila dia menilai prospeknya untuk jadi legislator di partainya saat ini minim, dia bisa menjadi caleg di parpol lain yang menjanjikan. Bisa jadi saat mendaftar nanti, dia punya KTA dari beberapa parpol berbeda," papar Juri.

Situasi demikian yang menurutnya perlu KPU antisipasi dengan memberi aturan hukum jelas. Apakah perlu ditegaskan keharusan bagi legislator berpindah parpol untuk mengundurkan diri terlebih dahulu dari parpi dan lembaga legislatif atau tidak perlu diatur sama sekali.

"Nanti saya akan bicarakan ke teman-teman di KPU apakah perlu dibuat aturan boleh atau tidak orang yang sekarang jadi anggota DPR pindah ke parpol lain untuk jadi caleg. Kalau boleh, maka apakah harus mundur dulu dari DPR atau bagaimana," sambung Juri.

Modali Caleg Rp 10 M

Seperti diketahui Partai Nasdem benar-benar mempersiapkan diri menghadapi pemilu 2014. Sebanyak 37 anggota DPR dari berbagai parpol akan bergabung dengan Nasdem di Pemilu Legislatif 2014.
Partai Nasdem memang menjanjikan modal caleg antara Rp 5-10 miliar untuk kursi DPR. Wajar saja kemudian banyak anggota DPR yang tertarik untuk bergabung. "Kalau sekarang yang dari DPR RI ada sekitar 37 anggota yang sudah berkomitmen, kita lihat saja nanti,," kata Ketua Umum Partai Nasdem, Patrice Rio Capella.

Nasdem memang fokus menggaet caleg dari kade partai lain yang sudah duduk di kursi legislatif dan terbukti bisa menjaring dukungan. Diharapkan strategi ini bisa mengangkat perolehan suara Nasdem di Pemilu 2014 nanti.

"Komunikasi terus kita bangun dengan anggota DPR baik di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Beberapa anggota DPR dari kabupaten kota sudah mulai mundur bergabung dengan Nasdem," katanya.
"Tapi kita tidak hanya fokus mengambil kader partai lain. Kita juga melakukan kaderisasi internal untuk penguatan partai," pungkasnya. jk/rum

Berita lainnya
Capres 2014, Miliki Gagasan Dan I...
Suami Ditahan, Minta Bilik Asmara
Anis-Hidayat Bersaing di Pemira PKS
Tantangan berat Sutarman
Lembaga Survei & Kedaulatan Rakyat
Lima Langkah Recovery of Trust MK
Korban Media, SBY Tak Terlalu Paha...
Kepala Daerah Dipilih oleh DPRD?
Sebenarnya ‘Tidak Perlu’ Kalau...
Politik Dinasti Adalah Politik Mun...
MK Tak Berwenang Uji Perppu
Korupsi dalam Bingkai Hyperdemocra...
Perppu MK, Presiden Gagal Deteksi ...
Koruptor Kepala Daerah
Perppu MK Kadaluarsa
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  67