menu.jpg
 
Catut Nama Atasan, Oknum BKD Embat Rp 20 Juta

TUBAN (Surabaya Pagi) - Wahyudi oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tuban diduga menipu Rp 20 juta dengan mengatasnamakan pimpinannya bernama Suranto Basuki Kabid Diklat Pendidikan Pegawai Negeri Kab Tuban.

Suranto Basuki Kepala Bidang Diklat BKD Tuban saat dikonfirmasi membenarkan kalau Wahyudi pernah mengatasnamakan dirinya terkait mengambil uang sebesar Rp 20 juta dari Samhadi warga Kelurahan Perbon Tuban yang kebetulan masih keluarganya.

Karena mencatut nama Suranto Basuki, akhirnya Samhadi bulan Januari dengan suka rela melepaskan uang titipan Rp 20 juta kepada Wahyudi stafnya. Namun sampai dengan detik ini Wahyudi tidak mengembalikan uang titipan. Bahkan setiap diminta beralasan menunggu uang penjualan rumah di Mojokerto atau masih pengajuan kredit di Bank.

Samhadi mengaku tertipu, pasalnya, Wahyudi datang kerumahnya menggunakan nama saudaranya (Suranto Basuki) untuk mengelabuhinya dengan dalih disuruh atsannya mengambil uang tersebut, sehingga uang Rp 20 juta dipercayakan dibawa begitu saja.

“Kalau tidak atas nama saudara Suranto saya tidak mungkin menyerahkan uang sebesar itu,” ujar Samhadi.

Dikatakan Samhadi, setelah uang dibawa Wahyudi, Suranto Basuki ditelepon, anehnya, Suranto tidak pernah menyuruh Wahyudi untuk mengambil uang Rp20 juta.

Wahyudi saat ditemui dikantornya berlagak cuek dan uang tersebut akan di kembalikan setelah rumah nya yang ada di Mojokerto terjual.

“Saya memang mengambil uang Rp 20 juta dari Pak Samhadi, kalau rumah belum laku saya akan pinjamkan di bank pak,” kata Wahyudi.

Dari keterangan staf BKD Kab. Tuban yang berisial HS, Wahyudi sosok yang sudah malang melintang didunia pinjam meminjam dengan berbagai cara dilakukan untuk meyakinkan korbannya.

“ orang kantor sudah paham pak, dan setiap janji tidak pernah ditepati bahkan sering menghindar jika janjinya sudah jatuh tempo. Sedangkan nomor ponselnya hampir setiap hari diganti untuk menghindar dari korbanya dan sudah sebaiknya dilaporkan ke Polisi saja biar tidak merusak nama baik BKD Tuban,” tandas HS.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kab Tuban Nur Hasan saat dihubungi mengaku belum mengetahui permasalahan yang di lakukan staffnya.

“Saya akan tanyakan dulu kepada yang bersangkutan, karena ini ranahnya pribadi, saya minta waktu dulu,” kata Nur Hasan, Jumat (19/4). rus/sg

Berita lainnya
Empat Pencuri Plat Baja Diringkus
Nikah Lagi, Istri Polisikan Suami
Pelajar SD Dicabuli Guru SMK
Boss SPBU Kalianak Akan Dipanggil ...
Keroyok PRT, Majikan Cuma Dituntut...
Bayi Baru Lahir Dibuang
Palsukan Ijazah, Kades Jaten Diadi...
Perangkat Desa Edarkan Uang Palsu
Selingkuh, Warga Pecat Kepala Dusun
Niru Film Porno, Arek Demak Cabuli...
Korban Investasi Bodong Seret Pela...
Bawa Narkoba, Dua Polisi Indonesia...
Mayat Orok Bayi Dibuang di Warkop
Belasan Motor Modifikasi Dirazia
Anak Kandung Gorok Ibu Hingga Tewas
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  69