menu.jpg
 
Kafe Ponti Rasa Sayang Pajang Purel bak Ikan Hias

Pengunjung lokalisasi ilegal, warung remang-remang, hingga warkop pangku di Sidoarjo umumnya dari kalangan menengah ke bawah. Sementara kalangan menengah ke atas lebih suka memuaskan syahwatnya di luar Sidoarjo. Mana saja tempat-tempat yang biasa mereka datangi? Berikut ini laporan wartawan Surabaya Pagi.

Seperti kalangan berada lainnya, warga Sidoarjo yang berdompet tebal umumnya lebih memilih buang duit ke Surabaya. Sebab jarak Sidoarjo-Surabaya sangat dekat. Setelah masuk pintu tol Porong-Surabaya, hanya sekitar setengah jam mereka sudah tiba di kota berjuluk Kota Pahlawan tersebut.

Tatkala keluar pintu tol Jalan Mayjen Sungkono, Surabaya, mereka tinggal memilih kemana mobilnya akan diarahkan. Mau ke spa, bernyani-nyanyi dulu di tempat karaoke, atau tripping di diskotek, tinggal pilih. Tempat-tempat itu tersebar di kota Surabaya. Pendek kata, mau cari hiburan model apapun, Surabaya adalah surganya. Bahkan di beberapa tempat, mereka juga bisa dengan mudah mendapat obat-obatan terlarang maupun narkotika, sekaligus menikmatinya di tempat itu dengan aman pula.

Kondisi ini berbeda dengan Sidoarjo. Nyaris tidak ada tempat hiburan model itu di Sidoarjo. Pernah beberapa pihak membuka usaha panti pijat maupun salon kecantikan yang menyajikan layanan plus-plus. Tapi belum beroperasi terlalu lama, keberadaan tempat-tempat itu akan diprotes oleh masyarakat sekitarnya. Seperti menimpa beberapa
tempat pitrat di pinggir Jalan Raya Balongbendo dan Sawo Tratap, Gedangan, serta sebuah salon kecantikan di Kompleks Ruko Pasar Larangan, beberapa tahun silam.

Meski begitu, tidak semua warga Sidoarjo berduit memanjakan nafsunya di Surabaya. Ada pula yang mengaku lebih sreg menambah pundi-pundi dosanya di kawasan Tretes, Pasuruan. Banyaknya pekerja seks komersial (PSK) yang bisa dibooking, mudahnya cari penginapan, serta dinginnya hawa pegunungan, bakal memberikan sensasi tersendiri.

Apalagi seperti halnya ke Surabaya, perjalanan menuju Tretes juga tak terlalu makan waktu. Tapi ada kalanya pula, mereka enggan pergi ke Surabaya maupun Tretes karena alasan tak mau pulang terlalu larut atau semacamnya. Sehingga mereka akhirnya memilih menghibur diri cukup di Sidoarjo saja. Bagi warga yang mengalami kondisi seperti ini, ada sejumlah tempat alternatif yang bisa dijadikan pilihan. Meski, alternatif itu hanya
berupa kafe maupun karaoke yang jumlahnya juga sangat terbatas.

Saat ini, Sidoarjo hanya memiliki setidaknya tujuh kafe. Yaitu, Kafe Mega dan Kafe Pendopo I yang berlokasi di Kompleks Ruko GOR Delta Sidoarjo; Kafe SO di Kompleks Ruko Jenggala Sidoarjo; Kafe Delta di Jalan Kartini Sidoarjo; serta Kafe Matahari yang berlokasi di Jalan Raya Jalur Lingkar Timur, Bluru, Sidoarjo.

Dua kafe yang baru berdiri adalah Kafe Ponti Rasa Sayang di Kompleks Monumen Ponti yang menggantikan peran sarana bermain anak, Putt-putt Golf. Satunya lagi adalah Kafe Pendopo II yang berada di Pertokoan Delta Sinar Mayang, Jalan Diponegoro, Sidoarjo. Kafe ini menggantikan peran Kafe Star yang konon bangkrut.

Tujuh kafe tersebut mengandalkan pertunjukan live music untuk menjerat pengunjungnya. Rata-rata adalah hiburan orkes dangdut. Hanya Kafe Delta yang membidik pangsa anak muda dengan pertunjukan band musik pop maupun rock. Meski pertunjukan live itu tak setiap hari digelar. Dari tujuh kafe itu pula, hanya Kafe Delta yang tak menyediakan minuman keras dan purel atau wanita penghibur. Sedangkan enam kafe lainnya menyediakannya secara terang-terangan.

Namun yang paling tragis adalah Kafe Ponti Rasa Sayang. Di kafe ini, purel-purel yang bertugas menemani pengunjung dijajar bak menjual ikan hias. Pengunjung yang masuk kafe akan diarahkan ke sebuah ruangan. Di situ ada puluhan wanita cantik dan berpakaian merangsang duduk di sebuah sofa panjang.

Hanya dengan menudingkan telunjuk, purel yang diinginkan akan langsung menjadi teman paling mesra malam itu. Tarif purel-purel itu Rp 50 ribu per jam, kata Subandi, warga Lemahputro Sidoarjo. (ded/bersambung)

Berita lainnya
"Saya Hanya Bisa Puaskan Tamu…”
“Kita tak Pernah Layani Plus-plu...
Stadium Masih Nekat Buka
Ada Tarian Erotis, Heaven Akan Dis...
Dugem Stadium Ditutup, Heaven Dibi...
PSK Online Berstatus Mahasiswi dan...
Prostitusi Untuk Pejabat
Model Rp 25 Juta
"Enak Kerja Sendiri, Semuanya Masu...
MUI Minta NAV-Hotel ‘Maumu’ Di...
Ditangkap, Purel NAV dan Hotel “...
Karaoke NAV dan Hotel ‘’Maumu...
Ada Karaoke Plus Hotel Short-Time
Bos Karaoke ‘Kibuli’ Pemkot
Surabaya Kota Maksiat
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  55