menu.jpg
 
Lagi, Germo Surabaya Tawarkan PSK Lewat Facebook

SURABAYA- Transaksi seksual tak hanya terjadi di tempat dugem. Belakangan ini di Surabaya mulai marak lagi jual beli wanita panggilan (call girl) atau bispak (bisa pakai) melalui situs jejaring sosial Facebook. Kemarin, anggota Polsek Asemrowo membongkar jaringan ini. Wanita-wanita tersebut dijual kepada om-om ke sejumlah hotel di Surabaya, dengan tarif Rp 800 ribu hingga Rp 1,3 juta untuk sekali kencan.

Terbongkarnya jaringan penjualan wanita itu setelah polisi memancing dua kurir, yakni Hery Prasetyo (29), warga Jalan Dewi Sartika Timur, Tegalsari dan Agus Awaludin (45), warga Jalan Pandegiling, Surabaya. "Kedua tersangka ditangkap di tempat berbeda saat kami pancing untuk bertransaksi," jelas Kanit Reskrim Polsek Asemrowo AKP Nafan di Mapolsek, Selasa (8/2).

Hery disergap saat membawa Stefani Eka Pratiwi (18), warga Jalan Karang Rejo I dan Demi Espriani (22), tinggal di Jalan Jetis Kulon Gang I Surabaya. Saat itu Hery membawa kedua wanita itu ke Hotel Bintang di Jalan Mustika, Ngagel, Surabaya. Sedangkan Agus diringkus di dekat tugu bambu runcing Jalan Panglima Sudirman saat sedang mengantarkan Nila Fitria (29), warga Jalan Bibis Tama.

Menurut keterangan ketiga wanita itu, mereka menjalankan aksinya melalui jasa seorang germo bernama Johan Situmpul (46) alias Jo warga Waru, Sidoarjo. Johan sendiri hingga kini masih buron atau masuk daftar pencarian orang (DPO). Nah, Jo ini
mencari lelaki hidung melalui situs jejaring sosial Facebook. Di situs tersebut, Jo menawarkan ketiga anak buahnya disertai dengan beberapa foto. Jika cocok mereka kemudian meneruskan transaksi melalui handphone (HP).

Setelah itu, ia meminta dua kurirnya, Agus Awaludin dan Hery Prasetyo untuk mengantar 'ayam-ayam' itu ke hotel yang telah disepakati. "Untuk membongkar kasus ini, petugas menyaru menjadi pemesan," cetus Naf’an.

Tarif sekali kencan Rp800 ribu-Rp 1,3 juta, tergantung kesepakatan. Hasilnya, kemudian dibagi menjadi tiga. Jo mendapat bagian 40 persen dari tarif, sedangkan kurirnya 10 persen. Sisanya baru diberikan si cewek yang melayani pembooking.

Atas kejahatan yang dilakukannya ini, dua kurir tersebut ditetapkan sebagai tersangka, dan dijerat dengan pasal 506 KUHP, yakni mengambil untung dari pelacuran
dengan ancaman 5 tahun penjara. "Sedang ketiga wanita yang diamankan sebagai saksi. Sementara Jo masih buron," jelas Naf’an.

Kian Marak
Penjualan gadis yang dijadikan pekerja seks komersial (PSK) melalui Facebook sebenarnya bukan hanya kali ini saja. Kasus pertama terkuak 31 Januari 2010 saat aparat Polwiltabes (sekarang Polrestabes) Surabaya menggerebek ABG yang dijual ke om-om di Hotel Malibu Jl Ngagel. Ternyata, penjualan ABG ini dilakukan melalui internet, di antaranya melalui situs jejaring sosial facebook. Saat itu, polisi menangkap Endry Margarini alias Vey (20), warga Dukuh Kupang Timur Surabaya, yang bertindak sebagai germo. Kemudian, Achmad Afif Muslichin (20), warga Candi, Sidoarjo sebagai penyalur (makelar atau pencari pelanggan).

Setelah kasus itu terungkap, jaringan penjualan wanita panggilan lewat internet sempat mereda. Mereka kembali dengan modus konvensional, yakni melalui telepon seluler. Namun, kini modus melalui internet kembali kambuh.

Penelusuran Surabaya Pagi, modua transaksi seksual melalui Facebook ini kian berkembang. Para pelaku membuat group-group komunitas di Facebook, agar tidak gampang diblokir oleh pengelola situs jejaring asal Amerika itu. Meski begitu, tetap saja mencolok. Ada yang menggunakan nama Tante Girang Kesepian, Komunitas Cewek Bispak, Cewek-Cewek Nakal, dan lain-lain.

Saat Surabaya Pagi mensearch terdapat puluhan group berbau mesum tersebut. Di sana dipajang foto-foto hot, dengan status yang menggoda. Di group “Tante Girang Kesepian” misalnya, ditulis status, “Tante Girang Kesepian Bwt brondonG, tinggalin num Hp nya yaah..Ntar tanTe call deHh.. Suami tanTe klwr koTa nihh..”

Komentar pun mencapai ratusan, yang kebanyakan kaum pria. Tak heran penyuka (like) group tersebut mencapai ratusan ribu. Group Tante Girang Kesepian disukai 103.860 orang. Bahkan, group “Cewek-cewek Nakal” tembus 32.826 penyuka.

Agus, karyawan swasta di bidang advertising Surabaya, mengaku sangat gampang untuk mendapatkan cewek-cewek di Facebook. Awalnya kenalan dengan meng-add friend, selanjutnya saling kirim pesan di inbox hingga chatting. “Biasanya setelah itu ketemuan, dan terjadilah yang diinginkan (check in berdua, red),” cetus pria ini sambil tersenyum.

Lokasi ketemuan, lanjut Agus, paling sering di Taman Bungkul Jl Raya Darmo Surabaya, atau di mall. “Lihat saja, hamper semua orang yang bawa laptop di Bungkul, pasti buka Facebook,” tutur dia.

Hanya saja, mengenai tarif itu rekatif. Sebab, cewek bispak itu ada yang bekerja individual dan melalui germo. Kalau individual di kisaran Rp 300 ribu-Rp 500 ribu. Kalau ada germonya bisa Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta sekali kencan. “Mereka juga bikin blog juga lho,” pungkas Agus. n nt

Berita lainnya
Polda kok Cuma Gerebek Prostitusi ...
Perawani Siswi SMP, Pria Malaysia ...
Semalam, Arek Mojokerto Bunuh Ayah...
Kajari Bojonegoro Dipolisikan
Edarkan Upal, Ibu dan Anak Dituntu...
Karyawan Diskotek 777 Terancam LDH
7 Bulan Ngendon Kasus Penganiayaan...
Lima Pelaku Curat Dibekuk
4 Pemuda Gilir Siswi SMP di Sawah
Lempari Bus, 4 Bonekmania Diamankan
Ingin Punya Motor, ABG Nyolong
Dicurigai Nyolong Sapi, Kadus Nyar...
Curi Pompa Air, Pengantin Baru Dir...
6 Perusak Pesantren YAPI Divonis 3...
Edarkan Pil, Pemuda Mojosari Dicid...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  75