menu.jpg
 
Istri Pembobol Bank Jatim Diperiksa Lagi

SURABAYA (Surabaya Pagi)-Untuk kali kedua, istri Yudi Setiawan, Carolina Gunadi, 27, tersangka pembobol Bank Jatim Cabang HR Muhammad, sekaligus Direktur PT. Cipta Inti Parmindo kembali diperiksa Unit III Fiskal Moneter dan Devisa (Fismondev) Subdit Fismondev Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim, Rabu kemarin (1/11).

Istri tersangka pelaku pembobol bank milik pemerintah senilai Rp 50,4 Miliar ini adalah pemeriksaan kali kedua, setelah tiga hari lalu diperiksa untuk yang pertama kali. Selain kedatangan Carolina Gunadi, Unit III Fismondev juga memeriksa Awang Diantara, tersangka keenam, yang masih pengawai Bank Jatim Cabang HR Muhammad yang sudah berstatus tersangka.

Kasubdit II Fismondev Ditreskrimsus Polda Jatim, AKBP Indarto mengatakan, pemanggilan Carolina Gunadi kedua kalinya ini, tak lain untuk mengetahui lebih lanjut tentang usaha Yudi Setiawan dan jumlah aset Yudi Setiawan.

“Pada pemeriksaan pertama, saksi Carolina Gunadi ini masih belum jujur mengungkapkan jumlah aset Yudi Setiawan, suaminya, yang kini ditahan Polda Kalimantan Selatan atas kasus yang sama yakni pembobolan bank, “ ujar Indarto.

Selain itu, lanjut Indarto, penyidik ingin mengetahui jumlah aset tersebut dengan alasan ingin mencocokkan apakah aset Yudi tersebut benar-benar dibeli dari hasil bisnisnya atau dari hasil membobol Bank Jatim cabang HR Muhammad Surabaya.

“Ketika Polda Jatim mengirimkan penyidiknya ke Polda Kalimantan Selatan, untuk memintai keterangan Yudi, tersangka pembobolan bank yang merugikan negara hingga Rp. 50,4 miliar ini banyak bungkam dan meremehkan penyidik. Untuk itu, kami akan terus mendalami aset-aset Yudi ini dari sang istri, “ ungkap Indarto.

Selain memeriksa Carolina Gunadi, Unit III Fismondev juga memeriksa Awang Diantara, analis Bank Jatim Cabang HR Muhammad Surabaya. Dalam kasus ini, Awang juga ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan lima karyawan Bank Jatim cabang HR Muhammad lainnya.

Awang yang dijadwalkan diperiksa Senin (29/10) lalu, ternyata tidak memenuhi panggilan penyidik dengan alasan sakit. Awang baru bisa memenuhi panggilan penyidik ini kemarin, dengan didampingi istri dan tim kuasa hukumnya.

Sementara itu Sudiyono, kuasa hukum Awang Diantara mengatakan, kliennya diperiksa sejak pukul 09.00 Wib hingga pukul 16.00 Wib di Unit III Fismondev. Setidaknya, ada 40 pertanyaan yang diajukan penyidik ke kliennya itu. Lebih lanjut Sudiyono menjelaskan, dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan penyidik ini, masih seputar mekanisme pencairan dana di Bank Jatim cabang HR Muhammad Surabaya, dan bagaimana SOP-nya.

“Di Bank Jatim Cabang HR Muhammad, klien saya itu menjabat sebagai analis kredit. Artinya, setiap pengajuan kredit yang masuk ke Bank Jatim, akan diperiksa dan dianalisa kelayakannya oleh Awang, “ jelas Sudiyono. Yudi Setiawan, lanjut Sudiyono, yang kini menjadi tersangka dan otak pembobolan Bank Jatim Cabang HR Muhammad Surabaya itu, ketika mengajukan permohonan kredit ke Bank Jatim, dokumennya lengkap.

“Awang kemudian memeriksa history pembayaran cicilan kredit selama ini ke Bank Jatim. Yudi Setiawan, sebenarnya tidak sekali ini saja mengajukan permohonan kredit ke Bank Jatim, namun sudah berulang kali. Namun sayangnya, pengajuan yang terakhir inilah yang menyeret 6 karyawan Bank Jatim Cabang HR Muhammad Surabaya sebagai tersangka dan dua diantaranya harus mendekam di tahanan Polda Jatim, “ tandas Sudiyono.

Masih menurut Sudiyono, ketika memeriksa history pembayaran cicilan terhadap kredit terdahulu, Awang selaku analis kredit menilai bagus dan layak untuk mendapatkan rekomendasi di acc pengajuan kreditnya.

“Jadi, tidak ada yang salah sebenarnya dalam kasus ini karena semua sudah melalui mekanisme yang benar. Namun kami tidak tahu, kesalahan itu ada dimana sehingga klien saya terseret kasus ini bahkan berstatus tersangka,”pungkasnya. nt

Berita lainnya
Blokade Suramadu, Polri Tangkap Pe...
Jual Cewek Rp 10 Juta, Mucikari Pa...
Peningkatan Prestasi Melalui CPDL
Musnahkan 343 Gram Sabu
Spesialis Jambret Dimassa
66 Terpidana Mati Narkoba Tunggu E...
Tahanan Pengedar Narkoba Dihukum B...
Terdakwa Umroh Abal-abal Meradang
Dua Rampok Indomart Tewas Ditembak
Kasus Videotron, Anak Menkop Jadi ...
PRT Curi Travo
WNA Hongkong Selundupkan Sabu Rp...
Batu Menir Siap Kirim Dicuri
Rekan Dipukuli Satpam, Ratusan PP ...
Pengacara Nyambi Jualan Sabu
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  103