menu.jpg
 
Juniver : Jaksa Manipulasi Keterangan Saksi

MANTAN Direktur Utama PT Grand Kota Investama (GKI) Soekotjo Gunawan yang juga bos dari Warna Warni Advertising berusaha keras untuk mendapatkan keadilan. Dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, kemarin pihaknya mengajukan duplik.

Dalam dupliknya Soekotjo menyatakan tuntutan jaksa penuntut umum terhadap dirinya tidak berdasar. Karena selama penyidikan di polisi hingga surat dakwaan, dirinya hanya dijerat pasal 372 dan 378 KUHP. Namun tuntutan jaksa menggunakan pasal 374 KUHP. ””Tuntutan jaksa sangat tidak berdasar,” tegas Soekotjo yang duduk dikursi roda.

Soekotjo menjelaskan dirinya tidak melanggar anggaran dasar PT GKI, perusahaan properti yang selama ini dipimpinnya. Dimana anggaran dasar pasal 11 ayat 3 sudah dihapus dan tidak berlaku lagi jauh sebelum Wayan Santoso.

Soekotjo juga menjelaskan, dari lima orang saksi pemegang saham yang digunakan untuk menuntut dirinya bermasalah. Karena, berita acara pemeriksaan (BAP) yang diteken para pemegang saham sama persis mulai dari titik dan komanya.

”Seharusnya sesuai pasal 174 KUHAP, para pemegang saham tersebut dinyatakan memberikan keterangan palsu dan majelis hakim memerintahkan jaksa untuk menyerahkan pada penyidik. Tapi malah digunakan untuk dasar penuntutan jaksa,” jelas Soekotjo.
Selain itu Sukotjo juga mengungkapkan kalau Adjiz Gunawan bukanlah pihak yang membuat pailit PT Ratatex. Tudingan jaksa seolah-olah Adjiz punya andil dalam proses kepailitan PT Ratatex, tidak benar.

”Semua tidak benar dan Adjiz siap diperiksa ulang sebagai saksi dalam kasus itu. sebagai pengacara Adjiz tak mungkin merugikan nama baiknya sendiri,” tandasnya.

Soekotjo juga membantah telah menandatangani kesepakatan rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) 11 Desember 2009.

Sedangkan penasehat hukum Juniver Girsang menyampaikan, keterangan saksi banyak yang dimanipulasi jaksa untuk dasar mengajukan tuntutan. Juniver tetap menegaskan Soekotjo tidak bersalah dan dibebaskan dari segala tuntutan.
Sedangkan Adjiz Gunawan yang kemarin hadir dipersidangan mengatakan meski merasa difitnah oleh Henry Kaunang, dirinya tidak bisa melakukan tindakan hukum. ”Yang bisa menyatakan keterangan itu palsu adalah majelis hakim,” tukas Adjiz. nbd

Berita lainnya
Mirip P2SEM, Tanpa Rekom Keluarga ...
Hakim Lepas Terdakwa Anggota DPRD ...
Pembangunan Box Culvert Beraroma K...
Dibobol Yudi Rp 53 M, Disusul Poli...
ICW:Calon Ketua DPR dari Golkar Di...
Kejagung dan MA Dituding Tebang Pi...
KPK Bidik Petinggi BCA
Tersangka Korupsi Tak Ditahan
Penyidikan Pembangunan Gedung BC D...
Korupsi Alkes, Mantan Direktur RS...
KPK Periksa Bonaran Sebagai Tersan...
KPK Tetapkan Gubernur Riau Tersang...
Gubernur Riau asal Golkar Ditangka...
Penyidikan Kasus Lama Mandeg
Divonis Korupsi, Anas Berulah Lagi
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  96