Didanai APBD 1,5 M Cuma Dipakai Gendakan
| Melongok Taman Mundu, Tambaksari |
| Kamis, 22 September 2011 | 03:45 WIB |
|
|
|
Dibangun di depan Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Taman Mundu bisa dibilang strategis sebagai area rekreasi warga kota. Apalagi, desain taman di sini cukup ciamik. Sayangnya, lantaran penerangan kurang, taman ini pun tak ubahnya seperti taman Bungkul maupun taman Prestasi. Hanya dipenuhi oleh pasangan muda-mudi yang pacaran.
Taman Mundu, Tambaksari ini memiliki luas 4.800 meter persegi. Berbeda dengan taman lain yang dibangun dengan dana CSR, Taman Mundu ini murni dibiayai dengan APBD Kota Surabaya senilai Rp 1,5 miliar. Pantauan di lokasi tadi malam (21/9), pengunjung taman ini cukup ramai. Tapi didominasi pasangan muda-mudi yang pacaran.
Dua air mancur yang saling berseberangan dan kelap-kelipnya lampu di taman tersebut, seakan menjadi faktor pendukung bagi mereka yang ingin mesra-mesraan. Di tambah lampu penerangan yang seakan enggan menerangi taman ini. Tentu menjadikan situasi temaram di taman ini menjadi kesempatan pasangan tak resmi itu, semakin berhasrat untuk mesra-mesraan.
Tetapi di beberapa sudut taman yang berpenerangan yang cukup terang pun banyak muda mudi yang berpacaran. “Semakin malam semakin hot mas,” cetus salah seorang penjual makanan di Taman Mundu.
Dijelaskannya, para muda mudi yang berpacaran di taman ini kebanyakan anak-anak SMA dan mahasiswa. Meski banyak orang, pasangan tersebut tidak peduli. Buktinya, mereka tidak malu kala melakukan adegan berpelukan maupun bermanja-manja. Bahkan, ada yang berani berciuman. “Mereka seperti tak malu lagi,” ujarnya.
Meski begitu, tidak semua yang datang ke taman ini untuk pacaran. Ada juga yang hanya sekedar nongkrong untuk melepas penat. “Enak mas di sini, desain tamannya beda dengan taman lainnya. Yang paling asyik, nonton arek pacaran menjadi hiburan tersendiri. Pemandangannya live, gak kayak sinetron,” tutur Agus, karyawan swasta yang tinggal di Kenjeran.
Ada juga orangtua yang mengajak anak-anaknya datang ke taman ini. Hanya saja, melihat banyak pasangan yang pacaran bebas, sejumlah orangtua tersebut enggan lagi untuk datang. “Saya kan bawa anak kecil, nggak baguslah untuk anak saya. Mosok diajak nonton arek gendakan,” cetus seorang ibu berjilbab yang enggan menyebut nama. n wan