menu.jpg
 
Pesta Miras Oplosan, 3 Warga Gresik Tewas

GRESIK (Surabaya Pagi) - Pesta minuman keras (Miras) kembali menelan korban jiwa. Kali ini, menimpa 3 warga Gresik setelah pesta miras oplosan di salah satu cafe Jalan Embong Malang Surabaya.

Tiga pemuda yang tewas itu Agus Saputro (20), warga Desa Suci, Kecamatan Manyar, Zainuri Budi (34), warga Jalan Gubernur Suryo, Kecamatan Gresik, dan Ahmad Bashori Alwi (20), warga Jalan Sindujoyo 8 Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik.

Selain 3 warga Gresik, empat lainnya dirawat di RSUD Ibnu Sina dalam kondisi kritis yaitu Ahmad Nizar (21), Romadloni Felik (22), keduanya warga Jalan Sindujoyo, Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. Keduanya sempat mengalami cuci darah. Satu lagi Sugianto (24) warga Lumpur yang sempat mengalami buta sementara.

Sedangkan M. Mas'ud (15) warga Jalan RE. Martadinata, Kelurahan Kroman, Kecamatan Gresik dan M Nidlom (19) warga Jalan Sidujoyo VII Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik. Bahkan, Nidlom yang masih sepupu Ahmad Bashori Alwi itu hendak dirujuk ke RSUD Dr Soetomo Surabaya, karena kondisinya kritis.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, 20 warga Gresik yang sebagian besar dari Kelurahan Lumpur, Kecamatan Gresik melakukan pesta miras di Cafe Family Jalan Embong Malang Surabaya selama tiga malam. Pesta pertama dilakukan Sabtu dengan jumlah dua puluh orang.

Mereka berangkat ke Surabaya menggunakan sepeda motor. Pesta miras dimulai dari pukul 11.00 WIB hingga 03.00 WIB. "Saya kurang tahu nama semuanya. Sebab, kami memesan miras oplosan merek Singapura," ujarnya di ruang UGD RSUD Ibnu Sina, Kamis (19/9).

Meski sudah dalam mabuk berat, para pemuda yang terdiri dari beberapa kelompok itu kembali datang ke Cafe Family di Jalan Embong Malang. Meraka datang pukul 21.30 WIB dan baru pulang sekitar pukul 01.30 WIB. Pengakuan M Mas'ud, mereka berkelompok di beberapa meja dan memesan minuman oplosan jenis Singapura dengan harga Rp70 ribu.

"Saya baru ikut Selasa. Untuk Sabtu dan Seninnya saya tidak ikut," kata pemuda yang tinggal di Jalan RE Martadinata, Kroman, Kecamatan Gresik itu. Diapun mengingat bila di mejanya ada Kapi, Isom, Nuri, Riki dan Uyut.

Saat pulang mereka belum merasakan akibat dari minum minuman oplosan tersebut. Namun, siangnya mereka mulai merasakan mual, pusing dan matanya tidak bisa melihat. an

Berita lainnya
Disegel, Hotel Milik Setiadji Masi...
Cari Rampok, Dapat 24 Miras Impor
Diduga Menipu, Pengusaha Pupuk Dib...
Empat Pemuda Pesta Sabu Digerebek
Kuli Bangunan Tewas Terjatuh
Motor Raib di Tempat Kos
Pengangguran Curi Burung
PNS Edarkan Upal
Residivis Pencurian Diringkus
Akhirnya Hotel Milik Setiadji Yudh...
Anggota BIN Palsu Peras Pengusaha ...
Arek Waru Tewas Gara-gara Nyetir M...
Jukir Bandar Sabu Dibekuk
Satpam Curi Besi Lempengan
Polres Tanjung Perak Di Pra Peradi...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  44