menu.jpg
 
Bupati Jombang Ceraikan Istri

JOMBANG – Kabar perceraian Bupati Jombang Drs H Suyanto dan istrinya Hj Wiwik Nuriati yang menjadi buah bibir dalam beberapa bulan terakhir, ternyata bukan gosip. Keduanya resmi bercerai pada 25 Mei 2011 lalu dalam sidang di Pengadilan Agama (PA) Jombang. Ini berarti Suyanto merupakan bupati kedua di Jawa Timur yang bercerai. Sebelumnya, tahun 2008 Bupati Probolinggo Hasan Aminuddin juga bercerai dengan Dian Prayuni, wanita yang telah 22 tahun dinikahi.

Kepastian perceraian Suyanto dan Wiwik tersebut disampaikan Drs HM Syafi SH MH, humas PA Jombang, kemarin. “Memang benar Bupati Suyanto yang melakukan gugatan cerai terhadap istrinya. Dan sudah dilakukan sidang putusan,” ujar Syafi kepada Surabaya Pagi.

Menurut Syafi, gugatan perceraian orang nomor satu di Jombang tersebut
didaftarkan sendiri oleh Suyanto pada 3 Mei 2011. Gugatannya teregister dengan
nomor 0880/Ptd.G/2011/PA.Jbg. Sedangkan proses siding perceraian berjalan cepat. Usai memasukkan gugatan pada 3 Mei, sidang pertama langsung digelar pada 18 Mei.

Agenda sidang pertama tersebut sebenarnya mediasi, namun karena Hj Wiwik tidak hadir, sidang akhirnya hanya membacakan gugatan dan ditunda seminggu kemudian.
Lalu pada 25 Mei sidang kembali digelar. Sayangnya, pada sidang kedua tersebut Hj Wiwik tetap tidak hadir. Sehingga majelis langsung menjatuhkan putusan. “Meski tidak dihadiri oleh tergugat (Hj wiwik, red) maka putusan tetap bisa dilakukan. Yang istilahnya putusan itu adalah veerstek,” jelas Syafi.

Karena merupakan putusan veerstek, lanjut Syafi, maka pihak pengadilan harus memberitahukan kepada Hj Wiwik. Hal itu menurut Syafi telah dilakukan dengan melayangkan surat pemberitahuan pada 1 Juni 2011 lalu.

Disinggung tentang keabsahan putusan tersebut, dengan tegas Syafi menyatakan bahwa putusan tersebut sah dan patut. “Artinya, pihak tergugat yakni Hj Wiwik sudah diberi undangan menghadiri sidang minimal tiga hari kerja sebelum pelaksanaan sidang. Baik untuk sidang pertama maupun kedua. Sedangkan patut artinya, panggilan sidang tersebut diketahui oleh Wiwik dengan ketemu langsung pengantar undangan. Bahkan ada tanda tangan menerima undangan sidang,’’ papar Syafi.

Meski gugatan tersebut dilakukan oleh orang nomer satu di Jombang, kedua belah pihak tidak menggunakan kuasa hukum. Bahkan Bupati Suyanto ketika mendapatkan undangan sidang selalu menghadirinya. Majelis hakim yang menyidangkan gugatan Suyanto dipimpin sendiri oleh Syafi. ’’Saya ditunjuk karena termasuk hakim senior,’’ ungkapnya. Dua hakim anggota yang mendampinginya yakni Drs H Musyaffa MH dan Drs H
Suryana SH.

Sementara itu ketika disinggung tentang alasan perceraian yang dilakukan, Syafi enggan untuk mengatakannya. “Memang secara jelas tercatat alasan perceraiannya. Namun kami tidak memiliki kewenangan untuk menyampaikan ke pulik. Itu termasuk rahasia persidangan,” tandasnya.

Keluarga Suyanto Mengakui
Meski begitu, kabar yang beredar, Suyanto merasa kecewa dengan Wiwik. Entah itu ada pihak ketiga atau apa, hingga kini masih misteri. Keluarga Suyanto sendiri enggan membeberkannya. Yang jelas, pihak keluarga Suyanto mengakui keretakan rumah tangga penguasa Jombang dua periode itu. Sumrambah, adik kandung Suyanto saat dikonfirmasi tidak membantah kakaknya ada masalah dengan sang istri. “Iya, itu persoalan sudah lama terjadi,” kata Sumrambah yang juga anggota DPRD Jawa Timur itu.

Menurut Sumrambah, polemik yang menimpa keluarga kakaknya itu sudah terendus sejak setahun lalu. Bahkan, sudah sempat terjadi pembicaraan antar keluarga yang memutuskan untuk keduanya berpisah. “Tapi proses (perceraian, red) sampai mana saya tidak tahu,” aku pria yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Jombang ini.

Permasalahan tersebut, lanjut Sumrambah, sempat menjadi pembicaraan masyarakat Jombang. Maklum, tokoh paling tenar di Jombang saat ini adalah Suyanto. “Sebelum memutuskan (cerai, red) Mas Yanto sudah membicarakan dengan keluarga besar dan konsultasi dengan seluruh tokoh-tokoh dan ulama di Jombang,” paparnya.

Sejak saat itu, menurut Sumrambah, seluruh fasilitas istri bupati yang selama ini dimiliki Wiwik Nuryati dicabut dari Pemkab Jombang. “Semua fasilitas beliau (Wiwik, red) sudah dicabut,” ucapnya sedikit hati-hati.

Lantas apa motif perceraian tersebut, Sumrambah enggan mengungkapkannya. “Bagaimanapun (Wiwik Nuryati, red) pernah menjadi kakak ipar saya, dan bagian dari keluarga kami. Saya tidak mungkin mengungkapnya ke publik,” pungkas Sumrambah. n jb1/rko

Berita lainnya
Banyak Daerah tak Miliki Early War...
Satlantas Terapkan Teguran Simpati...
22 Kabupaten Jatim Rawan Longsor
Terkubur Longsor, Ibu Hamil 9 Bula...
Rebut Bekas Air Jokowi
Batik Jokotole Bangkalan Merambah ...
Tomcat Kembali Serang Warga Suraba...
Warga Dolly: Mana Janjimu
Ribuan Buruh Bekasi Terancam PHK...
Inggris Buka British Council di Su...
Ibadah Haji Lansia Diperketat
Satgas TNI Cantik Dikirim ke Leban...
Emoh Bayar Rp 781 M, Ical Bakal Di...
JK: Salah Paham
Soal Doa di Sekolah, Anies Menjawab
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  78