menu.jpg
 
Sopir Taksi Jadi Makelar, Mainnya di Kos-kosan

Banyak cara yang dilakukan cewek-cewek malam untuk mendapatkan pelanggan. Tak harus berdiri di pinggir jalan maupun nongkrong setiap malam di tempat dugem. Cukup melalui jasa sopir taksi, mereka ini sudah mendapat tamu untuk mendapat layanan kencan semalam. Cara inilah yang belakangan mulai jadi tren di kota Surabaya. Seperti apa bentuknya? Berikut ini laporan wartawan Surabaya Pagi.

Sekitar pukul 03.00 WIB, kafe dan karaoke sudah tutup. Kemana lagi cari cewek-cewek malam di Surabaya? Alternatifnya tinggal di diskotik dan lokalisasi pelacuran di Dolly atau Moroseneng. Namun sekarang ini, dua tempat lokalisasi itu tutup lebih awal, pukul 01.00 dinihari.

Sementara jika ke diskotek, tak semua perempuan pekerja malam di sana bisa diajak check in ke hotel. Kalau pun ada, harus mengeluarkan uang ekstra. Sebab, cewek-cewek di diskotik hampir dipastikan minta dibelikan ineks lebih dulu. Padahal, harga ineks sekarang Rp 400 ribu per butir. Belum minum dan uang tips yang mereka minta untuk bisa dilayani hubungan intim. Rata-rata mereka minta tips Rp 500 ribu untuk layanan short time. Jika ditotal dengan tarif hotel short time Rp 150 ribu-Rp 200 ribu, maka untuk mencari cewek di diskotik sedikitnya harus tersedia uang tunai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta. Mahal bukan? Belum tentu layanan mereka memuaskan.

Jangan khawatir, sebab dari penelusursan Surabaya Pagi, ada altternatif lebih murah. Coba lihat di seputar tempat hiburan malam yang beroperasi, seperti di depan Tunjungan Plaza Jl Basuki Rahmat, Surabaya Plaza Jl Pemuda, dekat gedung MEX Tegalsari dan kawasan Jarak. Di tempat-tempat itu banyak berderet taksi yang tengah menunggu penumpang.

Nah, sopir-sopir taksi itu ternyata menjadi semacam perantara cewek-cewek malam. Sofyan, salah seorang sopir taksi yang ngetem di depan Tunjungan Plaza, mengaku banyak kenal cewek-cewek malam atau purel. Sebab, mereka ini kerap memakai jasanya untuk mengantarkan ke tempat hiburan malam ataupun hotel.

Lantaran kenal baik itulah, cewek-cewek tersebut meminta tolong, jika ada pria hidung belang butuh kehangatan semalam, agar menghubungi dia. Kebanyakan ya purel mas, sopo maneh terusan..., cetus pria ini sambil tersenyum.

Kata sopir yang mengaku tinggal di Kenjeran ini, cewek-cewek itu kebanyakan ngekos di daerah Dukuh Kupang dan Pakis. Pokoknya di kos-kosan bebas, ujarnya. Kalau mau saya antar bisa kok, tapi saya teleponkan dulu, siapa tahu dia lagi ada tamunya.

Menurutnya, mereka tidak mamatok tarif tinggi. Hanya Rp 500 ribu. Tapi kalau ceweknya istimewa, misalnya masih ABG atau Chinese, biasanya minta Rp 1 juta. Tarif itu sudah net (bersih), sebab main-nya di kamar kos. Bukan di hotel. Dari pada susah-susah mas, udah jam segini. Lagian kalau di hotel rawan grebekan, pungkas dia yang mengaku dapat fee Rp 50 ribu- 100 ribu. n

Berita lainnya
"Saya Hanya Bisa Puaskan Tamu…”
“Kita tak Pernah Layani Plus-plu...
Stadium Masih Nekat Buka
Ada Tarian Erotis, Heaven Akan Dis...
Dugem Stadium Ditutup, Heaven Dibi...
PSK Online Berstatus Mahasiswi dan...
Prostitusi Untuk Pejabat
Model Rp 25 Juta
"Enak Kerja Sendiri, Semuanya Masu...
MUI Minta NAV-Hotel ‘Maumu’ Di...
Ditangkap, Purel NAV dan Hotel “...
Karaoke NAV dan Hotel ‘’Maumu...
Ada Karaoke Plus Hotel Short-Time
Bos Karaoke ‘Kibuli’ Pemkot
Surabaya Kota Maksiat
  Komentar Anda :
  Nama * :   Email * :
  Komentar * :
  » :: Disclaimer
   
Auto Loading Records
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  100