menu.jpg
 
Kemenag Digoyang Pungli Sertifikasi Guru

Pamekasan (Surabaya Pagi) - Puluhan guru yang telah lulus sertifikasi pada tahun 2011, kemarin lusa mendatangi kantor Kemenag Pamekasan. Mereka minta beraudiensi dengan Kepala Kantor Kemenag untuk mengklarifikasi dugaan adanya pungutan liar sebesar Rp 500 ribu bagi guru yang akan mengurus Nomor Registrasi Guru (NRG).

Namun mereka gagal bertemu Nurmaludin, Kepala Kemenag Pamekasan. Pada saat mereka datang ke kantor Kemenag, Nurmaluddin belum ada di kantor karena menghadiri acara di luar. Ketika datang dia meminta para guru itu menunggu karena masih ada urusan yang harus diselesaikan.

Karena dianggap terlalu lama, para guru itu tidak sabar dan mereka menemui Kaur Umum Kemenag Mutaali, agar segera menghubungi Nurmaludin untuk mendapat kepastian apakah Nurmaludin bersedia menemui mereka atau tidak. Karena tak juga dapat jawaban, akhirnya para guru yang didampingi oleh sejumlah aktifis itu pulang.

“Kami kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Kepala Kemenag hari ini. Dengan ini kami makin curiga jangan-jangan isu itu benar adanya. Kami akan segera datang lagi dengan guru yang lebih banyak ke kantor Kemenag ini,” kata juru bicara guru, Zainal Hasan.

Zainal Hasan mengatakan, pihaknya bersama perwakilan guru di Pamekasan ingin beraudiensi untuk meminta klarifikasi tentang pungutan Rp 500 ribu dalam pengurusan NRG. Pihaknya menyesalkan adanya permintaan sejumlah uang kepada calon penerima sertifikasi itu. “Kita minta Kemenag Pamekasan segera menangani soal itu, karena guru-guru itu gajinya tidak seberapa,” katanya.

Nurmaludin tidak bisa dihubungi. Saat wartawan meminta waktu konfirmasi dia meminta Kasi Mapenda Juhairiyah yang memberi penjelasan pada wartawan.

Juhairiyah membantah telah ada pungutan sejumlah uang untuk mengurus penerbitan NRG. Dan mengatakan, mengurus penerbitan NRG bukan kewenangan Kemenag, melainkan kewenangan Kemendiknas.

“Kemenag hanya sebatas mengusulkan untuk mempercepat penerbitan NRG dan tidak pernah melakukan pungutan apapun, karena itu bukan kewenangan kami. Jika ada yang melakukan pungutan segera laporkan,” katanya.

Juhairiyah membenarkan bahwa belakangan banyak guru yang telah dinyatakan lulus sertifikasi tahun 2011 mendatangi Kemenag menanyakan NRG. Jumlah guru yang lulus sertifikasi tahun 2011 sebanyak 700 orang lebih. NRG itu akan menjadi persyaratan untuk penerimaan tunjangan sertifikasi guru.

“Bagi yang lulus tahun 2011, sesuai ketentuan paling lambat NRG-nya akan turun tahun 2012. Jika tidak, maka mereka tidak akan mendapat tunjangan mulai tahun 2013 mendatang. Dengan alasan inilah maka mereka terus berupaya agar NRG itu bisa turun tahun ini,” ungkap Juhairiyah.

Juhairiyah mengaku pihak Kemenag telah empat kali berupaya mengkomunikasikan dengan pihak terkait agar NRG itu cepat turun. Namun belum berhasil. Karena itu dia meminta agar para guru untuk bersabar menunggu, karena cepat tidaknya turunnya NRG itu bukan kewenangan Kemenag, melainkan kewenangan Kemendiknas. Bam/sg

Berita lainnya
Pemkab Cuek, Warga Urunan Perbaiki...
Pelantikan Anggota Dewan Baru Berj...
Program SL-PTT Kedelai Terserap 8...
Larang Warga Mudik Naik Mobil Pick...
Pejabat Mudik Dilarang Pakai Mobdin
Sekolah Disegel, Murid Belajar di ...
Korupsi, Tunjangan Pegawai Dihapus
Ratusan Warga Laporkan Perhutani k...
Wisata Offroad ke Bangkalan
BBM Melonjak Rp 15 Ribu, Warga Mas...
Sumenep Kekurangan 284 Dokter
Tiga Kecamatan Endemis Tuberculosis
Tak Tangkap Koruptor, Mahasiswa Ng...
Usut Pemotongan BSPS, Kejari Inten...
4 Pejabat Terancam Pecat
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  75