menu.jpg
 
Satu Keluarga Divonis Berat

SURABAYA (Surabaya Pagi) - Gara-gara mengedarkan narkoba, sekeluarga diseret kemeja hijau. Kini keempat terdakwa dituntut hukuman berat karena terbukti mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu seberat 534 gram.

Keempat terdakwa yakni Ahyat Malawat (41), Muliati (43), Gatot Setyo Irianto (49) dan Evi Susanti (47). Ahyat adalah suami Muliati, sedangkan Gatot suami Evi. Muliati dan Evi adalah kakak beradik. Bukan hanya itu, Dio Rahma Putra Irianto, 30, anak pasangan Gatot-Evi, juga disidang, namun masih dalam proses persidangan.

Dalam sidang yang dipimpin hakim Ni Made Sudani, keempatnya dihukum berbeda tergantung peran mereka masing-masing. ”Keempat terdakwa sama-sama dikenai pasal 114 jo pasal 132 ayat 1 UU No 35/2009 tentang Narkotika,” kata Ni Made.

Namun untuk mengenai hukuman, terdakwa Gatot dan Ahyat divonis 8 tahun. Sedangkan untuk terdakwa Evi Susianti dan Muliati divonis 6 tahun penjara.

Transaksi itu sendiri dilakukan ketika Ahyat dimintai tolong Ijul Fadli Ahmad (berkas terpisah) yang berada di Batam untuk mencarikan bandar sabu-sabu besar. Ahyat dan Muliati lantas menelepon Gatot dan Evi. Dari sana Gatot mengabarkan telah mendapatkan bandar yang dimaksud, yaitu Sunyoto.

Ijul dan Ahyat lantas pergi ke rumah Gatot di Sawotratap, Gedangan, Sidoarjo. Saat itu juga datang Sunyoto. Hanya, transaksi gagal karena uang belum tersedia. Mereka sepakat uang akan dibayarkan setelah barang 300 gram tiba di Samarinda.

Ketiganya akhirnya terbang ke Samarinda. Di sana Ahyat dan Ijul menjual sabu-sabu 300 gram kepada Sunyoto seharga Rp 270 juta. Dari tangan Sunyoto barang itu dijual lagi ke Sumantri Rp 350 juta.

Saat transaksi kedua, Ijul yang berangkat seorang diri dari Surabaya menuju Samarinda gagal. Dia terdeteksi membawa sabu-sabu saat melintas di pintu pemeriksaan penumpang Bandara Juanda, Surabaya. Ketika itu dia membawa 534 gram sabu-sabu. Dari penangkapan Ijul, polisi mengejar Sunyoto dan dua pasutri tersebut. Mengetahui diburu, Sunyoto menyuruh keempat terdakwa kabur.

Penangkapan kedua pasutri ini terjadi pada 14 Januari lalu usai petugas mengamankan Dul Fadly Ahmad (35) saat akan naik penumpang pesawat Garuda Indonesia GA 352 di bandara Juanda.
Warga asal Polewali Sulawesi Barat ini kepergok membawa sabu 534,04 gram di bagasinya. Setelah dikembangkan, petugas kemudian menangkap kaki tangan Dul yakni, Sunardi (49), Yudi Setiawan (42) keduanya warga Krembangan; Gatot Setyo Irianto (52), warga Sedati Sidoarjo; Ahyat Malawat alais Ferry (41) warga Batam Kota dan Dio Rahma Putra Irianto (18), warga Waru Sidoarjo.

Selain itu polisi juga mengamankan Evi Susianti (47) istri Gatot dan Muliati (43) istri Ferry. Dalam penangkapan ini BNN mengamankan banyak barang bukti lainnya, yakni uang tunai diduga hasil transaksi Rp 4.646.000, rekening dengan uang senilai Rp 5.956.669.793, 8 ATM, 11 ponsel, satu unit mobil Mazda, dan satu unit sepeda motor yang digunakan tersangka.

Atas hukuman ini, pengacara keempat terdakwa, Selfin Laka masih pikir-pikir untuk melakukan banding. Karena seharusnya, hukuman pada terdakwa tak seberat itu. ”Mereka bukan pelaku utama dalam peredaran sabu itu. Kalau pelaku utama sudah ditangkap dan dihukum. Sedangkan klien kami hanya membantu mengedarkan saja. Lagipula, barang sabu itu bukan milik terdakwa. tandasnya. bd

Berita lainnya
Semalam, Rumah di Babatan Indah Di...
M’sia Akhirnya Bongkar Mercusuar...
Dua WNA Ditangkap Imigrasi
Maling Mabuk Dimassa
“Raja” Bandit Jalanan Diringkus
Tak Terbukti Palsu Surat, Kurator ...
Pelajar SD Diduga Dihamili Bapaknya
Warga Protes Perluasan Gudang
Bekuk Perampas Motor
Residivis Embat Motor Calon Istri
Ibu dan 2 Anaknya Dibunuh Mantan K...
Semalam, Maling Nyaris Mati
Dukun Cabul Diringkus
Tak Dibayar, Pekerja Kontraktor Ng...
Musnahkan 800 Ton BB Pakan Ternak
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  95