menu.jpg
 
Di Three Sum BG Junction, Purelnya Bisa Diajak 'Main' di Toilet

Menjamurnya tempat hiburan baru di Surabaya, rupanya memantik para pengusaha karaoke dewasa memperbanyak purel atau cewek pendamping. Makin cantik dan seksi koleksi purelnya, bisa dipastikan karaoke tersebut diburu pengunjung. Seperti terlihat di klub malam Three Sum di lantai 7 mall BG Junction Jl Bubutan Surabaya.

Sudah bukan rahasia lagi bagi kalangan penikmat hiburan malam, jika karaoke dewasa itu lekat dengan wanita hiburan malam dan minuman keras (miras). Bahkan, tak jarang dijadikan sarana pesta narkoba. Maklum saja, pengelola klub malam seperti ini memberikan jaminan kemanan privasi dengan segala fasilitas lengkap. Bahkan, diciptakan suasana yang santai nan erotis.

Karena itulah, tidak heran jika di room karaoke dewasa, pengunjung pria bisa berbuat apa saja. Mulai hanya sekedar berciuman dan berpelukan dengan purel-purel cantik berpakain mini, hingga lebih dari itu.

Tidak sulit untuk mendapatkan keramahan serta celoteh manja pelayanan purel. Anda tinggal mendatangi rumah karaoke dewasa dan memilihnya. Seperti pengalaman Surabaya Pagi yang kebetulan diminta untuk mendampingi salah seorang pengusaha di klub malam Three Sum.

Begitu sampai di tempat hiburan itu, kami disambut dua wanita paruh baya yang berpakain rapi. Wanita ini ternyata seorang mami. Dia lantas mengantarkan ke room yang telah dipilih. Dalam ruangan yang cukup mewah, para pelayan (waiter) langsung melayani dengan membawa handuk kecil hangat untuk menyegarkan wajah.

Untuk memilih purel tidak perlu repot-repot memilih di ruang kaca. Sang mami akan membawa anak buahnya ke ruangan untuk dipilih. Ada dua pilihan purel, untuk kelas biasa Rp 500 ribu dan kelas model Rp 750 ribu. Menariknya, di room karaoke ini terdapat toilet dengan sofa memanjang. Seperti yang lain toilet ini dilengkapi juga wastafle. “Wah ini bisa untuk gituan rek,” sentil salah seorang teman usai menengok toilet tersebut.

Salah seorang purel yang enggan menyebut nama aslinya menyatakan jika sofa itu biasanya digunakan para tamu untuk 'mengeksekusi' para purel. "Kalau mau ya di kamar mandi. Tapi kalau tidak mau ya bisa booking out (BO) dan check in di hotel," tutur purel berusia 23 tahun ini yang kos di daerah Wonorejo.

Purel ini memiliki gaya hidup yang mewah. Selain doyan dugem, ngekos pun memilih fasilitas yang mewah. Di Wonorejo tempat kosnya itu bertarif Rp 2 juta per bulan. Karena itulah, setiap malam dia dituntut untuk mencari uang lebih.

Purel berkulit putih bersih ini menuturkan, pendapatan dari seorang purel rumah karaoke dewasa, apalagi kelas atas lumayan besar. Selain mendapat fee dari penjualan minuman dan tarif booking, dia juga mendapatkan tips. “Kalau lagi ramai dan orangnya enak, semalam bisa Rp 1 jutaan lah,” akunya.

Apalagi, jika mau full service. Yang dimaksud adalah pelayanan seutuhnya yang dibutuhkan tamu untuk memuaskan hasrat akan suasan erotis, termasuk permintaan seks. “Kalau soal itu jangan ditanyalah,” cetus dia.

Bram, professional muda asal Gresik juga menyatakan senada. Dia pernah menemani relasi bisnisnya dugem di klub malam Three Sum. Saat purel-purel itu dalam keadaan mabuk, dia merayunya dan diajak ke toilet. Di dalam toilet itu, lanjutnya, dia melakukan hubungan intim. “Wis pokoke uwenak, masio nang kamar mandi, mantep,” ucap Bram sembari tertawa. n

Berita lainnya
Waspadai Jalur 'Black Spot'
Mau Kaya, Jangan Jadi Dokter
Dibuka Sore Ini, Kampoeng Sholawat...
Pocong, Genderuwo , Wewe Gombel Un...
Pemerintah Siap Hadapi Gugatan New...
TUTUP! Hotel Milik Setiaji Yudho
Pemerintah Ramadan, 29 Juni 2014
Dolly Bukan Tempat Prostitusi Lagi
Muhammadiyah Puasa 28 Juni, NU Tun...
Warga Dolly Ngotot Beroperasi Lagi...
YKS Dihentikan Selamanya
Komnas HAM Dukung Tutup Lokalisasi...
Baru 6 Merk Rokok Pasang Gambar Me...
Kemasan “Gambar Seram” Tak Efe...
Alumni Dolly Lari ke Sidoarjo
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  51