menu.jpg
 
Pelacuran Terselubung Merajelala di Surabaya

Toni-Edo-Novi, SURABAYA

Di tengah kritik tajam terhadap beredarnya video seks mirip Ariel “Peterpan”, Luna Maya dan Cut Tari, justru kota Surabaya menghadapi masalah kebobrokan moral. Pasalnya, praktik prostitusi atau pelacuran terselubung berkedok panti pijat, spa dan salon, malah dibiarkan oleh Pemkot Surabaya maupun polisi. Ada apa di balik ini?

Praktik ini sebenarnya sudah tercium kalangan DPRD Surabaya. Masduki Toha, anggota DPRD dari Fraksi PKB misalnya. Menurutnya, prostitusi terselubung yang marak itu sebagai dampak obral izin yang dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwista maupun dinas terkait di lingkungan Pemkot Surabaya. “Ada puluhan praktek prostitusi terselubung yang dilegalkan Pemkot Surabaya,” tandas Masduki kepada Surabaya Pagi, Rabu (16/6).

Anggota Komisi D (Bidang Pendidikan dan Kesra) ini menambahkan, di samping berkedok panti pijat, saat ini di Surabaya juga banyak warga negara asing yang tinggal di Surabaya bekerja menjajakan dirinya sebagai pekerja seks komersial (PSK) dengan visa turis. “Ini kalau dibiarkan tanpa tindakan, bisa menimbulkan dekadensi moral generasi muda Surabaya,” tegasnya.

Dalam beberapa kali hearing, lanjutnya, dirinya sering mengkritisi pengawasan yang dilakukan Pemkot terhadap izin panti pijat dan spa yang telah dikeluarkan. “Tapi nyatanya tidak ada perubahan, saya sampai bingung apa Pemkot sudah tuli dan buta hanya gara-gara mengejar PAD,” kritik pria yang juga sekretaris GP Ansor Jawa Timur ini.

Masduki Toha menegaskan perlu pemberian sanksi yang bisa sampai ke penutupan tampat usaha. ‘’Yang berwenang mencabut usaha serta menutup tempat usaha adalah Dinas Pariwisata,’’ kata dia.

Dalam penelusuran Surabaya Pagi, hampir semua panti pijat dan spa menyediakan cewek atau teraphist yang bisa diajak making love (ML). Di sana tak jauh beda dengan PSK di lokalisasi Dolly. Padahal, izin usahanya adalah panti pijat atau spa. (lihat grafis dan baca box bawah “Geliat Kehidupan Metropolitan Surabaya” yang ditulis dalam dua pekan terakhir).

Ini berarti ada penyelewengan atau penyalahgunaan izin maupun tempat. Padahal, sudah diatur dalam Perda No 2/2008 tentang Kepariwisataan. Di Perda ini, yang dimaksud ysaha salon kecantikan adalah suatu usaha yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan tempat dan fasilitas untuk memotong/
menata/merawat rambut dan merias wajah dengan bahan kosmetika.

Sedang usaha spa adalah suatu usaha yang ruang lingkup kegiatannya menyediakan tempat dan fasilitas pelayanan terpadu sebagai terapi atau perawatan pada bagian-bagian tubuh atau badan yang ditujukan untuk kesegaran dan keseimbangan fisik dan psikhis dengan menggunakan bahan kosmetika atau ramuan tradisional.

Sementara usaha panti mandi uap/sauna adalah suatu usaha yang ruang
lingkup kegiatannya menyediakan tempat dan fasilitas jasa pelayanan perawatan tubuh dengan cara terapi mandi uap menggunakan aroma, rempah-rempah atau lainnya untuk kesegaran jasmani.

Namun, praktinya tak sesuai. Pelanggaran ini, tempat usaha tersebut bisa dijatuhkan sanksi. Mulai sanksi administrasi berupa pencabutan izin (pasal 84 Perda 2/2008), hingga sanksi pidana (pasal 88)

Memalukan
Kalangan DPRD Surabaya mengaku sangat prihatin dengan praktik-praktik terselubung pengumbar nafsu di kota Surabaya. Menurut M Machmud, anggota DPRD Surabaya dari Fraksi Demokrat, jika di lapangan benar-benar terbukti menyediakan fasilitas ‘esek-esek’, maka pihak-pihak yang berwenang hendaknya langsung menutup kedua tempat tersebut.

‘’Saya sebenarnya sudah mendengar. Yah dari mulut ke mulut bahwa memang ada beberapa tempat seperti spa maupun salon yang juga sekaligus menyediakan kegiatan semacam itu, ‘’ tegas Machmud yang juga anggota komisi B DPRD Surabaya ini.

Menurut dia, jika Pemkot Surabaya beserta pihak berwenang lainnya tidak tegas terhadap tempat-tempat yang menyediakan gasilitas plus-plus ini, ia khawatir tempat-tempat seperti ini akan semakin menjamur di Surabaya. ‘’Dan akibatnya akan sangat fatal. Bisa jadi Surabaya suatu saat akan menjadi sebuah kota dengan sebutan kota prostitusi terselubung. Jangan sampailah terjadi seperti itu. Malu sendiri kita,’’ ungkapnya. n

Berita lainnya
Alim Markus ‘Sogok’ MK
Sukses Jadi Motivator Dunia
Suhu Madinah Capai 45 Derajat Celc...
Tak Beri BPJS, Perusahaan ‘Nakal...
Ditahan Polisi, Malah Kebanjiran S...
28.800 Calhaj Diberangkatkan dari ...
Puskopkar Sebut Henry Terlibat
Tanamkan Nilai-Nilai Pancasila
Kapolda Dimutasi, Kapolda Jatim Be...
Semalam, Orang Dekat Prabowo Menin...
Arek Jombang Ciptakan Premium Alte...
Ngenes, Subsidi BBM Bocor 400 Tril...
Polda Jaga 42 SPBU di Jatim
Sudah Saatnya Dibentuk Kementrian ...
Bajaj Dibeli Rp 280 Juta dan Dikon...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  86