menu.jpg
 
Wisma Dolly Setor Pajak Rp 48 Juta Perhari

SURABAYA - Lokalisasi Dolly ternyata punya potensi lumayan besar terhadap pajak yang bisa dikeruk di Kota Surabaya. Hal ini terungkap saat Sosialisasi Kewajiban Perpajakan dan Pengisian SPT Tahunan PPh Orang Pribadi (SPT-OP), di ruang rapat Graha Wicaksana Praja, Kantor Gubernur Jatim Jl. Pahlawan No. 110 Surabaya, Kamis (17/2).

Besarnya pajak yang dihasilkan pada lokalisasi yang cukup sulit untuk dibubarkan tersebut ternyata cukup besar. Setidaknya dari analisa Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Sawahan . Dari analisa mereka di lokalisasi wisma Dolly, sekitar 80 wisma setiap hari bisa digali Rp. 48 juta dari pemilik wisma karena mendapatkan tambahan pendapatan. "Ini pendapatan dari wismanya, bukan dari brewoknya," ungkap Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Surabaya Sawahan Hary Tripramono, kemarin. Bisa dibayangkan, jika dikalikan selama satu tahun bisnis esek-esek paling besar di Asia ini mampu menghasilkan Rp 17,28 miliar.
Tentu saja Pajak lokalisasi itu juga masuk dalam target pendapatan pajak Rp. 708 Triliun pada tahun ini. Lebih jauh kata Hary Direktorat Perpajakan menopang APBN sekitar 80 %. Untuk Tahun 2012 pajak harus menopang Rp. 800 – 900 triliun, klimaksnya 2013 perolehan pajak harus mencapai Rp. 100 triliun untuk menopang pembangunan.

Kendati demikian lokalisasi merupakan bagian kecil dari kantong-kantong penghasil pajak. Asisten Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Jatim Akhmad Sukardi mengatakan, Pegawai Negeri Sipil (PNS) dianggap paling tertib membayar pajak. Karenanya mereka didorong untuk memberi contoh pada masyarakat mengurus Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), yang sangat bermanfaat, seperti misalnya melakukan perjalanan ke luar negeri harus membayar viskal sebesar Rp. 2,5 juta tapi kalau mempunyai NPWP gratis.

Kewajiban para wajib pajak setelah memiliki NPWP adalah menghitung, membayar dan melaporkan besarnya pengahsilan kepada Dirjen Pajak. “Sebetulnya PNS sudah sadar menunaikan kewajiban membayar pajak karena menghitung dan membayar sudah dipotong langsung oleh bendahara, tapi tidak disadari kalau sudah menyumbang pajak. Maka dengan sosialisasi ini lebih mengerti tentang tata cara pengisian pajak yang benar,” tandasnya. arf

Berita lainnya
Dulu Tukang Demo, Sekarang Dilanti...
Hari Pertama, Dewan Malas Ngantor
Tetap Pertahankan Ras Genetik Lokal
Ubah Paradigma Kawin Alami dengan ...
Kakak Cak Imin, Pimpin DPRD Jatim
Awasi Perda dan Anggaran
Perintahkan Pengairan Garap Ratusa...
Minta Pertamina Utamakan BBM Untuk...
Per 1 September Proses SBU Dijamin...
Pemprov Perbaiki Infrastruktur Per...
10 Fraksi Sahkan Raperda Pendidika...
Dewan Ingin APBD 2015 Naik 15%
Pro Jokowi Bermanuver
Dewan Jatim Nekat
Gus Halim, Ketua DPRD Jatim
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  71