menu.jpg
 
Kekuatan Perjanjian Akta Notaris

Pertanyaan:

Saya seorang pengusaha, seringkali menutup bisnis dengan menandatangani perjanjian-perjanjian. Selama ini perjanjian di perusahaan saya hanya dibuat oleh legal perusahaan saja. Apakah perjanjian yang seperti ini mempunyai daya bekerja yang kuat? Beberapa rekan menyarankan saya untuk membuat perjanjian di Notaris, apakah perbedaannya?

Yohanes T, Surabaya.

Jawaban
Pada Dasarnya Perjanjian yang dibuat secara tertulis dibedakan menjadi :
- Perjanjian bawah tangan
- Perjanjian Notariil Akta yang biasa disebut Akta Notaris
Perjanjian bawah tangan ini adalah perjanjian-perjanjian yang hanya dibuat oleh para pihak sendiri, sedangkan Akta Notaris adalah perjanjian yang dibuat dihadapan notaris. Perbedaan antara keduanya adalah pada kekuatan hukumnya. Perjanjian yang dibuat dalam Akta Notaris, mempunyai kekuatan hukum sempurna, karena dibuat dalam bentuk Akta Otentik. Yang artinya apa yang tercantum dalam Akta tersebut harus dianggap benar adanya, sampai ada pihak (biasanya pihak lawan) yang dapat membuktikan bahwa apa yang tercantum dalam akta tersebut tidak benar. Jadi pembuktian sebaliknya terhadap isi akta tersebut dibebankan kepada pihak yang mengklaim bahwa apa yang termuat di dalam isi akta tersebut tidak benar.

Sedangkan dalam perjanjian bawah tangan, maka para pihak akan saling beradu argument dan beradu bukti untuk membuktikan manakah yang benar, dan semua akan tergantung pada penilaian Hakim. Sehingga dari sini dapat disimpulkan bahwa Akta Notaris memang lebih memiliki kekuatan pembuktian yang lebih kuat daripada hanya sekadar Perjanjian bawah tangan.

Untuk mengcover perjanjian agar benar-benar aman, maka memang diperlukan perjanjian yang dibuat dalam bentuk akta notaris. Agar kelak dikemudian hari, manakala terjadi sengketa terhadap persoalan tersebut, maka pihak pembuat akan lebih mendapatkan kepastian hukum. Namun hal ini bukan berarti perjanjian yang dibuat secara bawah tangan kehilangan daya mengikatnya. Perjanjian bawah tangan tetap menjadi salah satu alat bukti yang sah untuk berperkara di pengadilan. Jadi artinya boleh-boleh saja perusahaan membuat perjanjian hanya dalam bentuk perjanjian bawah tangan saja. Hanya yang perlu menjadi pertimbangan adalah bahwa kekuatan hukum yang mengikutinya akan berbeda dengan apabila perjanjian itu dibuat dalam bentuk akta notariil. Yang diperlukan hanya mempertimbangan apakah kira-kira resiko akibat apabila perjanjian itu dibuat dibawah tangan membawa implikasi yang significan atau tidak, apabila perjanjian itu hanya perjanjian-perjanjian “ringan” yang memiliki resiko lebih sedikit, maka silahkan saja dibuat dalam bentuk perjanjian bawah tangan. Namun apabila beresiko lebih besar, maka hendaklah dibuat dalam bentuk Notarill akta, Sehingga kepastian hukumnya lebih terjaga.

Kalau anda akan membuat perjanjian di Notaris, bentuknya akan sangat berbeda dengan bentuk perjanjian bawah tangan biasa, karena akta Notaris itu adalah merupakan akta otentik, maka bentuknya harus disesuaikan dengan Undang-Undang. Jadi semua dibuat oleh pihak Notaris. Para pihak yang terlibat mengutarakan maksudnya masing-masing kepada Notaris, dan Notaris yang akan membuat aktanya, kemudian Akta akan dibacakan, dan setelah itu akan ditandatangani oleh para pihak jika semua kehendak para pihak tersebut sudah benar. Jadi dari berbagai segi memang ada perbedaan antara akta bawah tangan dan akta Notaris. Masalah perlu atau tidaknya semua perjanjian dibuat dalam akta Notaris, tentunya itu sangat bergantung pada kepentingan para pihak, dan kehendak para pihak masing-masing.

Berita lainnya
Bupati Berharap PPIP Berjalan Sesu...
Mengecek Keaslian Sertifikat Tanah
Bos PT Golden Shines (Edward Ho) p...
2012 PAD Kota Probolinggo Naik Men...
Belum Ada Perjanjian, UM Tak Bisa ...
Keabsahan Perkawinan di USA
Kekuatan Pembuktian, Perjanjian Ha...
Gugat Cerai Karena Suami Pindah Ag...
Suami Ingin Beristri Lagi
Sertifikat Hak Milik Atas Nama Org...
Namanya Digunakan dalam Akta Anak ...
Pengembang Real Estate Wanprestasi...
Tak Bisa Menuntut Dinikahi Pria Be...
Hak Kepemilikan Tanah oleh Warga N...
Pembagian Harta Waris dalam Perkaw...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | RSS Feed  | User Online :  66