menu.jpg
 
Nasib Khofifah tak Jelas

SURABAYA (Surabaya Pagi) – Pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Irjen (Purn) Pol Herman S. Sumawiredja masih bisa memperpanjang nafas. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim belum juga memutuskan nasib Khofifah, apakah lolos ataukah dicoret dari bursa pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim, 29 Agustus nanti. Selama empat hari di Jakarta, proses verifikasi dukungan, belum juga membuahkan hasil.

Meski rombongan KPU telah menemui Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) dan Partai Kedaulatan (PK), tapi kesimpulannya seperti apa, masih dirahasiakan. Terlebih lagi, keterangan pengurus parpol non parlemen itu selegenje (satu dengan lainnya berbeda, red). Karena itulah, KPU Jatim akan menggelar rapat pleno terlebih dulu, 9 Juni mendatang.

“Tunggu nanti rapat pleno KPU Jatim, tanggal 9 Juni. Soal hasil ketemu dengan Ketua PPNUI, maaf kita tidak bisa menjelaskan sebelum rapat pleno,” ujar Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad dihubungi Surabaya Pagi, sore kemarin (31/5).

Menurut Andry, publik diharapkan sabar dulu sampai KPU selesai melakukan verifikasi.
Pasalnya, tahapan pencalonan gubernur masih panjang. Andry juga mengatakan, pengumuman penetapan calon gubernur Jatim baru diputus 8 Juli mendatang. “Setelah pleno verifikasi tahap I tanggal 9 Juni, nanti kita beri kesempatan pada masing-masing pendaftar cagub untuk melengkapi seluruh persyaratan yang kurang,” terang Andry.

Sementara Divisi Teknis Penyelenggaraan dan Data KPU Jatim, Agus Mahfud Fauzi mengaku gagal mempertemukan Ketua Umum Partai Kedaulatan, Denny M Cilah, dengan Sekjennya, Restianrick Bachsjirun. “Pertemuan itu batal, karena Sekjennya berkirim surat untuk permohonan pengunduran pelaksanaan klarifikasi,” kata Agus.

Hingga kemarin, Agus bersama tim KPU termasuk Ketua KPU Jatim Andry Dewanto Achmad masih berada di Jakarta, guna menuntaskan proses verifikasi dua partai tersebut. Keinginan KPU untuk melakukan klarifikasi antara ketua umum dan sekjen PK dan PPNUI ini karena adanya perbedaan pernyataan tentang kepengurusan di tingkat provinsi.

Sementara itu, Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Pengembangan Informasi Nadjib Hamid saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan berdasarkan proses verifikasi yang dilakukan, diketahui bahwa ketua umum baik PPNUI maupun PK sama sama mengakui pengurusan partai tingkat provinsi Jatim yang mendukung Khofifah Indar Parawansa – Herman S Sumawiredja.

Sedangkan dari keterangan Sekjen PK dan PPNUI berbeda. Mereka mengatakan pengurus yang sah adalah yang mendaftarkan pasangan Soekarwo – Saifullah Yusuf (KarSa). Keterangan berbeda juga datang dari Ketua Umum DPP Partai Kedaulatan yang mengaku mendukung Khofifah. “Makanya dengan adanya dua pengakuan yang berbeda ini, tim dari KPU melakukan klarifikasi dengan mempertemukan mereka. Saya sendiri tidak ikut klarifikasi, karena saya harus kembali ke Jatim untuk keperluan Pilkada Madiun,” tuturnya.

Beda Keterangan

Informasi yang berhasil dihimpun, saat ditemui KPU, Ketua Umum DPP PPNUI Yusuf Humaidi mengatakan kepengurusan DPW PPNUI Jatim yang benar adalah Ma’shum Zen dan sekretarisnya Budi Chidmadi. Mereka ini yang mendaftarkan pasangan Khofifah-Herman. Sedangkan Sekjen DPP PPNUI William Irfan mengakui kepengurusan yang sah adalah Raden Panji Abdul Rohman dan Sekretarisnya Suadi yang ikut mendaftarkan KarSa.

Sedangkan Ketua Umum PK Denny M Cilah mengatakan bahwa kepengurusan DPD PK Jatim yang sah adalah Ahmad Isa Noercahyo dan sekretarisnya Moh Rosadi yang mengusung Khofifah – Herman. Sedangkan Sekjennya Ristianrick Bachsjirun mengatakan bahwa yang sah adalah Ahmad Toni dan sekretarisnya Dimyati yang mendaftarkan KarSa.

“Yang menjadi masalah bahwa dalam surat tersebut sama ada tanda tangan Ketua Umum dan Sekjen. Maka dari itu harus ada klarifikasi terhadap ketua dan sekjen dua partai itu,” kata Nadjib.

Ia menandaskan jika memang sampai akhir masa verifikasi, tanggal 9 Juni nanti tidak kunjung selesai, maka ada dua kemungkinan. Yakni, salah satu dukungan itu sah, atau malah dukungan itu tidak sah dua-duanya. Sebab tidak mungkin jika dukungan tersebut sah dua duanya. “Untuk menentukan dan mengambil keputusan berdasarkan verifikasi yang telah dilakukan, KPU akan melakukan rapat pleno,” tandasnya.

Sementara itu, Anggota KPU RI Arief Budiman mengakui jika memang yang terjadi seperti itu maka keputusan nanti adalah pada rapat pleno KPU. “Yang jelas bahwa keputusan administrasi harus dilawan dengan administrasi. Tidak bisa hanya dengan menggunakan statemen saja, jadi harus ada tertulis,” tandasnya.

Jika memang nantinya dukungan kedua partai tersebut dinyatakan sah, maka yang paling dirugikan pasangan Khofifah – Herman. Dengan demikian maka jumlah dukungan pencalonan akan berkurang dan tidak memenuhi syarat, sehingga pasangan ini bisa saja gagal mencalonkan diri.

Dengan keadaan ini, posisi pencalonan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Sumawiredja semakin tidak jelas. Sesuai data di KPU Jatim, Khofifah-Herman diusung PKB, PKPB, PPNUI, PK, PMB, dan PKPI. Saat ini total dukungan parpol itu hanya 15,55 persen. Sedang dukungan PK dan PPNUI 0,76 persen. Jika dikurangi dua parpol nonparlemen ini, maka total dukungan Khofifah-Herman hanya 14,79 persen. Jumlah ini tidak memenuhi syarat dari total minimal dukungan yang sudah ditetapkan KPU, yakni 15 persen.

Sementara apapun putusan KPU, tak berpengaruh ke Karsa. Sebab, pasangan incumbent ini sudah mengantongi dukungan sekitar 70 persen dari total jumlah anggota parlemen di DPRD Jatim.

Sebelumnya, Khofifah optimistis terkait dua parpol pengusungnya yang kini sedang diverifikasi KPU. “Insya Allah pasti ada jalan,” ujarnya. Kata Khofifiah, dua pucuk pimpinan partai pengusungnya, yakni Partai Kedaulatan dan PPNUI sudah menyatakan tidak mengeluarkan rekom dukungan selain kandidat Khofifah - Herman. n rko

Berita lainnya
Dua Kubu Capres Rekonsiliasi Damai
Dzikir Akbar Dukung Rekap KPU
Coblosan Ulang di Desa Jagoan
Bangkalan dan Sampang Diseret ke D...
Buka Kotak Suara, Panwaslu Dipolis...
Bawaslu: TPS di Juanda adalah DPT ...
Jokowi Unggul di Probolinggo
Gara-gara Gantikan Istri, Pemilu d...
Tokoh Agama Surabaya Serukan Damai
Timses Jokowi Akui Kalah dari Prab...
Buruh Hongkong Tuntut Coblos Ulang
Tinggalkan LSI, Denni JA ke Brasil
KPU: Coblosan Ulang di Sejumlah Da...
Minta Tim Sukses Capres Gandeng T...
Bawaslu: Sulit untuk Penggelembung...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  170