menu.jpg
 
Pelajar Bisa Booking Kamar 3 Jam, Cukup Rp 35 Ribu

Maraknya trafficking yang sering terjadinya di Surabaya akhir-akhir ini bukan karena tidak adanya sebab maupun tempat yang mendukung. Dikota pahlawan banyak hotel menyediakan tempat esek-esek buat kalangan muda dengan harga sangat terjangkau dibungkus dengan tempat lokalisasi. Yok opo gambarane?

Seperti ditempat lokalisasi Bangurejo Surabaya, berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Surabaya Pagi, lokalisasi yang dulunya sangat terkenal dan rame ini seiring dengan berjalannya waktu, mulai banyak ditinggalkan oleh laki-laki hidung belang. Agar dapat bisa bertahan, para pelaku bisnis esek-esek berusaha mencoba terobosan lain. Caranya membuka tempat esek-esek dengan harga yang sangat murah yakni Rp 35 ribu per-3 jam.

Harga yang sangat murah ini membuat wartawan Surabaya Pagi melakukan investigasi di lapangan. Informasinya, tempat esek-esek yang membuka harga murah itu bernama Penginapan Srikandi yang terletak di Jl Bang Rejo No 4. Penginapan ini cukup laris dipakai pasangan muda-mudi untuk berbuat mesum. Ironisnya, penginapan ini sering digunakan oleh para pelajar pada hari Sabtu dan Minggu.

Dari pantauan pada Sabtu dan Minggu, kemarin, wartawan Surabaya Pagi ini menemukan banyak pelajar yang mendatangi penginapan tersebut. Mereka yang awalnya menggunakan seragam sekolah biasanya disuruh balik untuk melepaskan seragamnya. Setelah berganti pakaian, mereka bisa balik lagi untuk check in. Bahkan, di penginapan ini terlihat antri untuk melepaskan syahwat. Karena murah, jadi banyak yang antri mas, ujar salah satu sumber Surabaya Pagi yang tidak mau disebutkan namanya.

Salah satu pasangan pelajar yang ditemui Surabaya Pagi juga terkesan malu-malu saat menjawab kenapa mau antri di penginapan tersebut. Murah mas, ujar pelajar tersebut sambil tertawa.

Penasaran, Surabaya Pagi pun mencoba masuk ke dalam lokasi. Dengan membayar Rp 35 ribu dan parkir Rp 2000, Surabaya Pagi sudah bisa masuk ke dalam kamar berukuran 3 x 3 meter persegi. Di kamar tersebut ada satu kasur yang terlihat begitu kusut, satu kamar mandi tanpa pintu yang berada di pintu masuk kamar, serta satu meja, satu kursi, dan satu kipas angin. Lampunya pun terasa remang-remang. Sekilas, kamar ini memang cocok untuk dibuat mesum.

Yang membuat kaget, karena penginapan Srikandi ini tidak hanya menyediakan tempat di satu tempat, melainkan di tiga tempat seperti di lokalisasi Bangun Rejo dengan jumlah kamar 70 kamar. Ada 70 kamar mas, namum tidak disatu tempat melainkan tiga rumah yang bertingkat, kata salah satu petugas penginapan saat ditanya Surabaya Pagi.

Anehnya, penginapan Srikandi ini justru aman dari razia petugas. Padahal masyarakat di daerah tersebut sangat jengkel sekali terhadap lokalisasi tersebut. Yang membuat warga disini marah, anak di bawah umur dan masih sekolah diperbolehkan masuk. Ini yang sangat kami sayangkan, ujarnya salah satu warga. Bangun Sari.

Lalu kenapa warga tidak melakukan penggerebekan, salah satu tokoh warga disini mengaku sebenarnya ingin bertindak tegas. Tapi kayaknya penginapan itu dibekingi aparat. Kabarnya, penginapan ini milik oknum anggota polisi berpangkat AKP. Miliknya oknum polisi mas, jadi pikir-pikir juga mau menggerebek, ujarnya.

Warga hanya berharap, Pemerintah Kota Surabaya bisa bertindak tegas dan juga institusi kepolisian segera menertibkan anggotanya yang berbisnis esek-esek. tim

Berita lainnya
Stadium Masih Nekat Buka
Ada Tarian Erotis, Heaven Akan Dis...
Dugem Stadium Ditutup, Heaven Dibi...
PSK Online Berstatus Mahasiswi dan...
Prostitusi Untuk Pejabat
Model Rp 25 Juta
"Enak Kerja Sendiri, Semuanya Masu...
MUI Minta NAV-Hotel ‘Maumu’ Di...
Ditangkap, Purel NAV dan Hotel “...
Karaoke NAV dan Hotel ‘’Maumu...
Ada Karaoke Plus Hotel Short-Time
Bos Karaoke ‘Kibuli’ Pemkot
Surabaya Kota Maksiat
10 Tahun Jadi Lesbi, Kini Nani Dij...
Diperlakukan Kasar, Vicky Jadi Les...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  132