menu.jpg
 
Bergentayangan, Tersangka Korupsi KPU dan Pajak di KPK

JAKARTA – Suwadji Widjaja alias Wang Wei Djie, tersangka dugaan korupsi pengadaan kotak suara KPU dan pajak di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sampai kini masih bergentayangan di Surabaya. Padahal, kasusnya sudah disidik oleh KPK ketika lembaga pemberantasan tindak pidana korupsi itu masih dipimpin oleh Antasari Azhar dan Bussyro Muqqodas.

Menurut sumber di Kejaksaan Agung, kasus yang menimpa pemilik pabrik sepatu Cinderella yang beralamat di Jl. Satelit Utara CN No. 6 Surabaya, itu belum ada SP3 (Surat penghentian penyidikan). Mengingat di KPK, tidak ada kebijakan SP3 seperti di kepolisian dan kejaksaan. “Ada beberapa laporan yang menanyakan kelanjutan kasus ini, karena Suwadji sudah ditetapkan tersangka,’’ jelas sumber tersebut.

Kasusnya terkait pengadaan kotak suara Pemilu 2009. Dalam pembuatan itu, Suwadji ditenggarai memark-up, sehingga keuntungannya berlipat-lipat. Keuntungan menggiurkan itu ditenggarai merugikan keuangan Negara. Apalagi ditemukan ada pemalsuan faktur pajak ratusan miliar. Dua kejadian itu, yang telah merugikan keuangan Negara. “ Terdakwa membeli faktur-faktur pajak palsu untuk membobol uang Negara antara lain menggunakan modus restitusi,’’ tambah sumber di Kejaksaan Agung.

Sejumlah konsultan pajak di Surabaya membenarkan bahwa Suwadji Widjaya memiliki beberapa perseroan. Nama-nama perseroan itu antara lain PT Tjakrindo Mas, yang ke kantor pajak menggunakan alamat Jl. Raya Kepatuan 168 A, Mengganti Kabupaten Gresik. Kemudian menggunakan juga alamat Cinderella di Jl. Tanjung Sari 73-75 Surabaya.

Ditambahkan, dikalangan petugas pajak, kekayaan Suwadji dan kongsinya terus meningkat drastic. Antara lain melakukan restitusi. Tetapi pembayaran pajak resminya disinyalir jauh dari yang dimintakan restitusi. “Memang tidak hanya KPK, Polda Jatim juga mencurigai kelompok pengusaha Wang Wei Djie berbisnis jual beli faktur pajak palsu. Modus operandi restitusi ini terus dibuntuti oleh penyidik kantor pajak bersama Polda,’’ ingatnya.

Seorang penyidik di Polda Jatim menambahkan, bahwa selain terkena kasus dugaan korupsi, Suwadji Widjaja, juga bersengketa dengan Suparman, pemilik dari pabrik Sepatu Cinderella. Sengketa itu sudah diputus sampai Mahkamah Agung. Beberapa kali, petugas pengadilan yang akan melakukan eksekusi atas pabrik sepatu itu terganjal, karena dihalang-halangi oleh sejumlah karyawan pabrik sepatu yang diduga dikerahkan oleh Suwadji. Sengketa di Mahkamah Agung itu sejak tingkat Pengadilan Negeri Surabaya dimenangkan oleh kongsi bisnisnya, Suparman.

Suparman, kini sedang melaporkan ke Kapolda Jatim dan Ketua Pengadilan Negeri Surabaya, agar semua pihak menghargai putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap. Selain itu, juga melaporkan ke DPR-RI dan ketua KPK yang baru Abraham Samad, agar perkara Suwadji yang disidik sejak tahun 2009 dilanjutkan. Sedangkan Suwadji Widjaja, yang dihubungi Surabaya Pagi di rumahnya kawasanperumahan eli t di Satelit Utara CN No. 6, menurut penjaga rumahnya sedang diluar rumah. Sementara itu direktur pabrik sepatu Cinderella Herman yang dihubungi semalam melalui telepon 0813300222xx sudah melaporkan penggagalan eksekusi itu ke pengacaranya Rachmad SH. n 007

Berita lainnya
Alok, Gentayangan di Polda Jatim
Penjarakan Pdt. Sujarwo, Pdt. Aswi...
Korupsi, Bupati Biak Dihukum 4,5 T...
Korupsi, Gaji 3 PNS Dipotong
Korupsi BOS MI, Guru dan Wali Muri...
Korupsi, Anggota Dewan Dituntut 1,...
Korupsi Bank Mandiri, Penyidik Gun...
Koruptor Bea Cukai Divonis Ringan
Kejaksaan Periksa 15 Pegawai RS Ng...
Berkas Bambang DH Balik Ke Polda
Kejaksaan Usut Korupsi Pengadaan B...
Korupsi BOPDA, Kejaksaan Panggil K...
Korupsi Disnaker Mulai Disidangkan
Tak Ada Tambahan Bukti,, Kasus Jap...
Korupsi Dana Taktis, Direktur RS N...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  110