menu.jpg
 
Alex Yakin Tak Ada Fee 2,5 Persen

GUBERNUR Sumatera Selatan, Alex Noerdin meyakini tidak ada mark up dalam proyek pembangunan Wisma Atlet SEA Games. "Saya yakin tidak ada," tegas Alex usai diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi, Jakarta Selatan, Rabu (4/4).

Alex keluar dari gedung KPK pada pukul 15.30 WIB. Dia kembali diperiksa untuk melengkapi berkas terkait kasus dugaan korupsi Wisma Atlet SEA Games. Gubernur Sumatera Selatan ini disebut-sebut menerima fee 2,5 persen atau Rp400 juta dari proyek senilai Rp191,6 miliar tersebut. Proyek Wisma Atlet sendiri dikerjakan oleh PT Duta Graha Indah (DGI).

Alex membantah tuduhan tersebut. Meski membenarkan pernah mengadakan pertemuan dengan kontraktror dari PT DGI, Alex menegaskan tidak ada fee 2,5 persen yang mengalir ke kantong pribadinya. "Silahkan tanya aja sama DGI kalau itu. Puluhan kontraktor dalam rapat pembahasan (Wisma Atlet) itu pasti ada DGI," ungkapnya.

Alex mengambil sikap pasang badan terhadap pembangunan Wisma Atlet. Dia mengklaim bertanggungjawab penuh pada pembangunan Wisma Atlet. "Pemprov Sumatera Selatan bertanggungjawab penuh terhadap pembangunan venue wisma atlet, termasuk pelaksanaan SEA Games," tegas Alex.

Menurut Alex, proyek Wisma Atlet membangun 21 venue, 16 bangunan olahraga, dan 5 bangunan rehab. Alex mengklaim seluruh proyek langsung dilaporkan ke Kementerian Pemuda dan Olahraga. "Saya atas nama Pemerintah Sumatera Selatan memberikan support informasi kepada KPK, supaya kasus Wisma Atlet cepat selesai," ungkap Alex.

Nama Alex sudah cukup sering dikaitkan dengan kasus ini. Surat dakwaan dari jaksa penuntut umum untuk terdakwa Wafid Muharam, Mohamad El Idris dan Mindo Rosalina Manulang menyebutkan adanya alokasi dana dari PT Duta Graha Indah untuk Alex sebesar 2,5 persen dari total proyek Rp 191,6 millliar.

PT DGI merupakan perusahaan pemenang tender dalam kasus ini. Manajer marketing DGI Mohammad El Idris telah divonis 2 tahun karena terbukti menyuap M Nazaruddin dan Wafid Muharam.

Berita lainnya
Alok, Gentayangan di Polda Jatim
Penjarakan Pdt. Sujarwo, Pdt. Aswi...
Korupsi, Bupati Biak Dihukum 4,5 T...
Korupsi, Gaji 3 PNS Dipotong
Korupsi BOS MI, Guru dan Wali Muri...
Korupsi, Anggota Dewan Dituntut 1,...
Korupsi Bank Mandiri, Penyidik Gun...
Koruptor Bea Cukai Divonis Ringan
Kejaksaan Periksa 15 Pegawai RS Ng...
Berkas Bambang DH Balik Ke Polda
Kejaksaan Usut Korupsi Pengadaan B...
Korupsi BOPDA, Kejaksaan Panggil K...
Korupsi Disnaker Mulai Disidangkan
Tak Ada Tambahan Bukti,, Kasus Jap...
Korupsi Dana Taktis, Direktur RS N...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  116