menu.jpg
 
Situs Mlawatan Buktikan Keberadaan Malawapati

Bojonegoro - Warga Desa Wotangare, Kecamatan Kalitidu, Bojonegoro, mendukung "ekskavasi" atau penggalian purbakala di situs Mlawatan di desa setempat, untuk membuktikan kebenaran keberadaan kerajaan Malawapati.

"Kami, juga warga lainnya di Wotangare, jelas sangat mendukung penggalian di situs Mlawatan, untuk membuktikan kebenaran adanya bangunan bekas peninggalan kerajaan Malawapati, " kata seorang tokoh warga Desa Wotangare, Kecamatan Kalitidu, Rochman (59), kemarin

Didampingi dua warga lainnya, Rasiman (44) dan Suyanto, ia menjelaskan, hampir semua warga di Desa Wotangare, meyakini, situs Mlawatan, merupakan lokasi bekas peninggalan kerajaan Malawapati dengan rajanya Prabu Anglingdarma. Alasannya, selama ini di lokasi setempat, banyak ditemukan benda-benda kuno, mulai keris, keramik, juga pondasi dari batu bata kuno yang tertimbun tanah.

Terakhir, lanjutnya, Rochman dengan belasan warga setempat, yang melakukan penggalian, di lokasi situs Mlawatan, menemukan sebuah pondasi dari batu bata kuno. Hanya saja, karena pondasi batu bata kuno tersebut berada di atas tanah milik warga, akhirnya ditutup kembali dengan tanah.

Menurut Rochman, warga di Desa Wotangare, meyakini kisah kerajaan Malawati, dengan rajanya Prabu Anglingdarma, bukan legenda, namun sebuah kenyataan dan bekas lokasi kerajaannya ada di situs Mlawatan. Diperkirakan, lokasi areal yang merupakan bekas peninggalan kerajaan Malawapati, luasnya mencapai delapan hektare.

"Melihat tumpukkan batu bata kuno yang baru kami temukan, cukup panjang, jelas merupakan sebuah bangunan, " kata Rasiman menambahkan. Rochman mengaku, siap membantu penggalian di situs Mlawatan, untuk menemukan bekas peninggalan kerajaan Malawapati. "Tapi, tanah yang masuk situs Mlawatan, sebagian besar milik warga, jadi harus dibebaskan, " katanya. at

Berita lainnya
Dibuka Sore Ini, Kampoeng Sholawat...
Pocong, Genderuwo , Wewe Gombel Un...
Pemerintah Siap Hadapi Gugatan New...
TUTUP! Hotel Milik Setiaji Yudho
Pemerintah Ramadan, 29 Juni 2014
Dolly Bukan Tempat Prostitusi Lagi
Muhammadiyah Puasa 28 Juni, NU Tun...
Warga Dolly Ngotot Beroperasi Lagi...
YKS Dihentikan Selamanya
Komnas HAM Dukung Tutup Lokalisasi...
Baru 6 Merk Rokok Pasang Gambar Me...
Kemasan “Gambar Seram” Tak Efe...
Alumni Dolly Lari ke Sidoarjo
Biasanya Dapat 11-15 Tamu, Sekaran...
Wiranto: Penculikan Inisiatif Prab...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  57