menu.jpg
 
Sarat Dengan Prestasi

Sanggar tari dan modeling Rizky Budoyo berdiri di kota Surabaya tahun 1978. Pendirinya Nanik Soedihardjani atau lebih dikenal dengan ibu Bambang Wiratsongko. Waktu itu masih di beri nama Rizky Group karena berkecimpung di bidang senam dan balet. Saat itu Nanik Soedihardjani kerjasama dengan ibunda artis penyanyi Ita Purnamasari.

Tahun 1980 nama sanggar berganti menjadi Rizky Budoyo karena ibu Bambang Wiratsongko mengajak putrinya Rizky Niswarini Utami ikut membantu mengajar. Sang putri itu Rino –panggilan akrabnya--, memang menguasai tari tradisional dan modeling. Sejak kecil sang ibunda Rino memang mendatangkan guru tari privat mulai tarian Solo, Jogja, Bali dan kreasi baru. Sedangkan modeling diperdalam dari sang ibu yang tak lain penggagas pemilihan Cak dan Ning Surabaya.

Rino lebih eksis mendalami tari tradisional karena menurut pandanganya seni tari tersebut dapat membentuk etika dan budi pekerti yang baik.Terutama perannya mengajar ekstrakurikuler tari di sekolah yang sangat utama diiajarkan adalah menanamkan pada anak – anak agar lebih mengenal dan mencintai budaya sendiri agar tidak punah.

“Belajar tari tradisional sangat banyak manfaatnya, contohnya tari tradisional sangat dibutuhkan saat mewakili pertukaran pelajar keluar negeri,” papar Rino.

Pada tahun 2009 Rino dan Ligawati, guru SMAN 14 Surabaya, diminta pemerintah kota Surabaya untuk melatih pelajar SMP dan SMA yang akan berangkat ke Korea.

Prestasi Rino sejak kecil di dunia tari memang sangat membanggakan. Saat masih duduk di kelas 5 SD Johannes Gabriele, Rino berhasil menjadi juara Porseni Se Kota Surabaya membawakan tari Wira Pertiwi.

Kepala sekolah Rino tahu jika Rino mempunyai sanggar tari di rumah. Itu sebabnya meski masih anak – anak, Rino diminta mengajar menari di sekolahnya .Saat itu Maya Estianti (musisi dan artis penyanyi ) juga mengikuti ekstra tari. Maya sangat berbakat, oleh karenanya sang ibunda Haryono Sigit mendaftarkan putrinya ini ke sanggar Rizky Budoyo.

Maya Estianti dan sang kakak Astri bersama sama belajar tari tradisional Jawa hingga hingga mengikuti ujian Dinas Pendidikan. Ikatan batin Maya Estianti dengan sanggar Rizky Budoyo cukup kuat, sehingga ketika ulang tahun sanggar dengan menggelar pagelaran batik bersedia datang dan membantu mengajar modeling. Maya menjadi bintang tamu pada acara fashion show batik yang disponsori oleh batik Pisces Pimpinan Ketua IW API Jatim Sri Juaeni pada tahun 1992.

Saat di kelas 2 SMPN 2 Surabaya, Rino juga mendapatkan prestasi juara Porseni tingkat Kota Surabaya Tari Keris Bali. Pada waktu duduk di kelas 2 SMAN 16 Surabaya, Rino juga berhasil meraih prestasi juara Porseni se Jatim Tari Probo Lengger.

Saat menjadi mahasiswa di Institute Kesenian Jakarta Rino juga mengikuti Festival tari daerah dan berhasil menjadi juara penyaji terbaik penata tari muda se DKI Jakarta, tari Haniswantara. Dengan prestasi itu dosennya sempat menawarkan agar setelah lulus Rino diminta mengajar mata kuliah tari Jawa Timuran di kampusnya.

Tetapi Rino lebih mencintai sanggarnya di Surabaya, dia memilih pulang ke kampung halaman. Dengan sentuhan bakat dan dedikasi mengajar yang tinggi, membuat sanggar Rizky Budoyo hidup dan berkembang sampai sekarang dengan anggota 50 murid usia TK, SD, SMA, perguruan tinggi dan Ibu - ibu muda.
Bulan Januari 2010 lalu Rizky Budoyo, menggelar Pesona Batik Nusantara di Royal Plaza. Di samping menampilkan modeling, juga menggelar karya tari seperti tari Ning Surabaya, Lembayung Kenjeran dan Pesta Panen. Pada bulan Februari 2010, mengadakan pelajaran eksplorasi binatang di Kebun Binatang Surabaya yang diikuti oleh 112 anak dari sanggar Rizky Budoyo, SD Maryam, SMP Maryam dan SMAN 2 Surabaya

Program tiap tahun yang diikuti sanggar adalah Festival Tari Yosakoi, yang pada tahun 2005 berhasil menjadi nominasi tarian terbaik dan nominasi juara semangat tahun 2006. Lomba Mojopahit Travel Fair dan lomba Tari kembang sore yang pada Tahun 2008 berhasil menjadi juara harapan 1 dan harapan 3 tingkat Nasional di Tulungagung.

Kesuksesan dan keberadaan sebuah sanggar tidak dapat bertahan jika tidak mempertahankan kerukunan dan gotong royong antara pelatih dan wali murid.
Rino meminta sahabat – sahabatnya terlibat sebagai pengurus sanggar. Kepengurusannya: Ir Agung Wahyudi M.Kom (suami, pimpinan sanggar) Yetti Handayani (bendahara 1), Nur Aula ( bendahara 2), Dian Arissanti (Modern dance), Dewi Karikasari (tradisional). Sekretariat Rizky Budoyo: Semolowaru Elok Blok P No .5 Surabaya. Tempat latihan : JL. Manyar Sabrangan no.23 Surabaya. Jadwal latihan : Minggu pagi pk 07.00 sampai pukul 10.00. dan jumat sore pk 15.00 sampai pk 17.00 di Manyar Sabrangan 23 untuk anak - anak .jumat malam pk 18.00 sampai pk 20.00 di Semolowaru Elok P/5, bila berminat hubungi lewat telepon : 031-5949304 atau HP08121611768/ 085730450416/ 70676551/91517721.

“Tanamkan seni tari tradisional sejak dini pada putra putri kita dengan lebih mencintai budaya nasional sebagai aset bangsa.”

Berita lainnya
Belanja R-APBD Jatim 2011 Boros
KONI Jatim ’’Bobol’’ APBD Rp 60 M
Pekerja Dolly : Tutup Dulu Esek-Es...
Pembangunan Pantai Utara Ditarget ...
Soekarwo Hadang Penutupan 7 Pabrik...
Rekanan Pemkot Mengeluh ke DPRD
Ketua DPRD Anggap Polemik Bintek C...
DPRD Beber Hilangnya Anggaran KIP
DPRD Kecam Kadis PU Cipta Karya
Meski Diprotes, Pajak Reklame Teta...
Hilangnya Aset Pasar Akan Diusut
Pemkot Suruh Orang Bongkar Pasar T...
DPRD Usul THR Dibuat 18 Lantai
Wong Cilik Resah Dengan Sikap Wali...
RAPBD Janggal, Kepala Biro Ngaku S...
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  68