menu.jpg
 
Eks Bupati PDIP Dibui

SURABAYA (Surabaya Pagi) Setelah sekian lama kasusnya menggantung, mantan Bupati Banyuwangi Ratna Ani Lestari, akhirnya ditahan juga. Rabu (12/9) kemarin, mantan bupati dari PDIP itu dijebloskan ke Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng. Ratna merupakan 10 dari tersangka korupsi pembebasan lahan lapangan terbang (Lapter) Banyuwangi senilai Rp 19,7 miliar.

Sekitar pukul 17.30 Wib, Ratna Ani Lestari tiba di halaman Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dengan menggunakan mobil tahanan. Begitu tiba, Ratna yang mendapat pengawalan ketat petugas kepolisian hanya melempar senyum kepada wartawan yang ingin mewawancarainya. Selanjutnya, Ratna yang mengenakan jilbab warna merah ini dibawa menuju lantai VI ruang Pidana Khusus Kejati.

Mantan Bupati Banyuwangi periode 2005-2010 ini sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan lahan lapter di Banyuwangi sejak 2008 lalu. Namun, dia baru ditangkap petugas Kejagung 2 Juli 2012, dan sempat mendekam di Rutan Pondok Bambu, Jakarta. Lantaran kasusnya sudah memasuki pelimpahan tahap II, Ratna dijebloskan ke Rutan Medaeng, untuk mempermudah persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya.

Ratna diterbangkan dari Kejagung sekitar pukul 09.00 WIB. "Tapi pesawatnya delay sehingga tiba di Kejati tak sesuai dengan jadwal semula," kata seorang jaksa.

Di Bandara Juanda, Ratna dijemput empat penyidik Pidsus Kejati dan dikawal lima anggota Polda Jatim bersenjata laras panjang. Mengenakan kerudung merah, Ratna sampai di bandara sekitar pukul 17.00 dan langsung dibawa ke Kejati 30 menit kemudian.

Koordinator pada Jampidsus Kejagung Moh Anwar yang ikut mengantarkan Ratna menjelaskan, Ratna ini tersangka terakhir kasus korupsi Lapter. Total tersangka kasus ini 10 orang dan sudah divonis, kecuali Ratna. "Terpidana 9, tinggal 1 ini (mantan Bupati Banyuwangi, Ratna)," terangnya, sambil menambahkan, pada era Bupati Samsul Hadi, yang diterjerat kasus 5 orang. Dan pada era Ratna, juga 5 orang. Sedang total kerugian negara Rp 19 miliar. "Total kerugian korupsi ini Rp 19 miliar," tambah mantan Aspidsus Kejati Jatim ini.

Kepala Kejati Jatim Arminsyah mengatakan, pemeriksaan di Kejati untuk melengkapi penyidikan. Usai pemeriksaan, Ratna langsung dibawa ke Rutan Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, untuk ditahan. "Penahanan dilakukan di Medaeng karena nanti sidangnya di Pengadilan Tipikor Surabaya. Jadi untuk memudahkan saja," ujar Arminsyah didampingi Kasipenkum Kejati Muljono.

Plh Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Djuweriyah menambahkan, setelah penyerahan tahap dua, secepatnya berkas Ratna akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Surabaya untuk disidangkan. Sembilan jaksa disiapkan untuk menyidangkan Ratna, 5 jaksa dari Kejagung dan 4 jaksa gabungan dari Kejati dan Kejari Banyuwangi. "Surat dakwaan sudah disusun. Kalau bisa September ini juga sudah disidangkan," jelas Djuweriyah.

Ratna Ani Lestari, Bupati Banyuwangi periode 2005-2010, ini menjadi Ketua Tim Panitia Pembebasan Lahan Lapangan Terbang pada kurun 2006-2007. Pada 2006, harga lahan ditetapkan Rp 60 ribu per meter persegi dan pada 2007 ditetapkan Rp 70 ribu per meter persegi.

Namun, hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan menyebutkan bahwa penetapan harga tersebut tidak sesuai dengan Peraturan Presiden No. 36/2006 tentang Pengadaan Tanah untuk Kepentingan Umum. Penetapan harga dinilai tidak berdasarkan nilai jual obyek pajak dan tanpa tim penaksir sehingga negara dirugikan Rp 19,76 miliar. n nt

Berita lainnya
Alok Ngaku Urus Perkara di Polda
Anggota DPRD: Pdt Aswin tak Patut ...
Kejagung Sita Uang Rp 800 Juta Mil...
Kejari Bidik Korupsi PNPM Dua Keca...
Tetapkan Tersangka Baru Korupsi B...
Alok, Gentayangan di Polda Jatim
Penjarakan Pdt. Sujarwo, Pdt. Aswi...
Korupsi, Bupati Biak Dihukum 4,5 T...
Korupsi, Gaji 3 PNS Dipotong
Korupsi BOS MI, Guru dan Wali Muri...
Korupsi, Anggota Dewan Dituntut 1,...
Korupsi Bank Mandiri, Penyidik Gun...
Koruptor Bea Cukai Divonis Ringan
Kejaksaan Periksa 15 Pegawai RS Ng...
Berkas Bambang DH Balik Ke Polda
Copyright © 2012 surabayapagi.com
  Kontak | Tentang Kami | Kode Etik | Disclaimer | RSS Feed  | User Online :  90